Reformasi Sektor Energi Kunci Atasi Perubahan Iklim

Dampak perubahan iklim dan pemanasan global semakin nyata dirasakan oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia. Perubahan iklim dan pemanasan global dipicu oleh terus melonjaknya emisi gas rumah kaca yang salah satunya disumbang oleh sektor energi. Laporan terbaru dari International Renewable Energy Agency (IRENA) berjudul Global Energy Transformation: A Roadmap to 2050 menyimpulkan, dunia perlu memangkas emisi tambahan sebesar 470 Gigaton (Gt) sebelum 2050 – dibanding target pemangkasan emisi yang ada saat ini – guna mencegah kenaikan suhu bumi melampaui 2°C.

Laporan ini menggarisbawahi beberapa syarat guna mencapai target pemangkasan emisi baru tersebut. Pertumbuhan energi terbarukan perlu dipercepat setidaknya 600% atau enam kali lipat agar dunia mencapai target dekarbonisasi (pemangkasan emisi karbon) dan mitigasi perubahan iklim seperti digariskan dalam Perjanjian Paris atau Paris Agreement.

Kedua, jika pertumbuhan energi terbarukan mampu melesat enam kali lipat, energi terbarukan akan mampu menyumbang dua pertiga (66,6%) konsumsi energi dunia dan 85% produksi energi dunia. Ditambah dengan aksi efisiensi energi, pertumbuhan energi terbarukan akan meningkatkan pencapaian target pengurangan emisi sebesar lebih dari 90% yang berperan penting guna mencegah kenaikan suhu bumi di atas 2°C.

IRENA menyatakan, transformasi ke energi terbarukan saat ini memang telah terjadi, namun harus lebih dipercepat lagi. Sekitar dua pertiga emisi gas rumah kaca dunia, dihasilkan dari produksi dan penggunaan energi fosil. Sehingga peralihan ke energi yang lebih bersih menjadi kunci dalam aksi mengatasi perubahan iklim bersama dengan dekarbonisasi di industri transportasi dan pemanas (heating).

Laporan ini menggarisbawahi, kebijakan dan rencana pemangkasan emisi karbon yang ada saat ini, berjalan sangat lamban. Jatah karbon atau carbon budget yang tersisa untuk mencapai target 2°C, akan habis dalam 20 tahun ke depan. Sementara jatah karbon untuk mencegah kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C akan habis dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Adnan Z. Amin, Direktur Jenderal IRENA menyatakan, dibalik tantangan peralihan ke energi terbarukan, terdapat manfaat nyata yang akan semakin menghijaukan dunia. Manfaat tersebut adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan kerja, terwujudnya kota yang lebih sehat dan bersih, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Dari sisi ekonomi, transisi ke energi terbarukan juga berguna bagi kesehatan dan lingkungan. Nilai manfaat kesehatan dan lingkungan tersebut, lima kali lipat lebih besar dari biaya yang diperlukan untuk mempercepat peralihan dari energi fosil. Ekonomi juga akan menguat menciptakan setidaknya 40 juta lapangan kerja yang terkait dengan efisiensi dan energi terbarukan.

Manfaat lain, peralihan ke energi terbarukan tepat waktu juga akan mencegah terbengkalainya aset infrastruktur energi kotor. Tidak tanggung-tanggung, nilai kerugian dari terbengkalainya aset energi kotor itu mencapai $11 triliun!

Kesimpulannya, aksi efisiensi energi dan peralihan ke energi terbarukan adalah dua pilar utama mitigasi perubahan iklim. Syarat pertama, bauran total energi terbarukan harus meningkat dari 15% di 2015 menjadi sekitar dua pertiga pasokan energi primer pada 2050. Kedua, dunia harus mampu meningkatkan efisiensi energi, sehingga total pasokan energi primer pada 2050 turun, menjadi sedikit di bawah level tahun 2015.

Total pasokan energi primer merujuk pada jumlah pasokan bahan baku energi (seperti minyak, batu bara, gas alam, bahan bakar nabati, nuklir, pembangkit tenaga air, sampah dsb) yang diproduksi dan diimpor, dikurangi dengan jumlah pasokan bahan baku energi yang diekspor dan disimpan.

IRENA telah memaparkan peta jalan mewujudkan dunia yang lebih bersih, sehat dan lestari. Mampukah dunia meningkatkan dan mempercepat ambisi?

Redaksi Hijauku.com

By |2018-08-13T20:26:07+00:0013 August 2018|Berita, Energi|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *