<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hijauku.com &#124; Situs Hijau Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.hijauku.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hijauku.com</link>
	<description>Sumber Berita, Analisis, Informasi dan Inspirasi Lingkungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2013 05:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Inilah Peta Produksi dan Konsumsi Energi Dunia</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/18/inilah-peta-produksi-dan-konsumsi-energi-dunia/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/18/inilah-peta-produksi-dan-konsumsi-energi-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 02:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Bakar Fosil]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Bara]]></category>
		<category><![CDATA[BP]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Emisi CO2]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumsi]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15230</guid>
		<description><![CDATA[Pertumbuhan konsumsi energi dunia turun pada 2012 namun produksi bahan bakar fosil di sejumlah wilayah meningkat pesat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/18/inilah-peta-produksi-dan-konsumsi-energi-dunia/off-shore-drilling-rig-the-conduqtor/" rel="attachment wp-att-15232"><img class="alignleft  wp-image-15232" style="margin: 5px 10px;" title="Offshore drilling rig - The Conduqtor" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Off-shore-drilling-rig-The-Conduqtor.jpg" alt="" width="450" height="253" /></a>Pertumbuhan konsumsi energi dunia turun pada 2012 namun produksi bahan bakar fosil di sejumlah wilayah meningkat pesat.</p>
<p>Amerika Serikat mencatat kenaikan produksi minyak dan gas terbesar pada 2012. Produksi gas di AS yang melimpah menekan harga sekaligus mengurangi konsumsi batu bara. Hal ini terungkap dari <a href="http://www.bp.com/en/global/corporate/press/press-releases/bp-statistical-review-reveals-biggest-annual-increase-in-us-oil-.html">laporan</a> BP Statistical Review of World Energy 2013 yang dirilis Rabu (12/6).</p>
<p>Laporan ini menyebutkan, sistem energi dunia terus mengalami perubahan. Produksi energi nuklir mengalami penurunan terbesar pada 2012. Produksi energi nuklir Jepang &#8220;menghilang&#8221; setelah bencana nuklir Fukushima pada 2011. Jepang harus mengandalkan pada bahan bakar impor termasuk impor gas alam cair (LNG) agar &#8220;lampu&#8221; mereka tetap menyala.</p>
<p>Di Eropa, harga gas lebih tinggi dibanding di AS sehingga pembangkit listrik mengambil kebijakan yang berlawanan arah dengan pembangkit di AS yaitu mengganti sumber energi untuk pembangkit listrik mereka dari gas ke batu bara.</p>
<p>Menurut laporan BP, pertumbuhan konsumsi energi dunia turun menjadi 1,8% pada 2012 dari 2,4% pada tahun sebelumnya. Hal ini dipicu tidak hanya oleh kelesuan ekonomi namun juga perubahan perilaku dalam menggunakan energi dari konsumen individu dan bisnis yang lebih efisien.</p>
<p>Negara berkembang, terutama China dan India menjadi motor permintaan energi menyumbang 90% peningkatan permintaan energi. Dulu, 24 tahun yang lalu negara berkembang hanya menyumbang 42% konsumsi energi dunia, kini porsi konsumsi energi negara berkembang mencapai 56% konsumsi energi global.</p>
<p>Selama dua tahun berturut-turut, gangguan pasokan minyak dari Afrika dan Timur Tengah tertutupi oleh pertumbuhan produksi di negara Timur Tengah lain terutama oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar. Namun walau pasokan minyak mengalami peningkatan, harga minyak terus mencetak rekor tertinggi.</p>
<p>Batu bara tetap menjadi bahan bakar fosil dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. Untuk pertama kalinya, China menjadi konsumen batu bara terbesar. Energi air dan energi baru terbarukan (bersama dengan gas alam murah di Amerika Utara) bersaing dengan batu bara memasok energi dunia. Produksi bahan bakar nabati turun untuk pertama kalinya sejak 2000 akibat melesunya pasar energi nabati di AS, namun secara umum kapasitas produksi energi terbarukan naik 15,2% dan mencapai rekor bauran kapasitas energi dunia baru sebesar 4,7%.</p>
<p>Kabar buruknya, emisi CO2 dunia dari konsumsi energi terus meningkat pada 2012 setelah sempat melambat pada 2011. Negara yang menikmati penurunan emisi yang signifikan adalah AS akibat peralihan penggunaan energi dari batu bara ke gas. Peralihan ini membantu AS mengurangi emisi CO2 mereka menjadi setara dengan emisi tahun 1994.</p>
<p>“Semua informasi di atas menunjukkan dunia memiliki banyak pilihan energi. Tantangannya adalah memilih berinvestasi di energi mana yang terbaik. Kita memerlukan energi yang aman dan kompetitif sehingga penting untuk memaksimalkan semua kemampuan yang ada untuk mengurangi risiko dan biaya energi,” ujar Bob Dudley, Chief Executive dari BP Group sebagaimana dikutip dalam berita BP.</p>
<p>Laporan lengkap Statistical Review of World Energy 2013 bisa diunduh pada tautan berikut ini: <a href="http://www.bp.com/en/global/corporate/about-bp/statistical-review-of-world-energy-2013.html">World Energy 2013</a>.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/18/inilah-peta-produksi-dan-konsumsi-energi-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Berjalan Kaki Setelah Makan</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 00:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki Cegah Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki Setelah Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15199</guid>
		<description><![CDATA[Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan membantu mengatur tingkat gula darah dan bisa mencegah penyakit diabates tipe 2.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/walking-exercise-giorgio-minguzzi/" rel="attachment wp-att-15215"><img class="alignleft  wp-image-15215" style="margin: 5px 10px;" title="Walking exercise - Giorgio Minguzzi" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Walking-exercise-Giorgio-Minguzzi.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a>Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan membantu mengatur tingkat gula darah dan bisa mencegah penyakit diabates tipe 2. Hal ini terungkap dari <a href="http://sphhs.gwu.edu/abouttheschool/news/index.cfm?d=12545">penelitian terbaru</a> George Washington University School of Public Health and Health Services (SPHHS) yang dirilis Rabu (12/6).</p>
<p>Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care ini menemukan, berjalan kaki dalam jarak pendek sebanyak tiga kali setelah makan, sama efektifnya dalam mengurangi kandungan gula darah selama 24 jam dibanding berjalan kaki selama 45 menit dengan kecepatan lamban atau sedang. Berjalan kaki setelah makan juga jauh lebih efektif menurunkan gula darah tiga jam setelah makan malam dibanding berjalan kaki pada waktu-waktu lainnya.</p>
<p>“Penemuan ini adalah berita baik bagi mereka yang sudah berusia 70 dan 80 tahun yang mengalami kendala beraktivitas fisik setiap hari,” ujar Loretta DiPietro, PhD, MPH, kepala SPHHS Department of Exercise Science yang memimpin penelitian ini. “Kontraksi otot saat berjalan kaki dalam jarak pendek efektif mencegah kenaikan gula darah mendadak setelah makan yang biasanya terjadi pada orang tua,” ujarnya.</p>
<p>Penelitian ini bisa menjadi cara yang murah dan efektif untuk mencegah penyakit pra-diabetes yang bisa berkembang menjadi penyakit diabetes tipe 2. Sebanyak 79 juta warga Amerika Serikat memiliki penyakit pra-diebetes namun mereka tidak menyadarinya.</p>
<p>Penelitian lain telah menunjukkan, penurunan berat badan dan olah raga juga bisa mencegah penyakit diabates tipe 2, namun penelitian ini adalah penelitian pertama yang meneliti manfaat langsung aktivitas fisik dalam jangka pendek setelah makan guna mencegah penyakit ini.</p>
<p>Tim peneliti menemukan, waktu yang paling efektif untuk berjalan kaki adalah setelah makan malam. Kebanyakan dari kita cenderung untuk makan dalam jumlah paling banyak saat makan malam, kemudian diikuti dengan kegiatan menonton TV atau langsung tidur. Hal ini memicu peningkatan gula darah secara signifikan. Peningkatan gula darah ini bisa terus berlangsung selama 24 jam.</p>
<p>Fenomena ini bisa dicegah dengan cara berjalan kaki selama 15 menit setelah makan malam. “Menonton TV atau tidur setelah makan malam adalah kebiasaan paling jelek yang sering kita lakukan. Biarkanlah tubuh mencerna makanan terlebih dahulu. Keluar rumahlah untuk menggerakkan badan,” ujar DiPietro.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Udara Segar Kunci Kesehatan Siswa</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 04:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Jendela]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Udara Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Udara Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ventilasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15181</guid>
		<description><![CDATA[ Menambah jumlah ventilasi di kelas sehingga udara segar bisa masuk, terbukti meningkatkan kesehatan siswa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/classroom-window-kevin-s-farmer/" rel="attachment wp-att-15182"><img class="alignleft  wp-image-15182" style="margin: 5px 10px;" title="Classroom window - Kevin S. Farmer" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Classroom-window-Kevin-S.-Farmer.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a>Masa liburan panjang bisa menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyiapkan ruang kelas guna menyambut tahun ajaran baru. Salah satu fasilitas ruang kelas yang penting adalah ventilasi. Hasil <a href="http://newscenter.lbl.gov/feature-stories/2013/06/05/more-fresh-air-in-classrooms-means-fewer-absences/">penelitian</a> Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) yang diterbitkan baru-baru ini mengungkapkan, menambah jumlah ventilasi di kelas sehingga udara segar bisa masuk, terbukti meningkatkan kesehatan siswa.</p>
<p>Dengan menganalisis data fasilitas ventilasi di lebih dari 150 ruang kelas di California selama 2 tahun, tim peneliti menyimpulkan, menambah fasilitas ventilasi sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh pemerintah, mampu mengurangi jumlah siswa yang ijin karena sakit hingga 3,4%.</p>
<p>Manfaat ekonomi dari berkurangnya jumlah siswa yang sakit ini mencapai $33 juta per tahun bagi sekolah dan $80 juta per tahun bagi keluarga melalui penghematan biaya perawatan anak. Sekolah juga bisa memerlambat kenaikan biaya energi sehingga kenaikan biaya yang ditanggung oleh sekolah hanya akan naik $4 juta per tahun.</p>
<p>“Temuan kami menunjukkan, jika kita meningkatkan jumlah ventilasi dalam kelas sesuai atau melampaui standar pemerintah, sekolah, keluarga dan semua orang akan memeroleh manfaat dengan biaya yang terjangkau,” ujar Mark Mendell, ilmuwan dari Berkeley Lab. “Semuanya beruntung.”</p>
<p>Penelitian mengenai manfaat ventilasi di ruang kelas ini adalah penelitian terbesar yang pernah dilakukan di Amerika Serikat. Tim dari Berkeley Lab mengumpulkan data dari 162 ruang kelas 3, 4, dan 5 sekolah dasar di 28 sekolah di 3 distrik di negara bagian California.</p>
<p>Mereka menemukan, lebih dari separuh ruang kelas yang diteliti tidak memenuhi standar ventilasi yang telah ditetapkan oleh negara bagian. Aturan di California mengharuskan sekolah menyediakan ventilasi dengan tingkat sirkulasi udara mencapai 7,1 liter per detik per siswa.</p>
<p>Standar ini sama dengan standar di ruangan kantor dan pusat perbelanjaan sesuai dengan kepadatan (jumlah penghuni) di masing-masing ruang. Ventilasi ini bisa dipenuhi dengan dua cara yaitu ventilasi alami melalui fasilitas jendela atau ventilasi mekanis dengan memanfaatkan sistem kipas angin.</p>
<p>Ketersediaan udara bersih di dalam kelas dihitung melalui konsentrasi emisi CO2 di dalam dan luar ruangan. &#8220;CO2 bisa menjadi alat pelacak karena setiap penghuni kelas (siswa atau guru) menghasilkan emisi CO2. Dengan menghitung konsentrasi emisi CO2 ini kita bisa mengetahui tingkat ventilasi dalam kelas,&#8221; ujar Mendell. Tim peneliti lalu mengaitkan data ini dengan jumlah siswa yang ijin karena sakit di setiap kelas. Hasilnya, semakin banyak sirkulasi udara segar di dalam kelas, siswa akan semakin sehat.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laut Menghangat Lapisan Es Menipis</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/15/laut-menghangat-lapisan-es-menipis/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/15/laut-menghangat-lapisan-es-menipis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2013 06:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Antartika]]></category>
		<category><![CDATA[Benua]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Es]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapisan Es]]></category>
		<category><![CDATA[Mencair]]></category>
		<category><![CDATA[Nasa]]></category>
		<category><![CDATA[Peneilitian]]></category>
		<category><![CDATA[Survei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15167</guid>
		<description><![CDATA[Mencairnya es di bawah permukaan air laut menjadi penyebab utama hilangnya massa es di benua Antartika.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/15/laut-menghangat-lapisan-es-menipis/penguins-in-a-row-vassil-tzvetanov/" rel="attachment wp-att-15168"><img class="alignleft size-full wp-image-15168" style="margin: 5px 10px;" title="Penguins in a row - Vassil Tzvetanov" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Penguins-in-a-row-Vassil-Tzvetanov.jpg" alt="" width="431" height="281" /></a>Mencairnya es di bawah permukaan air laut menjadi penyebab utama hilangnya massa es di benua Antartika. Pemicunya adalah kenaikan suhu air laut yang dipicu oleh pemanasan global dan perubahan iklim. Fenomena ini terungkap dari hasil penelitian tim NASA dibantu oleh tim peneliti dari berbagai universitas yang <a href="http://www.nasa.gov/topics/earth/features/earth20130613.html">dirilis</a> Kamis (13/6).</p>
<p>Penelitian ini adalah survei komprehensif pertama terkait lapisan es di Antartika. Tim peneliti menemukan, proses mencairnya es dari bawah lapisan es (basal melt) menyumbang 55% berkurangnya massa es di Antartika antara tahun 2003 hingga tahun 2008. Angka ini lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.</p>
<p>Benua Antartika menyimpan 60% air tawar bumi yang terkunci dalam bentuk lapisan es yang sangat luas. Lapisan es ini juga yang menyokong sungai-sungai es di sekitarnya, mengatur kecepatan aliran sungai es ke samudra.</p>
<p>Mengetahui bagaimana lapisan es ini mencair membantu ilmuwan meramalkan dampak kenaikan suhu yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut di benua ini. Hasil penelitian ini juga akan membantu memahami model sirkulasi air laut sehingga memermudah meramalkan kenaikan volume air di wilayah pesisir Antartika.</p>
<p>Tim peneliti membaca ketebalan lapisan es dengan bantuan satelit dan melalui pengamatan udara. Tim juga merekonstruksi bagaimana es terakumulasi. &#8220;Menurut teori tradisional, hilangnya massa es di Antartika dipicu oleh runtuhnya gunung es,&#8221; ujar Eric Rignot dari Jet Propulsion Laboratory, laboratorium milik NASA di Pasadena, California. &#8220;Penelitian kami mengungkapkan, mencairnya es dari bawah permukaan air laut berperan lebih besar. Hal ini mengubah pandangan kita mengenai evolusi lapisan es di bumi yang makin hangat.&#8221;</p>
<p>Massa es yang hilang melalui proses pencairan es di bawah permukaan laut (basal melt) mencapai 1.325 triliun kilogram es per tahun pada periode 2003-2008. Sementara massa es yang hilang akibat perubahan formasi es mencapai 1.089 triliun kilogram per tahun pada periode yang sama. &#8220;Di sejumlah tempat di sekitar Antartika, lapisan es mencair lebih cepat sehingga tidak hanya sungai-sungai es yang berubah, seluruh benua Antartika juga berubah,&#8221; ujar Rignot.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/15/laut-menghangat-lapisan-es-menipis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguak Bisnis Sampah Elektronik di Asia Pasifik</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/15/menguak-bisnis-sampah-elektronik-di-asia-pasifik/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/15/menguak-bisnis-sampah-elektronik-di-asia-pasifik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2013 02:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[Daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[e-waste]]></category>
		<category><![CDATA[Elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15163</guid>
		<description><![CDATA[Industri daur ulang sampah elektronik di Asia Pasifik terus berkembang dengan nilai mencapai $4,01 miliar pada 2017.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/15/menguak-bisnis-sampah-elektronik-di-asia-pasifik/broken-circuit-board-guinnog/" rel="attachment wp-att-15164"><img class="alignleft  wp-image-15164" style="margin: 5px 10px;" title="Broken circuit board - Guinnog" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Broken-circuit-board-Guinnog.jpg" alt="" width="450" height="301" /></a>Tingkat konsumsi produk-produk elektronik yang tinggi &#8211; dipicu oleh industrialisasi dan perkembangan teknologi &#8211; menciptakan akumulasi limbah elektronik dan peralatan listrik di Asia Pasifik yang jumlahnya terus meningkat. Kondisi ini menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan.</p>
<p>Kabar baiknya, negara-negara di Asia Pasifik terus berupaya meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hidup mereka dengan cara mengamanatkan daur ulang sampah elektronik. Masyarakat dan industri juga semakin menyadari nilai ekonomi dari sampah elektronik.</p>
<p>Hasilnya adalah sebuah industri daur ulang dengan nilai mencapai $1,85 miliar pada 2012 dan diperkirakan akan melonjak menjadi $4,01 miliar pada 2017. Hal ini terungkap dari <a href="http://www.prnewswire.com/news-releases/rise-in-electronics-consumption-in-asia-pacific-drives-the-e-waste-recycling-market-finds-frost--sullivan-211324471.html">hasil analisis</a> Frost &amp; Sullivan berjudul Strategic Analysis of the Asia-Pacific E-Waste Recycling Market yang dirilis Kamis (13/6).</p>
<p>Analisis ini menyebutkan, sebagian besar konsumen di Asia Pasifik hanya tertarik pada fungsi dari alat elektronik dan hanya sedikit yang menyadari nilai dari produk-produk ini dan dampaknya terhadap lingkungan. Sebagian dari mereka juga tidak menyadari masa pakai peralatan elektronik yang mereka gunakan. Sehingga jumlah dan limbah produk-produk elektronik yang sudah kedaluwarsa terus meningkat.</p>
<p>Mengambil pelajaran dari negara-negara di Eropa, pemerintah di Asia Pasifik mulai merevisi peraturan mereka untuk meningkatkan upaya daur ulang sampah elektronik mereka. &#8220;Negara-negara di Asia Pasifik terus meningkatkan standar pengelolaan limbah. Daur ulang sampah elektronik menjadi fokus mereka,&#8221; ujar Prashanth Kay, analis di Frost &amp; Sullivan Energy &amp; Environmental Research. &#8220;Walaupun sebagian besar negara di Asia Pasifik belum memiliki aturan yang komprehensif mengenai pembuangan sampah elektronik. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk menerapkan kebijakan yang tepat.&#8221;</p>
<p>Menurut analisis Frost &amp; Sullivan, minimnya regulasi sampah elektronik di Asia Pasifik menjadikan wilayah ini pusat pembuangan sampah elektronik dunia. Hal ini menciptakan peluang yang sangat besar bagi pelaku pasar daur ulang limbah elektronik.</p>
<p>Namun kesadaran konsumen yang masih rendah mengenai bahaya sampah produk elektronik menyembunyikan potensi pasar ini. Pelaku industri juga memerlukan investasi yang besar guna mengolah dan mengumpulkan logam berharga dalam sampah elektronik.</p>
<p>&#8220;Tantangan terbesar dalam industri daur ulang sampah elektronik adalah menemukan sampah elektronik dalam jumlah yang cukup sehingga mereka bisa berinvestasi di teknologi,&#8221; ujar Kay. &#8220;Para pelaku bisnis daur ulang ini harus bekerja sama dengan jaringan pengepul karena standar tata kelola sampah Asia Pasifik yang masih tertinggal dibanding negara lain.&#8221;</p>
<p>Kondisi ini membuka peluang bagi terciptanya solusi sampah elektronik yang tidak hanya menyelamatkan lingkungan dan meningkatkan kualitas kesehatan, namun juga memberdayakan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/15/menguak-bisnis-sampah-elektronik-di-asia-pasifik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Internet Lebih Ramah Lingkungan?</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/14/benarkah-internet-lebih-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/14/benarkah-internet-lebih-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 06:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeley Lab]]></category>
		<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Cloud Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Hemat Biaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hemat energi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15158</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa besar penghematan energi dan biaya yang bisa dicapai melalui bantuan Internet?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/14/benarkah-internet-lebih-ramah-lingkungan/internet-techhive/" rel="attachment wp-att-15159"><img class="alignleft  wp-image-15159" style="margin: 5px 10px;" title="Internet - TechHive" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Internet-TechHive.jpg" alt="" width="406" height="242" /></a>Sudah sering kita dengar bahwa Internet membantu perusahaan menghemat energi dan biaya. Namun seberapa besar penghematan energi dan biaya yang bisa dicapai melalui bantuan Internet?</p>
<p>Penelitian <a href="http://newscenter.lbl.gov/news-releases/2013/06/11/berkeley-lab-study-finds-moving-select-computer-services-to-the-cloud-promises-significant-energy-savings/">terbaru</a> dari Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) berupaya mengungkap manfaat ekonomi dan penghematan energi dari peralihan ke fasilitas penyimpanan dan program di dunia maya (cloud) ini.</p>
<p>Dalam penelitian selama enam bulan yang didanai oleh Google ini terungkap, mengalihkan aplikasi peranti lunak yang dipakai bersama oleh 86 juta pekerja di AS ke jaringan Internet (<em>cloud</em>) akan menghemat listrik setara dengan kebutuhan listrik Los Angeles selama setahun.</p>
<p>Laporan yang disusun bersama tim peneliti dari Northwestern University ini meneliti tiga aplikasi bisnis yang biasa dipakai oleh perusahaan yaitu aplikasi email, peranti lunak untuk melayani pelanggan (CRM) dan peranti lunak pengolah kata dan data.</p>
<p>Dengan mengalihkan semua aplikasi peranti lunak dari sistem komputer lokal ke layanan komputasi awan (<em>cloud computing</em>) yang tersentralisasi, konsumsi energi di industri teknologi informasi akan mampu dipangkas hingga 87% — sekitar 23 miliar KWh. Nilai penghematan energi ini setara dengan kebutuhan energi untuk memasok rumah tangga, bisnis dan industri di Los Angeles selama setahun.</p>
<p>Menurut tim peneliti, penelitian ini adalah langkah awal penting guna menganalisis dampak lingkungan dari fasilitas komputasi awan (<em>cloud computing</em>) di Amerika Serikat dan mereka saat ini tengah memersiapkan laporan yang sama menggunakan data-data dari negara di Eropa yang akan dirilis pada akhir tahun ini.</p>
<p>Penelitian ini juga merupakan penelitian pertama yang berhasil mengembangkan model canggih untuk menganalisis kebutuhan energi dan produksi emisi yang bisa dipakai dengan mudah baik oleh peneliti maupun masyarakat umum. Model ini bisa diakses secara gratis di sini: <a href="http://cleermodel.lbl.gov">Internet Efficiency</a>.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/14/benarkah-internet-lebih-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi Terbarukan Semakin Berdaya</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 02:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[EBT]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Angin]]></category>
		<category><![CDATA[Energi bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Panel surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15152</guid>
		<description><![CDATA[Kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT) dunia terus meningkat membawa manfaat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/installing-solar-pv-us-army-environmental-command/" rel="attachment wp-att-15153"><img class="alignleft  wp-image-15153" style="margin: 5px 10px;" title="Installing solar PV - US Army Environmental Command" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Installing-solar-PV-US-Army-Environmental-Command.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a>Kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT) dunia terus meningkat membawa manfaat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Pertumbuhan ini sekaligus menjadi solusi masalah lingkungan. Hal ini terungkap dalam <a href="http://www.unep.org/newscentre/Default.aspx?DocumentID=2718&amp;ArticleID=9542&amp;l=en">berita</a> Program Lingkungan PBB (UNEP) yang dirilis Rabu (12/6). Total kapasitas EBT dunia naik 8,5% dari tahun 2011 menjadi lebih dari 1.470 gigawatt (GW) pada 2012.</p>
<p>Energi angin menyumbang 39% dari kapasitas EBT bersama dengan energi air dan energi matahari yang masing-masing menyumbang 26%. Kapasitas energi surya mencapai rekor baru, menembus 100 GW melampaui energi nabati menjadi energi dengan kapasitas energi terbarukan terbesar ketiga setelah energi air dan angin.</p>
<p>Instalasi energi surya dunia juga mencapai rekor 30,5 gigawatts (GW) pada 2012 namun nilai investasi keseluruhan turun dari tahun sebelumnya dipicu turunnya harga panel surya antara 30%-40%. Penurunan harga ini memicu investasi pada pembangkit energi surya skala kecil yang naik dari $77 miliar pada 2011 menjadi $80 miliar pada 2012. Kapasitas energi angin terpasang juga mencetak rekor baru mencapai 48,4 GW naik dari 42,1 GW pada 2011.</p>
<p>Akselerasi dan pertumbuhan EBT melintasi batas geografis beralih ke negara berkembang. Dari 138 negara di dunia yang memiliki target dan kebijakan energi terbarukan, sebanyak dua pertiganya (lebih dari 30%) adalah negara berkembang. China, terus menjadi pemain utama EBT &#8211; terutama energi surya &#8211; dengan total investasi sebesar $67 miliar pada 2012 naik 22% dari tahun 2011.</p>
<p>Wilayah Timur Tengah dan Afrika menjadi wilayah dengan pertumbuhan investasi regional tertinggi naik 228% menjadi $12 miliar. Pertumbuhan ini terutama terjadi di Afrika Selatan, Maroko, Meksiko, Chili dan Kenya.</p>
<p>Di negara maju seperti Amerika Serikat, investasi EBT turun 34% menjadi $36 miliar karena ketidakpastian kebijakan pemerintah. Investasi EBT di Spanyol dan Italia juga terganggu akibat masalah kebijakan dan dukungan EBT ke depannya.</p>
<p>Jerman menambah kapasitas energi surya mereka sebesar 7,6 GW pada 2012 (27% dari kapasitas energi surya baru dunia), namun secara nasional, nilai investasi EBT mereka turun 35% menjadi $20 miliar. Alasannya, harga energi surya yang lebih rendah dan turunnya investasi di energi angin.</p>
<p>Kabar menggembirakan datang dari Jepang. Investasi EBT di Negeri Matahari Terbit ini (termasuk untuk riset dan pengembangan EBT) naik 73% menjadi $16 miliar, terutama karena pertumbuhan investasi di pembangkit energi tenaga surya skala kecil dipicu oleh pemberian subsidi tarif untuk pemasangan energi ini.</p>
<p>Menurut UNEP, sejumlah kota tengah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan EBT seperti di India, Brasil, China, Indonesia, Jepang dan Afrika Selatan. Di wilayah Uni Eropa dan Amerika Serikat, kota-kota juga mulai berinisiatif sendiri untuk beralih ke EBT.</p>
<p>Kota-kota di Eropa memiliki komitmen peralihan ke energi bersih terbesar. Sebanyak 1.116 kota baru menandatangani Covenant of Mayors pada 2012. Mereka sepakat beralih ke EBT guna mengurangi emisi CO2 sebesar 20% sekaligus menetapkan aksi mitigasi perubahan iklim dan efisiensi energi.</p>
<p>Jumlah lapangan kerja yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di industri EBT mencapai 5,7 juta pada 2012. Negara dengan pertumbuhan lapangan kerja tertinggi ada di Brasil, China, India, negara-negara anggota Uni Eropa dan Amerika Serikat. Di Bangladesh, jasa penjualan, pemasangan dan perawatan panel surya telah menciptakan 150.000 lapangan kerja baru yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di industri ini.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulama Berperan Melestarikan Harimau Sumatera</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/13/ulama-berperan-melestarikan-harimau-sumatera/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/13/ulama-berperan-melestarikan-harimau-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2013 11:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15140</guid>
		<description><![CDATA[Menyelamatkan dan melestarikan harimau sumatera sebagai salah satu ciptaan Allah, termasuk dalam misi dakwah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/13/ulama-berperan-melestarikan-harimau-sumatera/save-harimau-humas-universitas-nasional/" rel="attachment wp-att-15141"><img class="alignleft  wp-image-15141" style="margin: 5px 10px;" title="Save Harimau - Humas Universitas Nasional" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Save-Harimau-Humas-Universitas-Nasional.jpg" alt="" width="450" height="298" /></a>Siaran Pers Universitas Nasional</strong></p>
<p>Ulama Berperan dalam Pelestarian Harimau Sumatera</p>
<p><strong>JAKARTA, 13 Juni 2013</strong> – Menyadari pentingnya eksistensi Harimau Sumatera yang terancam punah, berbagai upaya strategis untuk menyelamatkan sub spesies terakhir ini terus digalakkan. Kali ini, upaya pelestarian dengan menggugah kesadaran dan partisipasi masyarakat dilakukan melalui pendekatan agama (khususnya Islam). “Pendekatan ini merupakan satu cara yang belum banyak dilakukan. Padahal pendekatan agama untuk lingkungan bukanlah hal baru dan telah diteliti ternyata mampu secara efektif memberikan perubahan persepsi dan kesadaran pada masyarakat,” ungkap Dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional, Dr. Fachruddin Mangunjaya, Msi yang juga menjadi Program Manager untuk Agama dan Lingkungan, LPPM Unas.</p>
<p>”Diskusi ini merupakan awal pertemuan dan konsultasi para praktisi konservasi dalam melibatkan Ulama untuk ikut berpartisipasi memberikan penyadaran tentang pentingnya perlindungan dan melestarikan harimau Sumatra dan habitatnya, melalui ajaran agama.’’</p>
<p>Kegiatan ini difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nasional (LPPM Unas) bersama Lembaga Pemuliaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Alliance of Religions and Conservation (ARC), UK.</p>
<p>Dialog bertema “Pelestarian Harimau dan Satwa Langka Melalui Kearifan Islam” ini dilakukan pada Kamis (13/6) di kantor MUI. Peserta dialog meliputi aktifis, perwakilan pemerintah, akademisi serta lembaga non pemerintah serta Pimpinan dan komisi fatwa MUI. Hadir sebagai nara sumber yaitu Ketua Lembaga Pemuliaan dan Sumberdaya Alam – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Hayu Prabowo, Direktur Keanekaragaman Hayati, Kementerian Kehutanan, Dr. Ir. Novianto Bambang W. M.Si, Ketua Badan Penasehat Forum Harimau Kita, Hario Teguh Wibisono, M.Sc, serta Dr. Sunarto pakar harimau sumaratera dari WWF Indonesia.</p>
<p>“Ulama, sebagai ahli waris tugas-tugas para Nabi (waratsatu al-anbiya) pembawa risalah Ilahiyah dan pelanjut misi yang diemban Rasulullah Muhammad SAW, terpanggil bersama-sama zuama dan cendekiawan muslim untuk melakukan ikhtiar-ikhtiar kebajikan Islam sebagai landasan bagi pembangunan masyarakat yang maju dan berakhlak, yang didalamnya termasuk kearifan lingkungan,” kata Dr Hayu Prabowo, Ketua Lembaga Pemuliaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Majelis Ulama Indonesia (MUI).</p>
<p>Lembaganya juga merupakan wadah para ulama dari berbagai kalangan mempunyai misi untuk melakukan dakwah bil lisan (pendekatan lisan) dan dakwah bil hal (pendekatan aksi/perbuatan) tentang ecoteologi Islam dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang mengacu kepada keseimbangan antara iman &amp; taqwa serta ilmu pengetahuan &amp; teknologi. Menyelamatkan dan melestarikan harimau sumatera sebagai salah satu ciptaan Allah, termasuk dalam misi dakwah ini.</p>
<p>Pendekatan melalui kearifan agama Islam ini dilakukan karena lokasi penyebaran harimau sumatra –seperti Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Lampung&#8211;pada umumnya berada pada kantong-kantong dimana masyarakat Muslim memegang ajaran keyakinannya dengan kuat. Oleh sebab itu, pendekatan penyadaran dapat dilakukan melalui para pemuka masyarakat informal yang dihormati di tingkat akar rumput pada umumnya adalah pemuka agama dan sekaligus –biasanya –pemimpin adat.</p>
<p>Prof. Dr.Ernawati Sinaga, MS.,Apt Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, (LPPM) Unas, menjelaskan bahwa peran pemuka agama dalam turut berpartisipasi melestarikan lingkungan menurut keyakinan agama, merupakan sesuatu yang penting. “Sebagai masyarakat Indonesia kita perlu menyadari bahwa populasi harimau kita menurun drastis dan menjadi sangat langka dan terancam punah. Jika harimau Sumatera punah, bukan hanya Indonesia yang rugi, tapi masyarakat internasional juga akan terkena dampaknya. Oleh karena itu, Unas tidak hanya perlu mendukung kesuksesan dalam pelestarian harimau Sumatera ini, tapi juga menjadi pelopor untuk melindungi satwa – satwa langka lainnya,” tambahmya, Senin (10/6).</p>
<p><strong>Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:</strong></p>
<p>Dr. Fachruddin Mangunjaya, Program Manager Religion and Environment, hp 0812-9733393, e-mail: fmangunjaya@civitas.unas.ac.id;</p>
<p>Dr. Hayu Prabowo, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam (LPLHSDA) hp 08119701709; e-mail: hayu.prabowo@mui-lplhsda.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/13/ulama-berperan-melestarikan-harimau-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah 100 Produsen Emisi GRK Terbesar di AS</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/13/inilah-100-produsen-emisi-grk-terbesar-di-as/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/13/inilah-100-produsen-emisi-grk-terbesar-di-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2013 01:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[CO2]]></category>
		<category><![CDATA[Emisi]]></category>
		<category><![CDATA[Gas rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemar]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15135</guid>
		<description><![CDATA[Inilah daftar 100 perusahaan dan organisasi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di Amerika Serikat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/13/inilah-100-produsen-emisi-grk-terbesar-di-as/greenhouse-gases-gerald-simmons/" rel="attachment wp-att-15137"><img class="alignleft  wp-image-15137" style="margin: 5px 10px;" title="Greenhouse gases - Gerald Simmons" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Greenhouse-gases-Gerald-Simmons.jpg" alt="" width="450" height="300" /></a>Tim peneliti dari Political Economy Research Institute (PERI) di University of Massachusetts, Amherst, baru-baru ini meluncurkan indeks <a href="http://www.peri.umass.edu/greenhouserelease/">Greenhouse 100</a>, indeks pertama yang berisi daftar 100 perusahaan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di Amerika Serikat.</p>
<p>Dalam indeks yang disusun bersama dengan New Economics Institute ini terungkap, tiga perusahaan listrik menempati posisi penghasil gas rumah kaca terbesar di AS yaitu American Electric Power, Duke Energy, dan Southern Company.</p>
<p>Masing-masing perusahaan ini memroduksi lebih dari 100 juta ton emisi CO2 per tahun. Bersama-sama mereka menyumbang lebih dari 5% emisi gas rumah kaca di AS &#8211; setara dengan emisi rata-rata 73 juta mobil dalam satu tahun. Yang menarik, pemerintah AS masuk sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ke-4 dengan jumlah emisi mencapai 77 juta ton – atau setara dengan emisi lebih dari 15 juta mobil per tahun.</p>
<p>Rangking sepuluh besar (rangking ke-5 hingga ke-10) penghasil emisi gas rumah kaca di AS adalah Berkshire Hathaway, Ameren Corporation, Luminant Generation Company, First Energy Generation Corporation, AES Corporation, dan Xcel Energy. US Steel, produsen baja yang menempati rangking ke-22, menjadi perusahaan non-energi dengan rangking emisi gas rumah kaca tertinggi di Negeri Paman Sam ini.</p>
<p>Data peringkat Greenhouse 100 diambil dari Program Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca milik Lembaga Perlindungan Lingkungan AS (EPA) yang mencatat emisi dari fasilitas dan industri besar pada tahun 2011. Tim peneliti PERI mencocokkan setiap fasilitas sesuai dengan kepemilikannya sebelum memeringkatkan setiap organisasi atau lembaga.</p>
<p>Pengguna laporan Greenhouse 100 ini bisa melihat detil laporan emisi di situs PERI. Tim juga menghitung persentase populasi penduduk minoritas dan penduduk berpendapatan rendah dalam radius 10 mil dari setiap fasilitas penghasil emisi gas rumah kaca, guna mengetahui dampak dari emisi ini ke masyarakat.</p>
<p>“Indeks Greenhouse 100 memberikan informasi daftar perusahaan-perusahaan besar yang mengeluarkan polusi penyebab perubahan iklim pada masyarakat, konsumen dan investor,” ujar Professor James Boyce, Direktur Program Lingkungan PERI. “Masyarakat berhak tahu tanggung jawab perusahaan dalam membantu mengatasi perubahan iklim. Legislator perlu memahami dampak dari perilaku perusahaan ini terhadap konstituen mereka.”</p>
<p>Indeks Greenhouse 100 juga dikenal dengan nama “Toxic 100”. Selain pencemar udara, PERI juga menerbitkan peringkat 100 perusahaan pencemar air bulan lalu. Peringkat lengkap 100 perusahaan pencemar udara di AS bisa dibaca di sini: <a href="http://www.peri.umass.edu/greenhouse100/">Toxic 100</a>.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/13/inilah-100-produsen-emisi-grk-terbesar-di-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obor La Via Campesina Pindah ke Afrika</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/12/obor-perjuangan-la-campesina-pindah-ke-afrika/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/12/obor-perjuangan-la-campesina-pindah-ke-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2013 07:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[International Peasant Movement]]></category>
		<category><![CDATA[La Via Campesina]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Petani Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15127</guid>
		<description><![CDATA[Sekretariat La Via Campesina yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir akan pindah ke Zimbabwe, Afrika.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p lang="en-US"><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/12/obor-perjuangan-la-campesina-pindah-ke-afrika/la-via-campesina/" rel="attachment wp-att-15129"><img class="alignleft size-full wp-image-15129" style="margin: 5px 10px;" title="La Via Campesina" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/La-Via-Campesina.jpg" alt="" width="400" height="269" /></a><strong>SIARAN PERS </strong></p>
<p lang="en-US"><strong>Obor Perjuangan La Via Campesina Pindah ke Afrika </strong></p>
<p lang="en-US">Jakarta, 12 Juni 2013 &#8211; La Via Campesina, organisasi gerakan petani dunia (International Peasant Movement) akan segera mengakhiri kongres ke 6 yang di selenggarakan dari 09-13 Juni di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta, Indonesia.</p>
<p lang="en-US">La Via Campesina telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.</p>
<p lang="en-US">Pemimpin LVC mengungkapkan bahwa sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Zimbabwe di Afrika.</p>
<p lang="en-US">&#8220;Kami akan menyerahkan tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana. Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani , &#8221; kata Henry Saragih, Koordinator global LVC dan ketua umum SPI.</p>
<p lang="en-US">33 anggota baru organisasi telah disahkan pada konferensi yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan.</p>
<p lang="en-US">Para anggota ini tidak hanya organisasi petani saja, akan tetapi juga gerakan masyarakat adat, gerakan perempuan, gerakan perkotaan, gerakan masyarakat tak bertanah dan banyak lainnya.</p>
<p>Berbicara tentang strategi masa depan gerakan ini, Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan bahwa, &#8220;Pada tahun-tahun mendatang kami akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik. &#8220;Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.</p>
<p lang="en-US">Deklarasi Maputo LVC juga mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.</p>
<p lang="en-US">Jeanne Verlinden, ketua pemuda dari gerakan aksi Petani (MAP) di Belgia mengatakan bahwa, &#8220;sebagai pemuda, kami sangat bangga LVCs telah mencapai tahun ke-20 tahun dan kini bergerak ke Afrika juga untuk menguatkan para petani disana. Sebagai kaum muda kami ingin menyaksikan masyarakat dunia yang menghargai para petani dan mengakui hak-hak kami dalam produksi pangan dunia. Sebagai pemuda, kami ingin melihat masyarakat dunia yang menghargai pertaniannya dan para petani dan mengakui hak kami dalam memproduksi makanan bagi masyarakat. Kami telah berkomitmen untuk menjamin masa depan para petani secara terus menerus dan melindungi bumi pertiwi.&#8221;</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut hubungi:<br />
Boaventura Monjane: +62 81517277979, boa.monjane @ viacampesina.org<br />
Vivana Rojas Flores: +62 85692383296, viviana.rojasflores @ gmail.com<br />
Zainal: + 6281311155365 (Bahasa)</p>
<p>VC Press Kit untuk 6 Konferensi Global: http://viacampesina.org/downloads/pdf/en/Presskiten.pdf</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/12/obor-perjuangan-la-campesina-pindah-ke-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
