Mewarnai Ruang Terbuka Mendinginkan Kota

Walau Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan, panas tinggi masih kita rasakan, terutama di wilayah perkotaan.

Penelitian terkini dari Berkeley Lab mengungkapkan, kondisi panas di perkotaan ini salah satunya dipicu oleh keberadaan ruang terbuka yang tertutup oleh aspal dan bahan-bahan lain berwarna gelap yang menyerap panas.

Luas ruang terbuka yang gelap dan menyerap panas ini, menurut Berkeley Lab, rata-rata mencapai 35-50% dari wilayah kota yang sebagian diantaranya (50%) adalah jalan raya dan 40% adalah lokasi parkir.

Kondisi ini menurut Haley Gilbert, peneliti dari Heat Island Group di Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) sangat memrihatinkan. “Karena ruang terbuka yang gelap menyerap hampir seluruh energi matahari sehingga suhu di permukaannya akan terus naik. Hal ini pada akhirnya akan memicu kenaikan suhu di sekitarnya termasuk suhu perkotaan.”

Untuk mengatasinya, ilmuwan Berkeley Lab terus memelajari teknologi yang bisa menurunkan suhu pada ruang terbuka ini. Salah satunya adalah teknologi pendingin atap, mewarnai atap dengan warna terang sehingga mampu memantulkan lebih banyak energi matahari dan mendinginkan udara baik di dalam maupun di luar bangunan.

Menurut para peneliti, permukaan yang “dingin” bisa memancarkan energi matahari hingga 30-50% dibanding permukaan yang tertutup aspal baru yang hanya 5% atau aspal lama yang mencapai 10-20%.

Heat Island Group menggunakan sebagian lahan parkir di Berkeley Lab untuk meneliti teknologi ini. Mereka saat ini meneliti enam bahan pelapis baru untuk menggantikan atau melapisi permukaan penghasil panas. “Target kami adalah menciptakan permukaan yang mampu merefleksikan energi matahari minimal 35%,” ujar Gilbert. Lapisan pendingin ini nantinya bisa diaplikasikan pada permukaan aspal atau semen yang sudah ada.

Efektifitas pendinginan tergantung dari warna dan jenis bahan pelapis. Warna yang biasa digunakan adalah hijau, biru dan kuning. Menurut Benjamin Mandel, salah satu peneliti, ada pula bahan dan warna yang terlihat gelap namun memiliki kemampuan memantulkan cahaya yang lebih efektif karena didesain khusus untuk memantulkan sinar infra merah.

Mereka juga berupaya menciptakan lapisan yang bisa dibersihkan secara otomatis saat terjadi hujan sehingga fungsi refleksinya kembali optimal.

Selain mendinginkan kota, teknologi pendingin permukaan ini juga bisa mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim dengan memantulkan sebagian energi matahari kembali ke atmosfer.

Redaksi Hijauku.com

By |2017-01-26T17:44:06+00:0012 November 2012|Arsitektur, Berita, Iklim, Kesehatan, Lingkungan, Produk, Teknologi|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *