Hutan Lindung Angkola Selatan Dijaga oleh Masyarakat

Jakarta, 10 Desember 2018 – Hari Kamis tanggal 6 Desember 2018 di Desa Binasari, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, telah dicapai kesepakatan Perlindungan Hutan Lindung Angkola Selatan. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Sumino sebagai Perwakilan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Padang Sidempuan, Kepala Lingkungan Desa Binasari Erwin Hasibuan, dan Direktur Senior Program Teresterial Conservation International-Indonesia (CI Indonesia) Nassat Idris. Sekitar 50 orang undangan hadir dalam acara ini.

Tujuan kesepakatan ini adalah  bersama-sama menjaga dan mempertahankan kelestarian hutan lindung Angkola Selatan demi kelangsungan hidup manusia di masa depan melalui kegiatan Kesepakatan Perlindungan Hutan.  Berdasarkan UU RI No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan lindung adalah kawasan hutan  yang mempunyai fungsi pokok  sebagai sistem  penyangga kehidupan  untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah instrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Kawasan hutan lindung Batang Angkola diketahui merupakan habitat dari binatang yang perlu dilindungi seperti: harimau, beruang, rusa, kambing hutan, tapir, siamang, berbagai jenis burung, dan lain-lain.  Tahun 2017 pemerintah Tapanuli Selatan menerbitkan Perda No.5 tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah yang membagi hutan lindung itu ke dalam tiga kecamatan, sedangkan kesepakatan perlindungan ini akan meliputi luas sekitar 7.000 ha hutan lindung di dua kecamatan yaitu Angkola Selatan dan Batang Angkola. Namun beberapa bagian hutan lindung  itu sudah dirambah sehingga mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, sasaran perlindungan ini ditujukan kepada pencegahan kerusakan hutan yang akan berdampak tehadap terjadinya bencana dan juga kepunahan flora dan fauna yang terdapat di kawasan hutan lindung, serta memberikan dukungan kegiatan pemberdayaan dalam aksi konservasi oleh masyarakat.

Dalam kesepakatan itu dinyatakan bahwa pihak pemerintah melalui KPH X Padang Sidempuan akan memimpin perencanaan, mengatur dan mengkordinasikan jenis kegiatan perlindungan hutan, dan melakukan evaluasi. Pada sisi masyarakat yang setuju dengan kesepakatan ini,  mereka berjanji untuk ikut melindungi hutan lindung itu dan melaporkan segala aktivitas yang dapat merusaknya.  Masyarakat juga berjanji tidak menebang pohon di dalam kawasan hutan lindung, tidak membuka lahan baru, tidak berburu satwa yang dilindungi undang-undang, tidak mengambil hasil hutan bukan kayu, melindungi sempadan sungai dan melakukan patroli rutin.

Saat memberikan sambutan, Camat Angkola Selatan Zamhir menyampaikan bahwa kegiatan perlindungan hutan  di Kecamatan Angkola Selatan khususnya lingkungan Binasari, akan membuat    kawasan hutan tetap terjaga dan bencana longsor dan banjir tidak terjadi lagi seperti yang pernah terjadi pada beberapa  tahun sebelumnya.

Kesepakatan ini juga menyatakan bahwa lahan pertanian masyarakat yang telah ada di hutan lindung akan ditindaklanjuti melalui skema Perhutanan Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Perhutanan sosial merupakan solusi yang membantu masyarakat mengelola hutan yang sudah terlanjur diusahakan,” kata Sumino dari KPH X.

Untuk mendukung kesuksesan kegiatan perlindungan tersebut, CI Indonesia berkomitmen untuk membantu dengan pendanaan, sarana dan prasarana. Sumber dananya, antara lain berasal progam CSP atau Conservation Stewardship Program. “Mari Bersama-sama  menjaga hutan untuk tujuan pengelolaan hutan yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat Bersama, ” demikian ucap Nassat Idris dari CI Indonesia.

–##–

Tentang Conservation International:

Conservation International menggunakan sains, kebijakan, dan kemitraan untuk melindungi alam yang diandalkan orang untuk makanan, air bersih, dan mata pencaharian. Didirikan pada tahun 1987, Conservation International bekerja di lebih dari 30 negara di enam benua untuk memastikan planet yang sehat dan makmur yang mendukung kita semua. Pelajari lebih lanjut tentang Conservation International, kampanye  “Nature Is Speaking” campaign dan rangkaian proyek realitas virtualnya: “My Africa,”  “Under the Canopy” dan “Valen’s Reef.”  Ikuti Conservation International’s di Human Nature blog, Facebook, Twitter, Instagram, and YouTube.

Kontak:

Hetty Siswati Tambunan

Communication and Outreach Coordinator

CI Sumatera Utara

T: 061 8817284

E: htambunan@conservation.org

2018-12-15T21:42:29+00:0010 December 2018|Komunitas, Siaran Pers|0 Comments

Leave A Comment

CAPTCHA *