<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:ymaps="http://api.maps.yahoo.com/Maps/V2/AnnotatedMaps.xsd">

<channel>
	<title>Hijauku.com &#124; Situs Hijau Indonesia &#187; Komunitas</title>
	<atom:link href="http://www.hijauku.com/category/komunitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hijauku.com</link>
	<description>Sumber Berita, Analisis, Informasi dan Inspirasi Lingkungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2013 05:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ayo Berjalan Kaki Setelah Makan</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 00:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki Cegah Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki Setelah Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15199</guid>
		<description><![CDATA[Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan membantu mengatur tingkat gula darah dan bisa mencegah penyakit diabates tipe 2.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/' addthis:title='Ayo Berjalan Kaki Setelah Makan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/walking-exercise-giorgio-minguzzi/" rel="attachment wp-att-15215"><img class="alignleft  wp-image-15215" style="margin: 5px 10px;" title="Walking exercise - Giorgio Minguzzi" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Walking-exercise-Giorgio-Minguzzi.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a>Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan membantu mengatur tingkat gula darah dan bisa mencegah penyakit diabates tipe 2. Hal ini terungkap dari <a href="http://sphhs.gwu.edu/abouttheschool/news/index.cfm?d=12545">penelitian terbaru</a> George Washington University School of Public Health and Health Services (SPHHS) yang dirilis Rabu (12/6).</p>
<p>Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care ini menemukan, berjalan kaki dalam jarak pendek sebanyak tiga kali setelah makan, sama efektifnya dalam mengurangi kandungan gula darah selama 24 jam dibanding berjalan kaki selama 45 menit dengan kecepatan lamban atau sedang. Berjalan kaki setelah makan juga jauh lebih efektif menurunkan gula darah tiga jam setelah makan malam dibanding berjalan kaki pada waktu-waktu lainnya.</p>
<p>“Penemuan ini adalah berita baik bagi mereka yang sudah berusia 70 dan 80 tahun yang mengalami kendala beraktivitas fisik setiap hari,” ujar Loretta DiPietro, PhD, MPH, kepala SPHHS Department of Exercise Science yang memimpin penelitian ini. “Kontraksi otot saat berjalan kaki dalam jarak pendek efektif mencegah kenaikan gula darah mendadak setelah makan yang biasanya terjadi pada orang tua,” ujarnya.</p>
<p>Penelitian ini bisa menjadi cara yang murah dan efektif untuk mencegah penyakit pra-diabetes yang bisa berkembang menjadi penyakit diabetes tipe 2. Sebanyak 79 juta warga Amerika Serikat memiliki penyakit pra-diebetes namun mereka tidak menyadarinya.</p>
<p>Penelitian lain telah menunjukkan, penurunan berat badan dan olah raga juga bisa mencegah penyakit diabates tipe 2, namun penelitian ini adalah penelitian pertama yang meneliti manfaat langsung aktivitas fisik dalam jangka pendek setelah makan guna mencegah penyakit ini.</p>
<p>Tim peneliti menemukan, waktu yang paling efektif untuk berjalan kaki adalah setelah makan malam. Kebanyakan dari kita cenderung untuk makan dalam jumlah paling banyak saat makan malam, kemudian diikuti dengan kegiatan menonton TV atau langsung tidur. Hal ini memicu peningkatan gula darah secara signifikan. Peningkatan gula darah ini bisa terus berlangsung selama 24 jam.</p>
<p>Fenomena ini bisa dicegah dengan cara berjalan kaki selama 15 menit setelah makan malam. “Menonton TV atau tidur setelah makan malam adalah kebiasaan paling jelek yang sering kita lakukan. Biarkanlah tubuh mencerna makanan terlebih dahulu. Keluar rumahlah untuk menggerakkan badan,” ujar DiPietro.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/17/ayo-berjalan-kaki-setelah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>38.8951118 -77.0363658</georss:point><geo:lat>38.8951118</geo:lat><geo:long>-77.0363658</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Udara Segar Kunci Kesehatan Siswa</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 04:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Jendela]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Udara Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Udara Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ventilasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15181</guid>
		<description><![CDATA[ Menambah jumlah ventilasi di kelas sehingga udara segar bisa masuk, terbukti meningkatkan kesehatan siswa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/' addthis:title='Udara Segar Kunci Kesehatan Siswa '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/classroom-window-kevin-s-farmer/" rel="attachment wp-att-15182"><img class="alignleft  wp-image-15182" style="margin: 5px 10px;" title="Classroom window - Kevin S. Farmer" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Classroom-window-Kevin-S.-Farmer.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a>Masa liburan panjang bisa menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyiapkan ruang kelas guna menyambut tahun ajaran baru. Salah satu fasilitas ruang kelas yang penting adalah ventilasi. Hasil <a href="http://newscenter.lbl.gov/feature-stories/2013/06/05/more-fresh-air-in-classrooms-means-fewer-absences/">penelitian</a> Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) yang diterbitkan baru-baru ini mengungkapkan, menambah jumlah ventilasi di kelas sehingga udara segar bisa masuk, terbukti meningkatkan kesehatan siswa.</p>
<p>Dengan menganalisis data fasilitas ventilasi di lebih dari 150 ruang kelas di California selama 2 tahun, tim peneliti menyimpulkan, menambah fasilitas ventilasi sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh pemerintah, mampu mengurangi jumlah siswa yang ijin karena sakit hingga 3,4%.</p>
<p>Manfaat ekonomi dari berkurangnya jumlah siswa yang sakit ini mencapai $33 juta per tahun bagi sekolah dan $80 juta per tahun bagi keluarga melalui penghematan biaya perawatan anak. Sekolah juga bisa memerlambat kenaikan biaya energi sehingga kenaikan biaya yang ditanggung oleh sekolah hanya akan naik $4 juta per tahun.</p>
<p>“Temuan kami menunjukkan, jika kita meningkatkan jumlah ventilasi dalam kelas sesuai atau melampaui standar pemerintah, sekolah, keluarga dan semua orang akan memeroleh manfaat dengan biaya yang terjangkau,” ujar Mark Mendell, ilmuwan dari Berkeley Lab. “Semuanya beruntung.”</p>
<p>Penelitian mengenai manfaat ventilasi di ruang kelas ini adalah penelitian terbesar yang pernah dilakukan di Amerika Serikat. Tim dari Berkeley Lab mengumpulkan data dari 162 ruang kelas 3, 4, dan 5 sekolah dasar di 28 sekolah di 3 distrik di negara bagian California.</p>
<p>Mereka menemukan, lebih dari separuh ruang kelas yang diteliti tidak memenuhi standar ventilasi yang telah ditetapkan oleh negara bagian. Aturan di California mengharuskan sekolah menyediakan ventilasi dengan tingkat sirkulasi udara mencapai 7,1 liter per detik per siswa.</p>
<p>Standar ini sama dengan standar di ruangan kantor dan pusat perbelanjaan sesuai dengan kepadatan (jumlah penghuni) di masing-masing ruang. Ventilasi ini bisa dipenuhi dengan dua cara yaitu ventilasi alami melalui fasilitas jendela atau ventilasi mekanis dengan memanfaatkan sistem kipas angin.</p>
<p>Ketersediaan udara bersih di dalam kelas dihitung melalui konsentrasi emisi CO2 di dalam dan luar ruangan. &#8220;CO2 bisa menjadi alat pelacak karena setiap penghuni kelas (siswa atau guru) menghasilkan emisi CO2. Dengan menghitung konsentrasi emisi CO2 ini kita bisa mengetahui tingkat ventilasi dalam kelas,&#8221; ujar Mendell. Tim peneliti lalu mengaitkan data ini dengan jumlah siswa yang ijin karena sakit di setiap kelas. Hasilnya, semakin banyak sirkulasi udara segar di dalam kelas, siswa akan semakin sehat.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/16/udara-segar-kunci-kesehatan-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	<georss:point>37.871953 -122.2600594</georss:point><geo:lat>37.871953</geo:lat><geo:long>-122.2600594</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Energi Terbarukan Semakin Berdaya</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 02:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[EBT]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Angin]]></category>
		<category><![CDATA[Energi bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Panel surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15152</guid>
		<description><![CDATA[Kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT) dunia terus meningkat membawa manfaat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/' addthis:title='Energi Terbarukan Semakin Berdaya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/installing-solar-pv-us-army-environmental-command/" rel="attachment wp-att-15153"><img class="alignleft  wp-image-15153" style="margin: 5px 10px;" title="Installing solar PV - US Army Environmental Command" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Installing-solar-PV-US-Army-Environmental-Command.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a>Kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT) dunia terus meningkat membawa manfaat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Pertumbuhan ini sekaligus menjadi solusi masalah lingkungan. Hal ini terungkap dalam <a href="http://www.unep.org/newscentre/Default.aspx?DocumentID=2718&amp;ArticleID=9542&amp;l=en">berita</a> Program Lingkungan PBB (UNEP) yang dirilis Rabu (12/6). Total kapasitas EBT dunia naik 8,5% dari tahun 2011 menjadi lebih dari 1.470 gigawatt (GW) pada 2012.</p>
<p>Energi angin menyumbang 39% dari kapasitas EBT bersama dengan energi air dan energi matahari yang masing-masing menyumbang 26%. Kapasitas energi surya mencapai rekor baru, menembus 100 GW melampaui energi nabati menjadi energi dengan kapasitas energi terbarukan terbesar ketiga setelah energi air dan angin.</p>
<p>Instalasi energi surya dunia juga mencapai rekor 30,5 gigawatts (GW) pada 2012 namun nilai investasi keseluruhan turun dari tahun sebelumnya dipicu turunnya harga panel surya antara 30%-40%. Penurunan harga ini memicu investasi pada pembangkit energi surya skala kecil yang naik dari $77 miliar pada 2011 menjadi $80 miliar pada 2012. Kapasitas energi angin terpasang juga mencetak rekor baru mencapai 48,4 GW naik dari 42,1 GW pada 2011.</p>
<p>Akselerasi dan pertumbuhan EBT melintasi batas geografis beralih ke negara berkembang. Dari 138 negara di dunia yang memiliki target dan kebijakan energi terbarukan, sebanyak dua pertiganya (lebih dari 30%) adalah negara berkembang. China, terus menjadi pemain utama EBT &#8211; terutama energi surya &#8211; dengan total investasi sebesar $67 miliar pada 2012 naik 22% dari tahun 2011.</p>
<p>Wilayah Timur Tengah dan Afrika menjadi wilayah dengan pertumbuhan investasi regional tertinggi naik 228% menjadi $12 miliar. Pertumbuhan ini terutama terjadi di Afrika Selatan, Maroko, Meksiko, Chili dan Kenya.</p>
<p>Di negara maju seperti Amerika Serikat, investasi EBT turun 34% menjadi $36 miliar karena ketidakpastian kebijakan pemerintah. Investasi EBT di Spanyol dan Italia juga terganggu akibat masalah kebijakan dan dukungan EBT ke depannya.</p>
<p>Jerman menambah kapasitas energi surya mereka sebesar 7,6 GW pada 2012 (27% dari kapasitas energi surya baru dunia), namun secara nasional, nilai investasi EBT mereka turun 35% menjadi $20 miliar. Alasannya, harga energi surya yang lebih rendah dan turunnya investasi di energi angin.</p>
<p>Kabar menggembirakan datang dari Jepang. Investasi EBT di Negeri Matahari Terbit ini (termasuk untuk riset dan pengembangan EBT) naik 73% menjadi $16 miliar, terutama karena pertumbuhan investasi di pembangkit energi tenaga surya skala kecil dipicu oleh pemberian subsidi tarif untuk pemasangan energi ini.</p>
<p>Menurut UNEP, sejumlah kota tengah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan EBT seperti di India, Brasil, China, Indonesia, Jepang dan Afrika Selatan. Di wilayah Uni Eropa dan Amerika Serikat, kota-kota juga mulai berinisiatif sendiri untuk beralih ke EBT.</p>
<p>Kota-kota di Eropa memiliki komitmen peralihan ke energi bersih terbesar. Sebanyak 1.116 kota baru menandatangani Covenant of Mayors pada 2012. Mereka sepakat beralih ke EBT guna mengurangi emisi CO2 sebesar 20% sekaligus menetapkan aksi mitigasi perubahan iklim dan efisiensi energi.</p>
<p>Jumlah lapangan kerja yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di industri EBT mencapai 5,7 juta pada 2012. Negara dengan pertumbuhan lapangan kerja tertinggi ada di Brasil, China, India, negara-negara anggota Uni Eropa dan Amerika Serikat. Di Bangladesh, jasa penjualan, pemasangan dan perawatan panel surya telah menciptakan 150.000 lapangan kerja baru yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di industri ini.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/14/energi-terbarukan-semakin-berdaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>-1.2920659 36.8219462</georss:point><geo:lat>-1.2920659</geo:lat><geo:long>36.8219462</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Polusi Melintasi Batas Provinsi</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/12/polusi-melintasi-batas-provinsi/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/12/polusi-melintasi-batas-provinsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 23:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[CO2]]></category>
		<category><![CDATA[Emisi]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[Outsourcing]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15107</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan menjadi rahasia jika kemajuan ekonomi di satu negara seringkali dicapai dengan mengorbankan negara lain. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/12/polusi-melintasi-batas-provinsi/' addthis:title='Polusi Melintasi Batas Provinsi '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/12/polusi-melintasi-batas-provinsi/map-of-china-provinces-china-page/" rel="attachment wp-att-15108"><img class="alignleft  wp-image-15108" style="margin: 5px 10px;" title="Map of China provinces - China Page" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Map-of-China-provinces-China-Page-600x498.jpg" alt="" width="420" height="349" /></a>Sudah bukan menjadi rahasia jika kemajuan ekonomi di satu negara seringkali dicapai dengan mengorbankan negara lain. Hal ini terutama terkait dengan produksi emisi CO2.</p>
<p>Produk-produk di negara maju banyak dialihkerjakan ke negara yang lebih miskin dengan tingkat upah dan teknologi yang lebih rendah. Sehingga negara tersebut memroduksi lebih banyak emisi CO2.</p>
<p>Banyak produk-produk negara maju yang dialihkerjakan di China yang memiliki tenaga kerja melimpah dengan upah yang murah. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PNAS mengupas lebih dalam mengenai produksi emisi di China &#8211; negara penghasil emisi CO2 terbesar di dunia di atas Amerika Serikat.</p>
<p>Penelitian yang dipimpin oleh Kuishuang Fenga dari Jurusan Ilmu Geografis di University of Maryland ini menunjukkan, produksi emisi tidak hanya berdampak lintas negara namun juga berdampak lintas provinsi di China.</p>
<p>Sebanyak 57% emisi yang dihasilkan oleh provinsi di China berasal dari produksi barang-barang yang dikonsumsi oleh masyarakat di luar provinsi bahkan di luar negeri.</p>
<p>Tim peneliti melacak emisi CO2 pada setiap produk yang diperdagangkan di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan menggunakan metode ini para peneliti bisa membandingkan kesenjangan kualitas ekonomi dan lingkungan pada setiap wilayah.</p>
<p>Misalnya, tim peneliti menemukan, 80% emisi di provinsi China bagian tengah dan barat berasal dari produksi produk yang dikonsumsi oleh provinsi-provinsi yang lebih maju di wilayah pesisir China. China tengah dan barat adalah pusat produksi barang-barang bernilai rendah yang menghasilkan emisi CO2 tinggi.</p>
<p>Jika tidak dikontrol melalui kebijakan, kebocoran emisi antar provinsi ini akan terus merugikan provinsi yang lebih miskin. Mereka akan lebih sulit mencapai target emisi yang ditetapkan oleh pemerintah sementara provinsi yang lebih kaya akan melenggang karena mengalihkerjakan produk-produk yang mereka konsumsi ke provinsi yang lebih miskin.</p>
<p>Pada 2007, sebanyak 4 gigaton emisi CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil di China berasal dari produksi barang dan jasa yang akhirnya dikonsumsi oleh provinsi lain atau negara lain. Tim peneliti mengelompokkan 30 provinsi dan kota di China berdasarkan 8 wilayah geografis.</p>
<p>Provinsi Beijing–Tianjin, wilayah pesisir China bagian tengah dan selatan adalah wilayah yang paling kaya dan maju. Lebih dari 75% emisi produk yang dikonsumsi oleh masyarakat di Beijing–Tianjin berasal dari provinsi-provinsi lain terutama di wilayah China bagian tengah dan barat yang lebih miskin. Hal yang sama terjadi di wilayah pesisir China bagian tengah dan selatan yang 50%-nya emisi konsumsinya berasal dari provinsi lain.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/12/polusi-melintasi-batas-provinsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>39.90403 116.407526</georss:point><geo:lat>39.90403</geo:lat><geo:long>116.407526</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Bersama Kita Bisa Selamatkan Laut</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/08/bersama-kita-bisa-selamatkan-laut/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/08/bersama-kita-bisa-selamatkan-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2013 01:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kelautan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[World Oceans Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15038</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari 70% permukaan bumi adalah laut dan banyak dari kekayaan keanekaragaman hayati terdapat di laut. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/08/bersama-kita-bisa-selamatkan-laut/' addthis:title='Bersama Kita Bisa Selamatkan Laut '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/08/bersama-kita-bisa-selamatkan-laut/world-map-ocean-locator-wikimedia-commons/" rel="attachment wp-att-15039"><img class="alignleft  wp-image-15039" style="margin: 5px 10px;" title="World map ocean locator - Wikimedia Commons" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/World-map-ocean-locator-Wikimedia-Commons.jpg" alt="" width="450" height="257" /></a>Hari ini dunia kembali menyerukan upaya perlindungan kelestarian lingkungan. Tanggal 8 Juni diperingati sebagai Hari Kelautan Dunia / World Oceans Day. Tema peringatan Hari Kelautan kali ini adalah &#8220;Bersama kita bisa melindungi laut&#8221; atau “Together we have the power to protect the ocean”.</p>
<p>Menurut data UNESCO, lebih dari 1000 spesies baru telah ditemukan di kawasan laut yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia atau World Heritage List. Data ini dikumpulkan oleh portal keanekaragaman hayati laut milik UNESCO yaitu Ocean Biogeographic Information System (OBIS).</p>
<p>Konvensi Warisan Dunia tahun 1972 melindungi 46 wilayah kelautan di seluruh dunia dengan memertimbangkan faktor keindahan alam, fungsi ekologis, proses geologis serta kandungan keanekaragaman hayati yang tidak bisa ditemukan di wilayah lain.</p>
<p>Lebih dari 70% permukaan bumi adalah laut dan banyak dari warisan dunia yang berlokasi di laut. Menurut Alyssa Isakower, koordinator perayaan Hari Kelautan Dunia, setiap tahun semakin banyak masyarakat dan organisasi yang terlibat dalam upaya positif melindungi laut. &#8220;Kami berharap semua bisa merayakan Hari Kelautan ini dengan positif, dengan berbagi inspirasi dan pengetahuan mengenai laut menuju terciptanya bumi yang lebih aman dan sehat,&#8221; ujarnya dalam berita resmi World Oceans Day.</p>
<p>Lebih dari 250 acara akan dilaksanakan di seluruh dunia. Di London, akan ada konser musik, barbeque dan diskusi mengenai upaya mewujudkan masa depan laut yang berkelanjutan. Di Monterey, Amerika Serikat. Aquarium Monterey Bay merayakan ulang tahunnya yang keenam dengan menggelar konser musik dan berbagi informasi &#8211; juga makanan &#8211; mengenai cara pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan. Upaya ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat laut bagi ekosistem di bumi dan bahwa danau, sungai dan laut adalah ekosistem yang saling terkait.</p>
<p>Australia akan menggelar kampanye online gaya baru di wilayah Terumbu Karang Besar atau Great Barrier Reef dengan mengadakan tur bawah laut yang akan disiarkan langsung melalui YouTube Live broadcast dan Google+ Hangout.</p>
<p>Di Terengganu, Malaysia, Malaysian Nature Society akan memberikan kursus gratis bagi penyelam dan <em>snorkelers</em> cara menikmati dan menjaga ekosistem kelautan. Akan ada aksi bersih-bersih pantai, edukasi dan eksplorasi ilmiah yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat atas ekosistem laut.</p>
<p>Di Jakarta, Indonesia, organisasi lingkungan WWF-Indonesia akan menggelar peringatan Hari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle Day) yang jatuh sehari setelah peringatan Hari Kelautan Dunia, Minggu (9/6).</p>
<p>Menurut WWF-Indonesia, Segitiga Terumbu Karang adalah kawasan laut dengan keanekaragaman hayati karang tertinggi di dunia. Kawasan ini mencakup 6 negara, yaitu Filipina, Indonesia, Kepulauan Salomon, Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste.</p>
<p>Keberadaan kawasan perairan seluas 6 juta km2 ini sangat penting untuk melindungi keberlangsungan hidup planet bumi yang tengah menghadapi ancaman serius degradasi lingkungan, eksploitasi dan ancaman perubahan iklim.</p>
<p>Segitiga Terumbu Karang juga merupakan rumah bagi 76% spesies terumbu karang dunia, 6 dari 7 spesies penyu laut, dan sekitar 2,228 spesies ikan (termasuk salah satunya adalah ikan hiu). Secara spesifik, WWF-Indonesia akan menggelar kampanye #SOSharks (Save Our Sharks) yang mengangkat isu perlindungan hiu di Indonesia untuk memeringati Hari Terumbu Karang Dunia.</p>
<p>Selamat merayakan Hari Kelautan Dunia. Temukan berbagai informasi dan inspirasi terbaru tentang ekosistem kelautan secara online di Hijauku.com atau melalui akun sosial media Hijauku.com yaitu @hijaukudotcom di Twitter dan hijaukudotcom di Facebook.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/08/bersama-kita-bisa-selamatkan-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>-6.2238995 106.806388</georss:point><geo:lat>-6.2238995</geo:lat><geo:long>106.806388</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Membudayakan Gaya Hidup Hijau</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/06/membudayakan-gaya-hidup-hijau/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/06/membudayakan-gaya-hidup-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2013 02:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[2013]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Lingkungan Hidup Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[KLH]]></category>
		<category><![CDATA[Think. Eat. Save]]></category>
		<category><![CDATA[UII]]></category>
		<category><![CDATA[UNEP]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=15029</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku serta gaya hidup yang efisien dan ramah lingkungan harus terus diupayakan termasuk dalam konsumsi pangan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/06/membudayakan-gaya-hidup-hijau/' addthis:title='Membudayakan Gaya Hidup Hijau '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p lang="id-ID"><strong><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/06/membudayakan-gaya-hidup-hijau/3r-lifestyle-nkululeko-masondo/" rel="attachment wp-att-15030"><img class="alignleft  wp-image-15030" style="margin: 5px 10px;" title="3R Lifestyle - Nkululeko Masondo" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/3R-Lifestyle-Nkululeko-Masondo.jpg" alt="" width="400" height="400" /></a>Oleh: Ribut Lupiyanto*</strong></p>
<p lang="id-ID">United Nations Environment Programme (UNEP) mengangkat “Think-Eat-Save” sebagai tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2013 ini. Dengan tema tersebut, UNEP mengajak semua warga dunia untuk lebih sadar akan dampak lingkungan yang diakibatkan dari pilihan jenis makanan yang dibuat ataupun dikonsumsi.</p>
<p lang="id-ID">Untuk Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengusung tema yang selaras yaitu “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”. Pemilihan tema ini dimaksudkan oleh KLH untuk membuka kesadaran masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak. Titik temu dari kedua tema tersebut bermuara pada aspek pangan dari kacamata lingkungan.</p>
<p lang="id-ID">Gaya hidup manusia menurut FAO telah menyebabkan sedikitnya 1,3 miliar ton makanan terbuang percuma. Padahal 1 dari 7 orang di dunia masih terkena bencana kelaparan dan lebih dari 20.000 anak balita meninggal setiap hari karena kelaparan. Dampak dari limbah makanan selain merugikan secara finansial juga berdampak buruk bagi lingkungan. Semakin banyak sisa makanan yang terbuang berarti juga semakin besar pemborosan terhadap penggunaan bahan kimia, sumberdaya air, serta <a href="http://alamendah.org/2010/07/26/tips-sederhana-hemat-bahan-bakar/" target="_blank">bahan bakar</a>. Semakin besar makanan terbuang ke tempat pembuangan sampah juga akan membuat kontribusi yang signifikan terhadap <a href="http://alamendah.org/2009/12/28/mengurangi-dampak-pemanasan-global-semua-bisa/" target="_blank">pemanasan global</a>.</p>
<p lang="id-ID">Lingkungan yang menjadi media utama penghasil pangan daya dukungnya terbatas. Keterbatasan tersebut terjadi baik secara kuantitas maupun kualitas. Sebaliknya kebutuhan manusia akan pangan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan gaya hidup boros manusia.</p>
<p lang="id-ID">Penulis yang tergabung dalam Tim PPEJ (2011) pernah mengkaji daya dukung lingkungan di Sub DAS Bengawan Solo Hulu. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota mengalami defisit dalam daya dukung lahan pertanian. Hal ini mengindikasikan produksi lahan pertanian di wilayah Sub-DAS Bengawan Solo Hulu sudah tidak mampu mendukung kebutuhan pangan penduduknya, sehingga membutuhkan pasokan dari luar.</p>
<p lang="id-ID">Gambaran daya dukung lingkungan di atas tentu akan berakibat pada tidak tercapainya swasembada pangan. Ketahanan pangan masih mungkin diwujudkan dengan praktek mendatangkan dari wilayah bahkan negara lain. Kementerian Lingkungan Hidup RI (2013) memprediksi sekitar 49,3% bahan makanan berasal dari luar daerah. Fenomena ini akan memberikan dampak bagi lingkungan, misal meningkatnya emisi karbon dari transportasi.</p>
<p lang="id-ID">Kondisi di atas merupakan peringatan agar segera dilakukan langkah-langkah konkrit dalam rangka menguatkan daya dukung lingkungan dalam aspek pangan.</p>
<p lang="id-ID"><em>Pertama</em>, luasan lahan pertanian produktif perlu dipertahankan dan dijaga dari derasnya upaya konversi. Mekanisme insentif dan disinsentif mendesak direalisasikan. Petani sudah seharusnya diringankan bebannya misal dengan meniadakan pajak lahan sawah, subsidi pupuk, dan lainnya. Sedangkan pelaku konversi perlu dikendalikan dengan ketegasan kebijakan lahan pertanian berkelanjutan atau memaksimalkan pungutan perizinan dan pajak.</p>
<p lang="id-ID"><em>Kedua</em>, produktivitas pertanian perlu ditingkatkan sehingga mampu menjadi sektor menggiurkan. Pengembangan komoditi perlu divariasikan. Sektor hulu-hilir pertanian juga harus dihadirkan dengan petani sebagai pelaku utamanya. Kewirausahaan petani penting untuk ditumbuhkan dan didukung dengan kebijakan seperti bantuan modal, bimbingan teknis, distribusi produk, dan lainnya.</p>
<p lang="id-ID"><em>Ketiga</em>, perilaku petani perlu diarahkan agar tercipta pertanian yang minim pencemaran. Kebijakan pertanian organik dapat dikembangkan. Petani juga harus dilindungi dari permainan ekonomi perusahaan-perusahaan pupuk besar.</p>
<p lang="id-ID"><em>Keempat</em>, diversifikasi bahan pangan dan budaya memanfaatkan produk pangan lokal perlu digalakkan kembali. Hal ini untuk mengurangai ketergantungan pada produksi beras, sedangkan daya dukung lingkungan belum tentu cocok untuk komoditi padi. Selain itu, diversifikasi juga dapat memperbaiki kualitas tanah dan mengurangi hama dan penyakit.</p>
<p lang="id-ID"><strong>Ekoefisiensi Pangan</strong></p>
<p lang="id-ID">Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2012 menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) masih berkisar pada angka 0,57 (dari angka mutlak 1). Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita baru setengah-setangah berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Peduli atau Ramah lingkungan harus terus diupayakan termasuk konsumsi pangan. Sangat penting mendorong perilaku dan gaya hidup manusia agar efisien dan ramah lingkungan dalam hal pangan. Kunci pentingnya adalah melakukan efisiensi pemanfaatan dan meminimalisasi limbah akibat pemakaian.</p>
<p lang="id-ID">Efisien artinya tepat pakai. Ketepatan tersebut menyangkut besaran dan fungsinya. Secara besaran tepat sesuai takaran yang dibutuhkan dan secara fungsional tepat sesuai kemanfaatan yang dibutuhkan. Selain itu efisiensi juga perlu didorong dalam aspek lingkungan atau dikenal dengan eko-efisiensi.</p>
<p lang="id-ID">Kebutuhan asupan makanan setiap hari sudah ada takarannya. Pilihan makanan pun bisa diamati dari sisi kebutuhan kalori. Selain tidak berlebihan, konsumsi makanan juga perlu mempertimbangkan jenis makanan. Di era kimiawi seperti sekarang, pilihan makanan yang bersifat alami selain baik dari sisi medis juga ramah lingkungan. Bandingkan dengan makanan-makanan olahan yang membutuhkan bahan bakar dan menghasilkan limbah.</p>
<p lang="id-ID">Ibu rumah tangga juga perlu dikenalkan pada praktek eko-efisiensi dalam mengolah makanan di rumah. Contoh sederhana adalah menghemat listrik atau bahan bakar ketika memasak.</p>
<p lang="id-ID">Sejak kecil juga penting dididik agar makan secukupnya dan tidak menghasilkan sisa makanan yang sebenarnya masih bisa dimakan. Pendekatan spritual bisa digunakan, misalkan memahamkan bagi Muslim akan ajaran Nabi SAW agar makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, artinya tidak boleh berlebihan. Nabi juga mengajarkan makan harus habis tanpa limbah yang harusnya masih bisa dimakan. Dalam budaya Jawa nasi juga memiliki nilai spiritual. Jika makan kemudian tersisa dan terbuang percuma, maka dipercayai Dewi Sri, dewi penjaga dan pemelihara padi akan murka. Karena itu bagi orang Jawa menyia-nyiakan nasi adalah pantangan besar.</p>
<p lang="id-ID">Upaya mengubah perilaku dan pola konsumsi harus dimulai dari level individu. Saatnya gaya hidup hijau yaitu perilaku yang ramah lingkungan dibudayakan dan dijadikan trend baru. Gaya hidup hijau selain bervisi lingkungan juga sarat nilai sosial dan kesehatan. Mari mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai sekarang juga.</p>
<p lang="id-ID"><strong>* Penulis adalah Peneliti dan Ketua Divisi Riset Pusat Studi Lingkungan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta</strong></p>
<p lang="id-ID">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/06/membudayakan-gaya-hidup-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>-7.6879374 110.4129029</georss:point><geo:lat>-7.6879374</geo:lat><geo:long>110.4129029</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Regulasi Kunci Keselamatan Pesepeda</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/02/regulasi-kunci-keselamatan-pesepeda/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/02/regulasi-kunci-keselamatan-pesepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2013 07:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Helm]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=14944</guid>
		<description><![CDATA[Bahaya kecelakaan dalam bersepeda bisa dikurangi secara signifikan melalui penerapan peraturan keselamatan bersepeda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/02/regulasi-kunci-keselamatan-pesepeda/' addthis:title='Regulasi Kunci Keselamatan Pesepeda '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/02/regulasi-kunci-keselamatan-pesepeda/city-cyclist-richard-masoner/" rel="attachment wp-att-14951"><img class="alignleft  wp-image-14951" style="margin: 5px 10px;" title="City cyclist - Richard Masoner" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/City-cyclist-Richard-Masoner.jpg" alt="" width="400" height="268" /></a>Bahaya kecelakaan dalam bersepeda bisa dikurangi secara signifikan melalui peraturan penggunaan helm. Walau terkesan sederhana, <a href="http://childrenshospital.org/newsroom/Site1339/mainpageS1339P951.html">penelitian</a> yang dilakukan oleh Rumah Sakit Anak di Boston ini sudah masuk dalam Journal of Pediatrics edisi Kamis (23/5).</p>
<p>Penelitian sebelumnya menunjukkan, menggunakan helm bisa mengurangi risiko cidera otak hingga 88%. Penelitian dari Rumah Sakit Anak di Boston menyimpulkan, hanya dengan menciptakan dan menegakkan peraturan penggunaan helm, tingkat kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor dan sepeda bisa dikurangi hingga 20% untuk anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun.</p>
<p>Rata-rata 900 jiwa melayang di Amerika Serikat akibat kecelakaan antara kendaraan bermotor dan sepeda &#8211; sebanyak 75% dari korban yang meninggal dunia disebabkan oleh cidera di bagian kepala. Pada saat penelitian selama 12 tahun ini dimulai (1999 hingga 2010), 16 negara bagian di AS sudah memiliki peraturan yang mewajibkan pemakaian helm saat bersepeda, sementara 35 negara bagian belum memilikinya.</p>
<p>Tim peneliti yang terdiri dari William P. Meehan III, MD, Lois K. Lee, MD, MPH, dan Rebekah C. Mannix, MD, MPH mengidentifikasi semua kecelakaan yang berhubungan dengan sepeda &#8211; yang jumlahnya mencapai 1612 kecelakaan &#8211; di negara bagian yang memiliki dan tidak memiliki peraturan terkait penggunaan helm.</p>
<p>Setelah menyaring penyebab kecelakaan lain seperti usia, konsumsi alkohol dan pendapatan rumah tangga, tim peneliti menyimpulkan, tingkat kematian di negara bagian yang memiliki peraturan penggunaan helm jauh lebih rendah.</p>
<p>Tim peneliti menggunakan data sensus yang dikumpulkan oleh National Highway Traffic Safety Administration di 50 negara bagian termasuk distrik Columbia dan Puerto Rico. Hasil penelitian ini sekaligus menegaskan kembali manfaat penggunaan helm dan kepastian regulasi yang mengaturnya di setiap wilayah, sebagaimana direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/02/regulasi-kunci-keselamatan-pesepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>42.3584308 -71.0597732</georss:point><geo:lat>42.3584308</geo:lat><geo:long>-71.0597732</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Sepertiga Bencana Terjadi di Asia</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/06/01/sepertiga-bencana-alam-terjadi-di-asia/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/06/01/sepertiga-bencana-alam-terjadi-di-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2013 01:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Badai]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerugian]]></category>
		<category><![CDATA[Pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[Topan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=14922</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari sepertiga bencana alam terjadi di Asia. Namun kerugian terbesar akibat bencana alam dialami Amerika Serikat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/06/01/sepertiga-bencana-alam-terjadi-di-asia/' addthis:title='Sepertiga Bencana Terjadi di Asia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/06/01/sepertiga-bencana-alam-terjadi-di-asia/natural-disaster-in-us-united-states-army/" rel="attachment wp-att-14923"><img class="alignleft  wp-image-14923" style="margin: 5px 10px;" title="Natural disaster in US - United States Army" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/06/Natural-disaster-in-US-United-States-Army-600x450.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a>Lebih dari sepertiga bencana alam terjadi di Asia. Namun kerugian terbesar akibat bencana alam dialami Amerika Serikat. Hal ini terungkap dalam penelitian <a href="http://www.worldwatch.org/natural-catastrophes-2012-dominated-us-weather-extremes">Vital Signs Online</a> dari Worldwatch Institute yang dirilis Selasa (28/2). Penelitian ini menganalisis data sebaran bencana alam dan jumlah kerugian yang terjadi pada 2012.</p>
<p>Menurut Vital Signs, pada 2012, terjadi 905 bencana alam di seluruh dunia. Sebanyak 93% dari bencana tersebut adalah bencana yang terkait dengan cuaca. Amerika Serikat menurut laporan ini menjadi negara yang menderita kerugian serius akibat cuaca ekstrem. AS menanggung 69% kerugian total dunia dan 92% nilai kerugian yang diasuransikan akibat bencana alam. Total kerugian bencana alam dunia diperkirakan mencapai $170 miliar sementara kerugian yang diasuransikan mencapai $70 miliar.</p>
<p>Lebih detil lagi, dari 905 bencana alam yang terjadi, 45% adalah bencana meteorologis (badai), 36% adalah bencana hidrologis (banjir), dan 12% adalah bencana klimatologis seperti gelombang panas, gelombang dingin, kekeringan dan kebakaran. Sisanya (7%) adalah bencana geofisika seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Data ini berbeda dengan tren jangka panjang yang terjadi dari tahun 1980 hingga 2011 dimana bencana geofisika menyumbang 14% dari semua bencana alam yang terjadi di dunia.</p>
<p>Korban akibat bencana alam pada 2012 mencapai 9.600 jiwa. Sebanyak 93% korban jiwa dipicu oleh bencana yang terkait dengan cuaca. Hanya 7% korban jiwa diakibatkan oleh bencana geofisika.</p>
<p>Badai Sandy, kekeringan ekstrem di Midwest, dan topan dahsyat yang disertai tornado di AS menyumbang $100 miliar dari nilai kerugian total akibat bencana alam dunia. Perusahaan asuransi menanggung $58 miliar dari jumlah kerugian tersebut. Jumlah kerugian ini adalah jumlah kerugian total dan terasuransikan tertinggi kedua di Amerika Serikat.</p>
<p>Jumlah kerugian tertinggi yang dialami Amerika Serikat terjadi pada 2005, saat Badai Katrina menghantam wilayah pesisir Mississippi dan kota New Orleans. Eropa menanggung 13% dari total kerugian akibat bencana alam sementara wilayah Asia Pasifik menanggung 17%. Jumlah kerugian yang diasuransikan akibat bencana alam di Eropa dan Asia Pasifik hanya mencapai 8% dari total.</p>
<p>Pada 2012, 15% bencana alam terjadi di Eropa. Wilayah bagian selatan Eropa didera kekeringan ekstrem terutama di sebagian wilayah Italia, Spanyol, Portugal, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, serta Slovenia, dengan total kerugian mencapai $3,8 miliar. Bencana kekeringan juga terjadi di wilayah Rusia dan Kazakhstan dengan kerugian di industri pertanian mencapai $600 juta &#8211; di Rusia saja.</p>
<p>Sebanyak 11% bencana alam terjadi di Afrika, sedikit di atas rata-rata tren jangka panjang yang 9%. Semua bencana alam yang terjadi di Afrika pada 2012 terkait cuaca termasuk banjir parah yang melanda Nigeria dari Juli hingga Oktober— salah satu dari lima bencana dengan korban jiwa terbanyak pada 2012— dengan total kerugian mencapai $500 juta dan korban jiwa mencapai 360 orang.</p>
<p>Wilayah Asia Pasifik mengalami 43% bencana alam dunia pada 2012 dengan 37%-nya terjadi di Asia. Wilayah Asia Pasifik menderita 17% dari jumlah kerugian total akibat bencana alam—jauh di bawah rata-rata jangka panjang sebesar 45% sejak 1980. Sebagian besar bencana alam yang terjadi di Asia Pasifik adalah banjir dan badai.</p>
<p>Wilayah yang paling sedikit terkena bencana alam (hanya 5%) adalah Amerika Selatan dengan 86% bencana yang terjadi di wilayah tersebut adalah bencana yang terkait dengan cuaca. Masih ragu dengan krisis perubahan iklim dan pemanasan global?</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/06/01/sepertiga-bencana-alam-terjadi-di-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>38.8951118 -77.0363658</georss:point><geo:lat>38.8951118</geo:lat><geo:long>-77.0363658</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Gedung Hemat Energi Bikin Hoki</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/05/28/hemat-energi-gedung-bikin-untung/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/05/28/hemat-energi-gedung-bikin-untung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 May 2013 16:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Efisiensi]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung]]></category>
		<category><![CDATA[Penghematan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=14870</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian terbaru di Amerika Serikat mengungkap manfaat ekonomi dari upaya penghematan energi pada bangunan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/05/28/hemat-energi-gedung-bikin-untung/' addthis:title='Gedung Hemat Energi Bikin Hoki '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/05/28/hemat-energi-gedung-bikin-untung/new-york-city-building-patrick-gruban-2/" rel="attachment wp-att-14871"><img class="alignleft  wp-image-14871" style="margin: 5px 10px;" title="New York City building - Patrick Gruban" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/05/New-York-City-building-Patrick-Gruban.jpg" alt="" width="400" height="276" /></a>Penduduk Amerika Serikat menghabiskan $432 miliar per tahun untuk membayar biaya energi bangunan rumah, toko dan kantor mereka. Biaya ini setara dengan biaya asuransi kesehatan yang harus dibayar oleh semua perusahaan di AS.</p>
<p><a href="http://naturalleader.com/pdf/RHG_UnlockingAmericanEfficiency_May2013-v4.pdf">Penelitian terbaru</a> dari United Technologies Corporation bekerja sama dengan Rhodium Group mengungkapkan, jika pemerintah, pebisnis dan rumah tangga mau menghemat energi menggunakan desain dan teknologi yang ada saat ini, mereka akan mampu menghemat biaya hingga $65 miliar per tahun. Kedua lembaga ini meneliti dampak dari target efisiensi energi bangunan di Amerika Serikat sebesar 30% hingga 2030.</p>
<p>Menggunakan bahasa finansial perusahaan, penghematan energi bangunan sebesar 30% ini juga akan mampu meningkatnya imbal hasil internal atau internal rate of return (IRR) sebesar 28,6% dalam waktu 10 tahun.</p>
<p>Imbal hasil ini lebih tinggi empat kali lipat jika dibanding imbal hasil surat berharga seperti obligasi atau imbal hasil rata-rata saham, dan dua kali lipat lebih banyak dibanding keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan modal ventura (venture capital firms).</p>
<p>Hal ini karena harga rancangan dan teknologi efisiensi energi yang ada saat ini sudah bersaing dengan harga produk konvensional. Manfaat lain, teknologi efisiensi modern mampu menghemat biaya energi secara signifikan.</p>
<p>Apalagi ditambah dengan ancaman peningkatan harga energi. Menghemat energi pada bangunan hingga 30% bisa mengurangi biaya energi rumah tangga hingga $163 per tahun. Jika penggunaan energi pada rumah tangga dan bisnis digabung, manfaat dari peningkatan efisiensi ini bisa mencapai $466 per tahun.</p>
<p>Penghematan itu dua kali lipat biaya yang dikeluarkan ibu-ibu untuk membeli sayuran segar. Angka itu juga lebih banyak dibandingkan biaya untuk membeli peralatan rumah tangga, furnitur, pakaian anak-anak, dan setara dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli obat-obatan baik obat resep maupun obat yang dijual bebas.</p>
<p>Pemerintah federal, pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal di AS menghabiskan lebih dari $50 miliar per tahun untuk biaya energi. Jika mereka mampu menghemat energi pada gedung-gedung pemerintah sebesar 30%, AS akan mampu menghemat hingga $8 miliar per tahun yang bisa digunakan untuk menyeimbangkan anggaran sekaligus memotong pajak.</p>
<p>Di seluruh dunia, upaya penghematan energi pada bangunan bisa menciptakan pasar desain dan teknologi bangunan hemat energi senilai $1.8 triliun. Investasi pada teknologi penghemat energi ini juga akan membuat perusahaan manapun lebih kompetitif. Mari memerbanyak gedung yang hemat energi.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/05/28/hemat-energi-gedung-bikin-untung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>41.7637111 -72.6850932</georss:point><geo:lat>41.7637111</geo:lat><geo:long>-72.6850932</geo:long>	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Bencana di Fukushima</title>
		<link>http://www.hijauku.com/2013/05/27/belajar-dari-bencana-di-fukushima/</link>
		<comments>http://www.hijauku.com/2013/05/27/belajar-dari-bencana-di-fukushima/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 May 2013 23:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hijauku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bocor]]></category>
		<category><![CDATA[Fukushima]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[IAEA]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Radiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hijauku.com/?p=14608</guid>
		<description><![CDATA[Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pemerintah Jepang meneruskan upaya menon-aktifkan rektor nuklir mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.hijauku.com/2013/05/27/belajar-dari-bencana-di-fukushima/' addthis:title='Belajar dari Bencana di Fukushima '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>
<p><a href="http://www.hijauku.com/2013/05/27/belajar-dari-bencana-di-fukushima/peace-cranes-on-melbourne-post-office-for-fukushima-victims-takver/" rel="attachment wp-att-14609"><img class="alignleft  wp-image-14609" style="margin: 5px 10px;" title="Peace cranes on Melbourne post office steps for Fukushima victims - Takver" src="http://www.hijauku.com/wp-content/uploads/2013/05/Peace-cranes-on-Melbourne-post-office-for-Fukushima-victims-Takver.jpg" alt="" width="450" height="301" /></a>Kajian International Atomic Energy Agency (IAEA), lembaga tenaga nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pemerintah Jepang meneruskan upaya menon-aktifkan reaktor nuklir mereka.</p>
<p>Hal ini terungkap dalam <a href="http://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=44992&amp;Cr=nuclear&amp;Cr1=#.UaKMnECXSSp">laporan IAEA</a> yang dirilis Jum&#8217;at (24/5). Walau Jepang telah berhasil menyetabilkan reaktor nuklirnya pasca bencana gempa bumi dua tahun yang lalu, masih banyak masalah yang harus dibereskan sebelum Jepang bisa menon-aktifkan reaktornya.</p>
<p>“Laporan final kami menyatakan, Jepang telah berhasil menyetabilkan fasilitas pendinginan inti dan penyimpanan bahan bakar reaktor,” ujar Direktur Divisi Siklus Bahan Bakar Nuklir dan Teknologi Limbah dari IAEA, Juan Carlos Lentijo sebagaimana dikutip dalam berita PBB.</p>
<p>“Namun pencemaran air masih terus berlangsung memengaruhi stabilitas reaktor. Masalah ini harus diselesaikan dalam waktu yang singkat sebelum upaya pemulihan dan penon-aktifan reaktor bisa dimulai.”</p>
<p>Pada Maret 2011, bencana gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Ritcher melanda Jepang, memicu tsunami dan memakan korban lebih dari 20.000 jiwa di wilayah bagian timur Jepang.</p>
<p>Tsunami juga menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi merusak sistem pendinginan dan memicu mencairnya bahan bakar di tiga dari enam reaktor yang ada di pembangkit tersebut. Kecelakaan ini ditasbihkan sebagai kecelakaan nuklir terburuk pasca bencana Chernobyl pada 1986.</p>
<p>Merespon krisis ini sebanyak 13 orang ahli IAEA mengunjungi Jepang pada April. Mereka mencek kondisi reaktor dan bertemu dengan pejabat pemerintah Jepang di Tokyo. Misi ini adalah bagian dari upaya PBB memastikan keamanan jaringan pembangkit nuklir global dan menjadikan bencana ini sebagai pelajaran bersama untuk menghindari krisis yang sama terjadi pada masa datang.</p>
<p><strong>Redaksi Hijauku.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hijauku.com/2013/05/27/belajar-dari-bencana-di-fukushima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<georss:point>37.7608337 140.4747282</georss:point><geo:lat>37.7608337</geo:lat><geo:long>140.4747282</geo:long>	</item>
	</channel>
</rss>
