9 dari 10 Anak-Anak Menghirup Udara Kotor

Sebanyak 90% anak-anak di seluruh dunia menghirup udara kotor, polusi udara, udara yang sudah tercemar. Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, 600.000 anak meninggal akibat infeksi saluran pernafasan akut di 2016. Tidak hanya membunuh, polusi udara juga memperlambat (stunt) perkembangan otak anak, sehingga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak terganggu.

Laporan WHO berjudul Air Pollution and Child Health ini menyeru kepada komunitas dunia, untuk beraksi mencegah korban polusi udara terus bertambah. Menurut WHO, polusi udara baik dalam ruang dan luar ruang, memiliki dampak paling buruk di negara-negara miskin dan berkembang.

Laporan WHO juga menemukan indikasi bahwa polusi udara juga bisa memicu kelahiran bayi prematur, dimana bayi memiliki berat dan ukuran yang kurang. Semua dampak buruk polusi udara disampaikan dalam laporan ini termasuk efek polusi yang bisa memicu asma, kanker pada anak-anak dan menyebabkan gangguan syaraf.

“Polusi udara meracuni jutaan anak dan mengacaukan hidup mereka,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom sebagaimana dikutip dalam berita Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Setiap anak harus menghirup udara bersih sehingga mereka bisa tumbuh secara optimal.”

WHO menyatakan, salah satu penyebab anak-anak lebih terpapar polusi udara adalah karena anak-anak bernafas lebih cepat dibanding orang dewasa sehingga mereka berpotensi menyerap racun dari udara yang terpolusi lebih banyak. Anak-anak – yang masih kecil – juga lebih dekat dengan tanah sehingga lebih mudah terpapar polusi pada saat tubuh dan otak mereka masih berkembang.

Bayi dan anak-anak juga lebih banyak terpapar polusi di keluarga yang masih memakai bahan bakar yang kotor untuk memanaskan ruangan, memasak serta menerangi rumah. Solusinya WHO mendorong masyarakat untuk menata kota secara lebih baik, beralih transportasi yang lebih bersih dan menciptakan rumah yang ramah lingkungan.

Yang tidak kalah penting menurut WHO adalah peralihan ke teknologi industri, sistem produksi listrik yang ramah lingkungan, termasuk perbaikan pengelolaan sampah untuk mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar.

Redaksi Hijauku.com

By |2018-10-31T11:17:51+00:0030 October 2018|Berita, Kesehatan, Lingkungan|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011, kami terus berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *