17,2 Juta Relawan Bergerak Bersihkan Dunia

Sebanyak lebih dari 17.2 Juta relawan dari 151 negara berpartisipasi dalam World Cleanup Day atau Hari Kebersihan Dunia yang diperingati setiap tanggal 15 September. Aksi ini diklaim sebagai aksi masyarakat sipil terbesar dalam sejarah kemanusiaan.

Gerakan World Cleanup Day ini dimulai di Estonia 10 tahun yang lampau. Saat itu 4% penduduk Estonia turun ke jalan membersihkan sampah yang dibuang secara ilegal. Aksi relawan Estonia ini kemudian menginspirasi dunia.

Tahun ini, gerakan World Cleanup Day dimulai dari Selandia Baru, Australia, Papua Nugini, Indonesia dan berakhir di Hawaii 36 jam berikutnya. Kunci keberhasilan gerakan ini adalah jaringan bernama Let’s Do It yang di bentuk di setiap negara oleh Let’s Do It Foundation.

Let’s Do It Indonesia tahun ini diperkirakan berhasil menggerakkan 13 juta relawan dari 107 wilayah di 34 provinsi untuk melakukan aksi kebersihan memperingati World Cleanup Day 2018. Ini berarti lebih dari 75% relawan dalam aksi tahun ini berasal dari Indonesia. Salah satu dukungan terbesar datang dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang melibatkan 10 juta relawan dari seluruh Indonesia.

Kampanye ini berpotensi sangat besar terutama untuk penyadartahuan masyarakat. Penyadartahuan adalah salah satu bagian dari peta jalan Keep It Clean yang dirancang oleh Let’s Do It Foundation. Ada tiga sasaran dengan rekomendasi jangka pendek dan jangka panjang yang digariskan oleh yayasan ini.

Sasaran pertama adalah pemerintah. Dalam jangka pendek Let’s Do It Foundation mendorong pemerintah untuk lebih bertanggung jawab dan merancang tata kelola sampah dengan dua prioritas yaitu mengurangi dan mengelola sampah yang diproduksi dengan lebih baik. Dalam jangka panjang Let’s Do It Foundation mendorong pemerintah untuk menciptakan aturan, menganggarkan biaya, menciptakan kondisi yang mendorong masyarakat mencintai kebersihan beserta konsekuensinya melalui peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat.

Sasaran kedua adalah para pelaku bisnis. Let’s Do It Foundation menginginkan pebisnis melihat potensi peluang bisnis baru melalui daur ulang sampah dan pengurangan biaya limbah. Pebisnis diharapkan juga terus mengedukasi konsumen mengenai produk yang ramah lingkungan dan cara membuang sampah dengan benar. Kemasan produk diharapkan juga semakin minimalis dan cerdas, sehingga tidak menciptakan limbah yang berlebihan. Unsur keamanan dalam pengelolaan limbah juga menjadi tanggung jawab pebisnis. Sehingga pebisnis harus memikirkan nasib produk mereka jika sudah tidak terpakai, termasuk memikirkan kembali model bisnis, sumber daya dan menciptakan pasar baru yang lebih menghargai produk ramah lingkungan.

Sasaran ketiga dan terakhir adalah organisasi masyarakat dan individu. Dari kedua kelompok ini Let’s Do It Foundation berharap untuk terus melakukan edukasi dan aksi secara lokal guna mengubah prilaku dan menciptakan kebiasaan baru yang mencakup kebiasan untuk menolak (refuse), mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle) sampah, termasuk upaya mengolah sampah menjadi kompos yang bisa dilakukan oleh individu, rumah tangga dan komunitas.

Let’s Do It Foundation juga menyadarkan kekuatan dompet individu dalam perannya sebagai konsumen. Mereka memiliki kekuatan untuk menentukan, dengan tidak membeli produk-produk yang merusak lingkungan. Bekerja sama dengan pemerintah lokal, komunitas ini berupaya meningkatkan penghargaan terhadap aksi-aksi kebersihan melalui pemberian hadiah dalam skala nasional.

Program Let’s Do It yang terakhir telah dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia melalui penghargaan seperti Kalpataru, Adipura dan Adiwiyata. Yang membedakan, kembali lagi adalah semangat dan militansi para aktivisnya, untuk terus menggaungkan kebersihan Indonesia dan dunia. Karena masalah sampah terus menerus muncul, hingga detik ini, setiap hari, di gedung, di lapangan, di jalan, di sungai, di laut, di selokan, hingga ke puncak pegunungan. Semangat untuk menjaga kebersihan tidak boleh lekang oleh waktu. Untuk itu, dunia harus bersatu!

Redaksi Hijauku.com

By |2018-09-16T12:59:53+00:0016 September 2018|Berita, Komunitas, Lingkungan|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *