Novi dan Leci Dilepasliarkan di Hutan Lindung Sungai Lesan

Berau – Direktorat Jenderal KSDAE bekerja sama dengan Centre for Orangutan Protection (COP) melepasliarkan 2 individu Orangutan (Pongo pygmaeus morio) bernama Novi dan Leci di Hutan Lindung Sungai Lesan, Sabtu, 3 November 2018. Kedua orangutan ini merupakan hasil penyerahan masyarakat ke Balai KSDA Kalimantan Timur pada tahun 2014 dan 2016 di wilayah Tenggarong. Orangutan Novi dan Leci telah menjalani rangkaian proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo Kalimantan Timur dan setelah semua dinyatakan siap baik aspek kesehatan, kesiapan lokasi pelepasliaran hingga tim monitoring maka kegiatan pelepasliaran orangutan hari ini dapat dilakukan sesuai tahapan prosedur yang berlaku.

Dalam rangka mendukung Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2018, Direktorat Jenderal KSDAE mendukung kegiatan pelepasliaran 2 individu Orangutan ke Hutan Lindung Sungai Lesan sebagai bagian rangkaian peringatan HCPSN 2018.

Drh. Indra Exploitasia, M.Si, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan sesuai amanat peraturan perundang-undangan, bahwa jenis satwa dapat dilepaskan kembali ke habitatnya dengan syarat diantaranya satwa yang dilepaskan secara fisik sehat, memiliki keragaman genetik tinggi dan habitat pelepasan merupakan bagian dari sebaran asli jenis yang dilepaskan, dimana Hutan Lindung Sungai Lesan telah dikaji dan merupakan bagian dari sebaran Orangutan ini.

Upaya rehabilitasi Orangutan perlu dilakukan agar Orangutan yang akan dilepasliarkan memiliki kemampuan adaptasi dan mempunya tingkah laku seperti populasi di alam. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung program konservasi Orangutan, yaitu Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, KPH Berau Barat, Balitek Kalimantan Timur, Kecamatan Kelay, COP, OWT, Warga masyarakat Lesan Dayak, Warga masyarakat Merapun, Warga masyarakat Sidobangen, Warga masyarakat Muara Lesan dan semua pihak yang telah mendukung upaya pelepasliaran ini berjalan dengan baik. Pelepasliaran ini memerlukan kerjasama multipihak dan melibatkan multidisiplin ilmu, untuk itu perlu adanya sinergi bersama dengan berbagai pihak untuk mengupayakan dan melaksanakan program konservasi Orangutan sehingga dapat berjalan dengan baik.

Sunandar Trigunajasa, Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur, menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan bahwa pasca pelepasliaran tim Balai KSDA Kalimantan Timur telah mempersiapkan tim monitoring, berkolaborasi dengan berbagai pihak yang terdiri dari Centre for Orangutan Protection (COP), peneliti hingga warga lokal yang diberdayakan untuk melakukan monitoring ini. Tahapan kegiatan monitoring merupakan hal yang penting, bertujuan untuk memastikan kondisi orangutan tersebut dapat bertahan hidup di alam dan dalam jangka panjang dapat berkembangbiak.

Hardi Baktianto, Ketua Centre Orangutan Protection, mengatakan bahwa Hutan Lindung Sungai Lesan dipilih sebagai lokasi pelepasliaran setelah dilakukan kajian lokasi bersama dengan Balai KSDA Kalimanatan Timur, Balitek KSDA Samboja, Center for Orangutan Protection (COP) sendiri dan Operasi Walace Terpadu (OWT) yang dituangkan ke laporan pelepasliaran Orangutan di Hutan Lindung Sungai Lesan.

Kegiatan pelepasliaran Orangutan ini juga memperoleh dukungan dari beberapa pihak diantaranya Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Timur dan KPHP Berau Barat serta kepala kampung yang berada di sekitar Hutan Lindung Sungai Lesan diantaranya Kampung Merapun, Kampung Lesan Dayak, Kampung Muara Lesan dan Kampung Sido Bangen Kecamatan Kelay Kabupaten Berau. Setelah kegiatan pelepasliaran ini dilakukan, Center Orangutan Protection berkomitmen untuk membantu melaksanakan manajemen paska pelepasliaran orangutan dengan cakupan tidak hanya terkait kegiatan observasi dan pengamanan tetapi juga kegiatan sosialisasi dan edukasi terutama kepada masyarakat setempat dan para pihak seperti perusahaan yang berbatasan langsung dengan Hutan Lindung Sungai Lesan.

-##-

Untuk wawancara dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Sunandar Trigunajasa Nurochmadi
Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur
HP : 081228456697

Hardi Baktiantoro
Ketua Centre for Orangutan Protection
HP : 08121154911

By |2018-11-04T15:27:10+00:003 November 2018|Fauna, Komunitas, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *