Wind turbine - Paul Anderson - Wikimedia CommonsNegara-negara berkembang di Afrika dan bekas Uni Soviet akan menjadi negara dengan pertumbuhan energi angin terpesat dalam periode 2013 hingga 2023.

Hal ini terungkap dari laporan Navigant Research berjudul “Emerging Wind Markets Assessment” yang dirilis akhir Januari. Laporan ini memberikan gambaran kinerja 10 negara/pasar berkembang di Afrika dan bekas Uni Soviet.

Menurut Navigant saat pertumbuhan pasar-pasar lain cenderung datar atau hanya mencapai satu digit akibat krisis ekonomi, pertumbuhan energi angin di sepuluh pasar ini mencapai rata-rata 21,9% per tahun.

Pertumbuhan ini penting bagi manufaktur komponen energi angin guna menjamin stabilitas produksi mereka dan memastikan bahwa energi terbarukan ini tetap menjadi pemimpin pertumbuhan.

Banyak dari 10 negara ini yang baru memulai pengembangan energi angin dari nol, namun akan mengalami pertumbuhan pesat mulai 2015. Program energi terbarukan dari Afrika Selatan misalnya yang menargetkan pertumbuhan energi angin hingga 3.320 megawat telah menarik banyak investor sejak diluncurkan pada Desember, 2011.

Di Rusia, negara dengan wilayah terluas di dunia, sekitar dua pertiga wilayah pedesaan di sana belum terjangkau oleh jaringan listrik. Energi angin memberikan solusi ideal bagi komunitas yang selama ini masih menggantungkan diri terhadap energi fosil yang semakin mahal.

Redaksi Hijauku.com