Bersepeda bisa mengurangi polusi? Sudah pasti! Sepedaan bisa mengurangi sampah plastik? Bagaimana caranya? Inilah yang menjadi ide utama diluncurkannya kampanye Goes Pungut Sampah atau GPS oleh komunitas sepeda Enduro Hutan UI yang dilaksanakan hari ini di lingkungan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Peluncuran ini bersamaan dengan peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

Aksi komunitas ini adalah salah satu upaya untuk mengkampanyekan gaya hidup hijau sekaligus mengurangi sampah di lingkungan sekitar.

Aksi sederhana ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Komunitas sepeda menjamur di wilayah Jabodetabek. Jika semua anggota komunitas mau bergerak melakukan kampanye GPS ini, selain menyehatkan, aktivitas goes juga bisa menjadi solusi masalah sampah plastik di lingkungan.

Sampah-sampah yang dikumpulkan oleh komunitas Enduro Hutan UI adalah sampah yang bernilai ekonomi dan bisa didaur ulang seperti sampah botol atau sampah plastik yang lain. Sampah-sampah ini ke depannya akan diserahkan ke pemulung agar menambah pendapatan mereka sekaligus membantu mereka mengumpulkan sampah plastik.

Menurut Doddy Tristo, anggota Komunitas Enduro Hutan UI, aksi ini berpotensi memberikan penyadartahuan kepada masyarakat. Setiap mereka melihat sampah plastik di jalanan, mereka bisa turut mengumpulkannya dan membuang sampah tersebut pada tempatnya. “Kampanye ini harus dilakukan rutin dengan target wilayah yang berbeda-beda,” ujarnya.

Harry Soebakty, anggota Enduro Hutan UI yang lain menambahkan, wilayah Goes Pungut Sampah ini bisa diperluas. “Misalnya dengan melakukan goes di sepanjang Jalan Margonda guna memastikan wilayah ini bersih dari sampah plastik dan menjadi pembelajaran agar masyarakat bisa menjaga kebersihan,” tuturnya.

Walaupun terlihat bersih, lingkungan Universitas Indonesia ternyata menyimpan banyak sampah, terutama sampah plastik di halte, trotoar maupun di pinggir jalan. Masih banyak terlihat penumpukan sampah di pinggir hutan UI. Botol minuman dan bungkus makanan masih ditemukan dibuang sembarangan.

Hanya dalam jangka waktu satu jam, komunitas Enduro Hutan UI berhasil mengumpulkan 5 kantung besar sampah plastik. Sampah ini kemudian diserahkan pada petugas kebersihan kampus.

Sampah-sampah yang tidak tampak ini terus mencemari lingkungan. Belum lagi sampah yang dibawa oleh aliran sungai yang masuk ke Universitas Indonesia yang kemudian mengendap di danau-danau UI.

Untuk itu, kampanye GPS berupaya memberikan penyadartahuan kepada semua pengguna fasilitas di Universitas Indonesia, yang memanfaatkan wilayah ini untuk berekreasi dan berolah raga,  terutama saat akhir pekan.

Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih juga akan menciptakan lingkungan yang sehat. Jika lingkungan sehat, semua akan merasakan manfaat.

Redaksi Hijauku.com