Tahukah Anda? 1,6 miliar penduduk dunia bergantung pada hutan sebagai sumber pangan mereka? 80% dari seluruh keanekaragaman hayati yang ada di darat juga berada di hutan dan pepohonan. Hutan juga menyediakan 75% kebutuhan air tawar dunia, sementara sepertiga kota-kota besar dunia, mengambil pasokan air minum mereka dari hutan.

Sehingga menjaga hutan tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mencegah bencana namun juga penting dalam menunjang kualitas hidup dan perekonomian masyarakat. Namun dalam kenyataannya kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan masih perlu terus ditingkatkan.

Masih banyak anggota masyarakat yang belum sadar peran hutan bagi kehidupan mereka dan ancaman-ancaman yang dihadapi oleh hutan-hutan dunia. Hutan tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat namun juga mampu mengatasi tantangan perubahan iklim. Hutan adalah solusi alami untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sehingga dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional, yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agricultural Organization/FAO) menyeru para pemangku kepentingan untuk meningkatkan edukasi mengenai peran dan pentingnya menjaga hutan bagi kehidupan mereka.

“Edukasi adalah langkah yang sangat penting dalam upaya menjaga sumber daya alam untuk generasi mendatang. Sangat penting bagi anak-anak untuk belajar mengenai hutan sejak dini,” ujar José Graziano da Silva, Direktur Jenderal FAO.

Lebih jauh lagi FAO mengidentifikasi kurangnya upaya edukasi terhadap hal-hal yang terkait dengan hutan. Secara umum, edukasi kehutanan menurut FAO, masih sangat kurang dan gagal untuk mengantisipasi tantangan-tantangan baru yang akan muncul. “Pesan-pesan positif mengenai solusi yang tersedia untuk mengatasi masalah hutan harus terus disebarkan,” ujar Hossein Moeini Meybodi, pejabat senior kebijakan hutan di UN Forum on Forests. Dengan upaya tersebut masyarakat bisa saling belajar satu sama lain untuk menciptakan dunia yang lebih hijau dan lestari.

Dunia sepertinya juga perlu belajar lebih mendalam mengenai konsep advokasi hijau, yang menekankan pada upaya mengubah perilaku dan kebijakan, dengan menggunakan komunikasi dan keterlibatan masyarakat. Ada empat kegiatan utama dalam advokasi hijau yaitu penyadartahuan dan peningkatan kapasitas melalui edukasi, melakukan lobi dan membentuk jaringan dengan menggunakan strategi komunikasi yang sesuai dengan target sasaran. Tidak hanya menekankan pada solusi teknis yang seringkali diterapkan tanpa mengetahui kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Redaksi Hijauku.com