Pola Makan Sehat, Bumi Pun Sehat

Pola makan yang sehat akan mengurangi emisi gas rumah kaca, menyehatkan bumi dan populasinya.

Kesimpulan ini terungkap dalam publikasi terbaru Global Environment Alert Service (GEAS) edisi Oktober yang diterbitkan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

Laporan yang membahas peningkatan emisi gas rumah kaca dari produksi daging ini menyatakan, perubahan pola konsumsi dan bahan pangan bisa menjadi alat praktis guna mengurangi emisi gas rumah kaca.

Saat konsumsi dan pasokan daging di seluruh dunia meningkat, bumi dituntut untuk beralih ke sistem pangan yang berkelanjutan.

Para ilmuwan sepakat, untuk menjaga konsentrasi gas rumah kaca seperti pada level tahun 2000-an, masyarakat dunia yang jumlahnya akan mencapai 9 miliar pada 2050, dihimbau untuk mengonsumsi daging tidak lebih dari 70-90 gram per hari.

Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan, jika masyarakat Inggris mengurangi konsumsi daging dan susu hingga 50% dan menggantinya dengan buah-buahan, sayuran dan sereal, jumlah emisi gas rumah kaca yang dikurangi bisa mencapai 19% dan jumlah kematian yang bisa dicegah mencapai 43.600 jiwa per tahun.

Untuk mencapai target pengurangan konsumsi daging ini, jumlah permintaan daging di negara maju maupun berkembang perlu ditekan. Salah satu motivasi yang bisa diangkat adalah manfaat pengurangan konsumsi daging ini bagi kesehatan. Mengurangi konsumsi daging, terutama daging merah, menurut laporan UNEP bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

Saat ini, penduduk Amerika Serikat adalah konsumen daging terbesar di dunia. Satu penduduk AS rata-rata mengonsumsi lebih dari 322 gram daging per hari (120 kg per tahun). Penduduk Australia dan Selandia Baru menempati posisi kedua dan ketiga.

Masyarakat Eropa mengonsumsi 200 gram daging per orang per tahun (76 kg per tahun); jumlah ini hampir setara dengan konsumsi daging masyarakat Amerika Selatan (terutama Argentina, Brasil dan Venezuela).

Penduduk Asia hanya mengonsumsi daging 25% dari rata-rata penduduk AS atau 84 gram per hari (31 kg per tahun). Kesenjangan konsumsi daging juga terjadi di negara berpenduduk terbesar yaitu China dan India.

Di China penduduk mengonsumsi 160 gram daging per hari, sementara masyarakat India hanya mengonsumsi daging 12 gram per hari. Jumlah konsumsi daging rata-rata dunia adalah 115 gram per hari (42 kg per tahun).

Diperlukan visi jangka panjang untuk mengurangi konsumsi daging dan menekan emisi gas rumah kaca (CO2, CH4 dan N2O). Insentif harus diberikan tidak hanya ke konsumen namun juga produsen untuk beralih ke sistem pangan yang berkelanjutan. Sistem pangan yang sehat tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan individu namun juga bagi kesehatan bumi dan seisinya. Pola makan sehat, bumi pun sehat.

Redaksi Hijauku.com

By | 2013-08-17T17:19:10+00:00 6 November 2012|Berita, Gaya Hidup, Kesehatan, Lingkungan|1 Comment

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *