Mengupas Manfaat Efisiensi Energi

IAC Buidling - Dan DeLucaEfisiensi energi tidak hanya bermanfaat menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca, penyebab perubahan iklim dan pemanasan global. Banyak manfaat lain yang bisa diraih dari aksi hijau ini. Dalam artikel terbaru IEA Energy: The Journal of the International Energy Agency disebutkan, setidaknya ada lima manfaat efisiensi energi bagi pribadi dan lingkungan.

Manfaat yang pertama, efisiensi energi membuka lapangan kerja dan meningkatkan laba. Manfaat kedua, langkah efisiensi energi meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Manfaat ketiga, efisiensi energi meningkatkan produktivitas industri. Manfaat keempat, efisiensi energi menghindarkan pembangunan dan penggunaan infrastruktur yang tidak perlu. Dan manfaat efisiensi energi yang terakhir adalah mengurangi pengeluaran masyarakat.

Kelima manfaat tambahan ini menurut IEA seringkali dilupakan, sehingga dampak dari aksi efisiensi energi seringkali diremehkan. Sebagai contoh, lembaga perlindungan lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyimpulkan, setiap dolar yang diinvestasikan di sektor efisiensi energi akan meningkatkan nilai bangunan atau properti hingga tiga kali lipat.

Dalam kasus lain, manfaat efisiensi energi datang dari aksi penghematan pembangunan infrastruktur. Semua manfaat ini menambah manfaat dari pengurangan konsumsi energi itu sendiri.

Di Uni Eropa, sejumlah penelitian mengungkapkan, setiap Euro 1 juta yang dikeluarkan untuk efisiensi energi akan menciptakan 17 hingga 19 lapangan kerja. Lapangan kerja baru ini bersumber dari lapangan kerja langsung maupun dari rantai produksi akibat peningkatan aktivitas ekonomi.

Menurut IEA, saat konsumsi energi berkurang, efisiensi energi menghasilkan efek pantulan atau “rebound effect” yang bisa berdampak positif maupun negatif bagi perekonomian dan lingkungan. Tantangan yang muncul adalah memastikan aksi efisiensi energi ini berjalan efektif sehingga dampak dari efisiensi energi – seperti penghematan biaya dan bertambahnya jumlah tabungan masyarakat – tidak digunakan kembali untuk membeli produk-produk yang meningkatkan konsumsi energi rumah tangga.

Dunia terus mengonsumsi dan memroduksi energi kotor. Sebelum produksi energi kotor berganti dengan produksi energi yang bersih dan terbarukan, langkah efisiensi energi ini harus diterapkan untuk memaksimalkan manfaatnya terhadap ekonomi dan lingkungan. Semua bisa beraksi untuk bumi, mari ubah perilaku, mari menghemat energi.

Redaksi Hijauku.com

Tags: , , , , , , , , , ,



Related Posts

Alfa Romeo MiTo car sharing in Padova - Pava
Berbagi Mobil: Solusi Transportasi Ramah Alam
Apples - Hugh Chevallier @ Geograph.org.uk
Awas! Buah dan Sayur Berpestisida
Misty forest - Public Domain Image
Bercermin Pada Ekonomi Ramah Lingkungan
Algae in the matrix - Jurvetson @ Flickr
Alga: Sumber Energi Alternatif Terbaik
Airport terminal - Grobuonis
Mengurangi Emisi di Industri Penerbangan
Electric bike - Richard Masoner
Sepeda Listrik Semakin Dilirik