Pusat Belajar Konservasi dan Ekologi di Papua

Jayapura, 8 Agustus 2018 – Gubernur Papua dan CEO WWF-Indonesia meresmikan Gedung Holey Narey yang difungsikan sebagai Pusat Belajar Konservasi dan Ekologi di komplek Kantor WWF-Indonesia Program Papua, Jl. Pos 7 Atas, Kampung Sereh, Sentani, Papua.

Pusat Belajar ini adalah pusat pendidikan lingkungan hidup yang terbuka untuk umum, dimana publik bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dan mendapat pengalaman menarik melalui praktik langsung baik di dalam maupun di luar ruang. Aneka aktivitas juga bisa diikuti, antara lain berkebun dan mengidentifikasi tumbuhan hutan, membuat kertas daur ulang, mempelajari skema kerja panel surya, laboratorium air tawar dan pengetahuan-pengetahuan konservasi lainnya.

“Masyarakat Papua perlu mendapat pengetahuan yang benar mengenai pengelolaan sumber daya alam dan konservasi, agar kita bisa menjaga kekayaan alam Papua dan bisa mendapat manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran orang Papua sendiri,” ujar Gubernur Papua dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ani Rumbiak. “Di Learning Center ini, kita bisa belajar bagaimana kita bisa melestarikan bumi dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam kegiatan kita di lingkungan rumah dan sekolah, bahkan sampai bagaimana kita harus berbisnis yang baik agar sumber daya alam kita tetap terjaga.”

Learning Center juga menjadi pusat pengembangan kapasitas serta pembelajaran bagi komunitas dan kelompok-kelompok dampingan WWF-Indonesia, antara lain dalam hal pemetaan partisipatif, sistem informasi geografis dan penginderaan jarak jauh.

“Kegiatan yang dilakukan oleh tim WWF-Indonesia di Papua merupakan bentuk komitmen kami untuk menyiapkan generasi penerus yang memiliki kepekaan pengetahuan dan komitmen dalam menjaga Papua, sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi,” ujar Rizal Malik, CEO WWF-Indonesia dalam sambutannya. “Hal ini juga membuktikan kepada pemerintah daerah, masyarakat dan publik, bahwa WWF memiliki komitmen jangka panjang di Tanah Papua.” tambah Rizal.

Gedung Holey Narey adalah gedung keempat yang baru dibangun dalam komplek kantor WWF-Indonesia di Sentani. Nama Holey Narey berasal dari bahasa Sentani, dan diberikan oleh Bapak Amos Ondi, kepala suku atau Ondoafi, sekaligus tokoh masyarakat adat Kampung Sereh. Holey berarti lingkungan hidup yang baik dan nyaman, sedangkan Narey berarti makhluk hidup yang tinggal di lingkungan tersebut.

Gedung ini selain sebagai Learning Center, juga memiliki ruang pertemuan Kima berkapasitas 100 orang dan ruang Echidna berkapasitas 30 orang, sementara sebagian gedung dijadikan ruang kerja bagi sekitar 30 orang karyawan. Gedung Holey Narey juga menerapkan prinsip-prinsip green building antara lain dalam penggunaan energi, pemanfaatan kertas dan meminimalkan jumlah sampah dan limbah.

Pengguntingan pita sebagai tanda peresmian gedung dilakukan oleh Ibu Anni Rumbiak dan Wakil Bupati Jayapura, Staf Khusus Bidang Pemerintahan Provinsi Papua, disaksikan oleh Bupati Kabupaten Jayapura, CEO WWF-Indonesia dan Tokoh Masyarakat, Bapak Amos Ondi. Tamu undangan adalah Dinas Pemerintahan terkait yang menjadi mitra WWF, jajaran perwakilan SKPD Provinsi, Kota dan Kabupaten, Wakapolres Jayapura, mitra NGO, 7 BUMN yang mendukung kegiatan ekowisata Rheang Muaif; swasta, Kepala sekolah dari tingkat TK, SD, SMP se Kabupaten Jayapura, pegiat lingkungan, dan Tokoh Adat.

–##–

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Ade Erawati Sangadji | Communication Coordinator for Papua Program, WWF-Indonesia | Email: asangadji@wwf.id | HP: +6281338332440

Dewi Satriani | Communication Manager, WWF-Indonesia | Email: dsatriani@wwf.id |HP: +62811910970

By |2018-08-11T15:08:09+00:008 August 2018|Komunitas, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011, kami terus berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *