Hutan Sumber Nutrisi dan Kesehatan Anak

Anak-anak yang tinggal di sekitar hutan mendapatkan pasokan nutrisi yang lebih baik dibanding mereka yang tinggal jauh dari hutan. Kesimpulan ini terungkap dari hasil penelitian di 27 negara berkembang yang dipimpin oleh Ranaivo Rasolofoson, ilmuwan dari Gund Institute for Environment, University of Vermont.

Penelitian global ini adalah penelitian pertama yang memutarbalikkan pendapat bahwa diperlukan lahan pertanian yang lebih luas untuk meningkatkan pasokan nutrisi dan kesehatan masyarakat di negara berkembang. Perluasan lahan pertanian ini kerapkali dilakukan dengan mengorbankan hutan alam.

Penelitian terbaru ini justru menegaskan, konservasi hutan menjadi alat yang penting untuk memperbaiki nutrisi anak-anak. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Science Advances, 15 Agustus lalu.

“Data menunjukkan, tidak hanya berhubungan, hutan adalah sumber utama peningkatan kualitas pasokan pangan bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Ranaivo Rasolofoson.

Lebih dari 2 miliar penduduk dunia kekurangan nutrisi seperti vitamin A, sodium, besi dan kalsium yang memicu kerusakan otak, terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak (stunting) dan bahkan kematian.

Untuk mengatasinya, diperlukan pasokan nutrisi yang lengkap yang bisa membantu masyarakat mendapatkan pasokan gizi yang sempurna dan tidak hanya mendapatkan pasokan karbohidrat seperti jagung dan beras.

Tim peneliti mengkaji pola makan anak-anak dari 43.000 keluarga di berbagai penjuru dunia. Hasil analisis mereka menemukan, anak=anak yang tinggal di sekitar wilayah hutan memiliki keragaman pangan yang setidaknya 25% lebih tinggi dibanding anak-anak yang tinggal jauh dari hutan.

Hutan meningkatkan nutrisi melalui berbagai macam cara: hutan adalah sumber pangan yang beragam; hutan menjadi rumah bagi hewan-hewan penyerbuk yang membantu memproduksi ragam pangan bagi masyarakat di sekitar hutan; hutan memberikan sumber penghasilan bagi warga, memungkinkan mereka membeli bahan pangan yang lebih bermutu; ibu-ibu yang tinggal di sekitar hutan lebih efisien dalam memanfaatkan waktu mereka untuk memperkenalkan keragaman pangan bagi anggota keluarga. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi, akses ke jalan dan pasar agar bisa memanfaatkan hutan secara maksimal dan berkelanjutan.

Selama ini peran hutan dalam meningkatkan kesehatan anak belum banyak disorot. “Penelitian kami menunjukkan bahwa upaya konservasi hutan dan peningkatan kesehatan masyarakat bisa berjalan seiring,” ujar Brendan Fisher, profesor di University of Vermont yang membantu menyusun penelitian ini.

Masih banyak manfaat dari konservasi hutan diantaranya adalah membantu meningkatkan ekonomi komunitas lokal, memperlambat perubahan iklim, tempat berlindung tumbuhan dan satwa liar. Manfaat hutan bagi kesehatan anak – melalui peningkatan pasokan nutrisi pangan adalah nilai tambah baru yang harus menjadi motivasi guna menjaga hutan tetap lestari.

Redaksi Hijauku.com

By |2018-09-22T16:25:35+00:0025 August 2018|Berita, Kesehatan, Lingkungan|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *