Peralihan ke energi terbarukan akan membawa manfaat kesehatan, pengurangan subsidi dan kerugian akibat perubahan iklim dengan nilai yang tidak main-main, senilai $160 triliun dalam jangka waktu 30 tahun.

Hal ini terungkap dalam laporan IRENA yang berjudul “Global energy transformation: A roadmap to 2050” yang dirilis tanggal 9 April 2019. Laporan IRENA menyatakan, setiap satu dolar ($1) dana yang diiventasikan untuk mengubah sistem energi global ke energi terbarukan akan memicu manfaat senilai $3-7, tergantung faktor eksternal yang digunakan.

Menurut laporan ini, peningkatan penggunaan energi terbarukan terbukti penting dalam mencapai target perubahan iklim pada 2050. Peralihan ke energi terbarukan juga akan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih banyak dan mampu menutup kehilangan lapangan kerja di industri bahan bakar fosil. Dukungan kebijakan akan semakin mendorong terciptanya manfaat sosial dan ekonomi dari transformasi ke energi bersih.

Energi terbarukan saat ini sudah menyumbang lebih dari 50% kapasitas listrik terpasang, namun secara keseluruhan, bauran energi terbarukan (termasuk untuk pembangkit, pemanas dan transportasi) harus meningkat 6 (enam) kali lipat untuk mencapai semua manfaat di atas.

Berdasarkan analisis IRENA, emisi CO2 dalam bidang energi harus turun 70% pada 2050, dibanding level saat ini untuk bisa mencapai target Kesepakatan Paris/Perjanjian Paris.

Peralihan ke listrik berenergi terbarukan dalam skala besar bisa membantu pencapaian 60% dari target pengurangan tersebut. Jika didukung dengan penggunaan energi terbarukan untuk sistem pemanas dan transportasi, aksi ini bisa menyumbang 75% target pengurangan emisi. Ditambah aksi efisiensi energi, 90% dari target pengurangan emisi akan bisa dipenuhi.

Listrik – bukan bahan bakar fosil seperti bensin dan solar – harus meningkat dari 25% saat ini menjadi lebih dari 50% pada 2050. Saat listrik menjadi sumber energi utama, pasokan energi total bisa naik berlipat ganda. Energi terbarukan, terutama angin dan matahari, mampu memasok 86% dari kebutuhan energi listrik masyarakat.

Laporan IRENA juga menggarisbawahi, melalui peralihan ke energi terbarukan, produk domestik bruto (PDB) dunia akan naik 2,5% dan total lapangan kerja naik 0,2% pada 2050. Manfaat ekonomi digabung dengan manfaat kesehatan dan lingkungan, menjadi alasan yang semakin kuat bagi dunia untuk memilih energi terbarukan. Mari menangkan energi terbarukan!

Redaksi Hijauku.com