Deforestasi di Kalimantan Picu Gangguan Kesehatan

Deforestasi di Kalimantan memicu masalah kesehatan masyarakat. Hal ini terungkap dalam hasil riset terbaru The Nature Conservancy, Kanada yang diterbitkan dalam jurnal Global Environmental Change edisi September 2018.

Tim peneliti TNC meneliti persepsi masyarakat di 477 desa di seluruh Kalimantan terkait pengaruh hutan terhadap kesehatan mereka. Hasilnya, sebagian besar masyarakat berpendapat, hutan berfungsi penting meregulasi dan menurunkan suhu di wilayah mereka.

Temuan lain, sebagian besar responden yang memberikan jawaban ini berasal dari wilayah yang memiliki variasi suhu yang tinggi atau tinggal di wilayah tengah terjadi deforestasi.

Temuan ini diperkuat oleh penelitian Hansen (2012) yang menyimpulkan bahwa, di seluruh dunia, luas wilayah yang mengalami peningkatan suhu musim panas naik hingga 10% sejak tahun 1960. Kenaikan suhu ini dijelaskan oleh Kalnay dan Cai (2003) yang menyatakan pemicu peningkatan suhu ini adalah urbanisasi, alih guna lahan untuk pertanian serta deforestasi. Menurut Bowler (2010), Luber dan McGeehin (2008), penanaman pohon, secara ilmiah sudah terbukti menurunkan suhu di perkotaan.

Di wilayah pedesaan, tim peneliti TNC menyatakan, penduduk akan merasakan perubahan suhu ini saat mereka berada pada masa awal deforestasi. Menurut tim peneliti, penduduk masih mengingat suhu saat hutan masih utuh – sehingga mudah untuk membandingkannya dengan perubahan yang tengah terjadi.

Persepsi bahwa deforestasi meningkatkan suhu menurut tim peneliti bisa menjadi indikasi meningkatnya potensi gangguan kesehatan pada masa datang.

Peningkatan suhu memicu stres, dehidrasi dan kematian prematur akibat panas ekstrem. Dampak lain, peningkatan suhu di sejumlah wilayah juga terkait dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan, polusi udara dan menurunnya produktifitas ekonomi.

Redaksi Hijauku.com

By |2018-08-22T19:30:15+00:0022 August 2018|Berita, Kesehatan, Lingkungan|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011, kami terus berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *