Kelompok Masyarakat Berpartisipasi Awasi Laut Fakfak

FAKFAK, PAPUA BARAT – Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Nusa Matan di Fakfak akhirnya resmi dikukuhkan pada 19 Desember 2018 oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Yacobis Ayomi. Pengukuhan ini merupakan bagian dari acara Lokakarya Sistem Pengawasan Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan pada 19 Desember 2018 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Daerah Fakfak.

Kurang lebih 58 orang hadir dalam acara ini yang berasal dari instansi seperti DKP Provinsi Papua Barat, DKP Kabupaten Fakfak, aparat penegak hukum bidang perikanan, para raja, dan perwakilan kepala kampung, serta 19 orang anggota Pokmaswas Nusa Matan yang berada di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch.

Selain agenda pengukuhan Pokmaswas tersebut, lokakarya juga diisi dengan diskusi panel bertajuk “Penegakan Hukum dalam Bidang Perikanan” guna memfasilitasi kerjasama antara Pokmaswas Nusa Matan dengan aparat penegak hukum di Fakfak. Turut hadir administrator Blue Abadi Fund, sebuah lembaga pengelola dana abadi yang kegiatannya fokus melindungi alam di Papua Barat. Kehadiran Blue Abadi Fund mendukung harmonisasi prosedur kerja Pokmaswas Nusa Matan yang rencana kerjanya tertuang di dalam proposal yang diajukan.

Alfred Fonataba selaku Kasie Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Provinsi Papua Barat yang menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan ini mencatat pentingnya pelatihan ini untuk aktivitas Pokmaswas ke depannya.

“Jika terjadi pelanggaran, Pokmaswas hendaknya melaporkan kepada aparat pengawas terdekat. Dalam praktiknya nanti, Pokmaswas akan bekerjasama dengan pihak-pihak berwenang, yaitu koordinator pengawas perikanan/PPNS, kepala pelabuhan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Polisi Air, TNI AL, petugas karantina, dan lain-lain,” tegas Alfred Fonataba.

Masyarakat menginisiasi Pokmaswas Nusa Matan sejak pertengahan tahun 2018 sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga laut Fakfak, hingga akhirnya disahkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat No 11 Tahun 2018 Tentang Pembentukan dan Pengukuhan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Nusa Matan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch di Kabupaten Fakfak. Dengan pengukuhan tersebut, Pokmaswas diharapkan dapat bekerja sama dengan kepala kampung dalam menjaga sumber daya pesisir dan laut di dalam wilayah kawasan konservasi tersebut.

Bapak Arli Asri Komandan dari Pos TNI AL mengungkapkan bahwa seiring dengan diresmikannya Pangkalan Pos TNI AL, beliau berjanji untuk membantu menangani masalah tindak pidana perikanan yang sering terjadi di perairan Fakfak. Dukungan yang sama juga diungkapkan oleh Zulkifli Henan dari PPNS Perikanan Provinsi Papua Barat yang menyatakan dukungannya dengan memberikan bantuan alat komunikasi berupa handy talky kepada Pokmaswas yang nantinya dapat digunakan untuk membantu aktivitas patroli Pokmaswas di lapangan.

Kelembagaan Pokmaswas ini penting untuk mendukung mekanisme pengawasan berbasis masyarakat di kawasan konservasi berintegrasi dengan mitra, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, serta terlaksananya kerjasama pengawasan sumber daya oleh aparat keamanan dan penegak hukum bersama masyarakat.

—–

Tentang Proyek USAID SEA. Proyek Sustainable Ecosystems Advanced (SEA) yang didanai oleh USAID adalah proyek lima tahun (2016 – 221) yang mendukung pemerintah Indonesia, dalam menguatkan Tata Kelola Sumberdaya Perikanan dan Kelautan serta Konservasi Keanekaragaman Hayati. Proyek yang diimplementasikan oleh Tetra Tech dan konsorsium mitra ini bekerja pada tingkat nasional, provinsi, serta lokal di Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 Indonesia. Dengan menggunakan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dan melibatkan pemangku kepentingan utama, proyek USAID SEA bertujuan untuk (1) menguatkan pengelolaan perikanan dan kawasan perlindungan laut guna meningkatkan produktivitas perikanan, konservasi, dan pemanfaatan berkelanjutan; dan (2) memperkuat kapasitas kepemimpinan dari pemerintah lokal dan Kementrian Kelautan Perikanan (KKP).

Tentang Conservation International (CI). Berlandaskan pada ilmu pengetahuan, kemitraan dan pengalaman, CI memberdayakan masyarakat untuk menjaga alam, keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan manusia. CI didirikan pada 1987, dan bekerja di Indonesia sejak tahun 1991 untuk mendukung masyarakat madani yang sejahtera melalui upaya perlindungan alam, dukungan sistem produksi yang berkelanjutan, dan dukungan tata kelola yang efektif. CI bermarkas besar di Washington DC, mempekerjakan 900 orang yang bekerja di 30 negara pada empat benua, serta bekerja dengan lebih dari 1.000 mitra di seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.conservation.org

Narahubung:

Ely Andrianita
Communications and Outreach Specialist
Proyek USAID SEA
+62-21-2506262 | info@sea-indonesia.org

Nur Ismu Hidayat
Program Manager CI Indonesia
nhidayat@conservation.org

2018-12-26T16:51:21+00:0026 December 2018|Komunitas, Siaran Pers|0 Comments

Leave A Comment

CAPTCHA *