Jakarta, 4 Maret 2019. Perkembangan pengelolaan konservasi keanekaragaman hayati dewasa ini melahirkan berbagai macam inovasi.  Hal ini juga didukung dengan semakin beragamnya metode dan media yang dapat diadopsi dalam pelaksanaan kegiatan konservasi keanekaragaman hayati. Terkait dengan hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta pada hari ini, 4 Maret 2019 di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta meluncurkan Mobil dan Program Edukasi Konservasi. Mobil dan Program Edukasi Konservasi adalah sebuah inisiatif dari BKSDA Jakarta untuk menyebarluaskan informasi dan menanamkan nilai-nilai konservasi kepada masyarakat luas.

Peluncuran Mobil dan Program Edukasi Konservasi tersebut ditandai dengan peresmian penggunaan mobil edukasi konservasi oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ir. Wiratno, M.Sc, dan dilanjutkan dengan “Ngobrol Santai Konservasi” (Ngonser) dengan tema “Jalinan Kemitraan dan Kerjasama dalam Konservasi di Indonesia”. Acara diskusi interaktif ini juga menghadirkan narasumber tamu Wahjudi Wardojo (Yayasan Konservasi Alam Nusantara), Wahyu Budiarto (Senior Vice President Policy, Government and Public Affairs PT. Chevron Pacific Indonesia) dan dipandu oleh Prita Laura. Hadir pula dalam acara peluncuran mobil edukasi konservasi ini para pegiat konservasi baik itu dari komunitas hingga sektor swasta yang menjadi mitra BKSDA Jakarta.

Kepala BKSDA Jakarta Ahmad Munawir S.Hut, M.Si mengatakan, “Mobil Edukasi Konservasi Jakarta ini merupakan media untuk edukasi konservasi kepada masyarakat. Pada pelaksanaannya, mobil ini akan mendatangi masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui program edukasi konservasi yaitu “NGONSER” singkatan dari  Ngobrol Santai Konservasi  dan “EKSATLI” singkatan dari Edukasi Konservasi Tumbuhan dan Satwa Liar.”

“Kami tentu menyambut dengan baik dan mendukung penuh upaya BKSDA Jakarta yang selalu aktif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli upaya pelestarian alam. Seperti yang saat ini sedang kita kerjakan bersama para mitra, mendukung BKSDA DKI Jakarta dalam pengelolaan mangrove secara terpadu dan berkelanjutan di Jakarta melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). Sinergi semua pihak amat diperlukan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam kita,” kata Wahjudi Wardojo dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Senior Vice President Policy, Government and Public Affairs PT. Chevron Pacific Indonesia, Wahyu Budiarto menambahkan, “Kami dari pihak swasta sangat mendukung pengelolaan sumber daya alam secara kolaboratif dimana semua pihak memiliki peran dan tanggung jawab sesuai dengan bidang dan potensi yang dimiliki.  Semoga mobil dan program edukasi konservasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pelestarian sumber daya alam di Jakarta”

Sumber daya alam sudah semestinya dikelola secara kolaboratif, dengan berbagai model kemitraannya. “Selayaknya sebuah program harus memberikan dampak yang terukur sehingga dampaknya dapat terlihat pada perubahan perilaku masyarakat.  KLHK melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem siap mendukung pengelolaan konservasi sumber daya alam secara terpadu. Konservasi bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak, termasuk pihak swasta” jelas Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc

Kontak Media:

Call center BKSDA Jakarta: 081289643727