22 Agustus 2019 – Dampak dari permasalahan sampah, khususnya plastik sudah semakin dirasakan oleh berbagai pihak dan membutuhkan penanganan secara segera dan masif. Merespon permasalahan tersebut, PT JAWA POWER & PT YTL JAWA TIMUR melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya menginisiasi program “Reresik Pantai” atau Beach Clean Up di pantai Randutatah, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

“Jawa Power telah melakukan berbagai program CSR untuk membantu masyarakat sekitar dalam berbagai bidang mulai dari infrastruktur, pendidikan, lingkungan, energi terbarukan hingga ekonomi. Kami melihat isu sampah, khususnya sistem pengelolaannya perlu mendapatkan perhatian segera. Upaya merubah pemahaman masyarakat juga diperlukan dalam hal ini. Untuk itu kami memulai kegiatan “Reresik Pantai” yang melibatkan berbagai pihak dari pemerintah, sekolah, kelompok masyarakat juga pelaku bisnis lainnya dimana peserta dapat belajar mengenai sampah, merasakan langsung pengalaman bersih–bersih pantai dan bersama-sama menciptakan fasilitas publik yang lebih bersih. Laut dan pantai bukan tempat sampah.” jelas Wichard von Harrach selaku Presiden Direktur PT JAWA POWER.

Dalam kegiatan ini, JAWA POWER-YTL bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dan partner perusahaan, PT SINARMAS LDA Maritime (SLM). Kegiatan Reresik Pantai ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Rethink Campaign, sebuah media kampanye yang diinisiasi oleh Evoware dan Campaign.com untuk mendorong terciptanya gaya hidup yang berkelanjutan.

“Kampanye Rethink merupakan kampanye kolaboratif antara bisnis, komunitas, individu dan pemerintah dimana kita mendorong semua pihak untuk memilih gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Kami mendukung program JAWA POWER-YTL ini supaya semakin banyak pihak teredukasi mengenai isu lingkungan dalam hal ini sampah, dan terdorong untuk menyelesaikannya bersama-sama. Kami juga berharap program pengelolaan sampah dari JAWA POWER-YTL tidak berhenti di sini dan akan terus berjalan berkelanjutan.” terang Sizigia Pikhansa, Project Manager Rethink Campaign.

Peserta acara Reresik Pantai adalah siswa-siswi SMP Bhakti Pertiwi, SMA Tunas Luhur, staf pengajar dan kepala sekolah dari sekolah – sekolah sekitar, dan perwakilan dari instansi dan perusahaan yang terkait. Selain mengumpulkan sampah di sepanjang pantai Randutatah, peserta juga mendapatkan informasi mengenai cara memilah sampah dan mengompos, yang disampaikan oleh perwakilan dari gerakan “Kota Tanpa Sampah”. Pengetahuan – pengetahuan tersebut diharapkan dapat langsung diimplementasikan di rumah. Acara ini juga didukung dan dimeriahkan oleh musisi Nugie selaku Duta Kampanye Rethink dan aktivis lingkungan.

Jumlah sampah yang berhasil terkumpul selama acara “Reresik Pantai” adalah sebanyak 60 kg sampah organik, 5 kg sampah daur ulang, dan 78 kg sampah residu; yang masing – masing akan dibawa ke Pasar Kebonagung untuk sampah organik; Kantor Dinas LIngkungan Hidup Kraksaan untuk sampah daur ulang dan TPA Seboro untuk sampah residu.

–##–