Separuh Spesies akan Punah Akibat Perubahan Iklim

Separuh spesies tumbuhan dan satwa liar di 35 wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati — termasuk di Sumatera, Kalimantan dan Papua — akan punah pada akhir abad ini jika emisi karbon terus melonjak tak terkendali.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilaksanakan oleh University of East Anglia, James Cook University dan WWF yang dirilis Selasa, 13 Maret 2018.

Tim peneliti mengkaji beberapa skenario termasuk skenario kenaikan suhu bumi hingga 4.5°C jika emisi tidak dipangkas sama sekali hingga kenaikan suhu bumi sebesar 2°C sesuai dengan batas atas kenaikan suhu bumi yang berusaha dicegah melalui Perjanjian Paris.

Tim meneliti dampak kenaikan suhu bumi terhadap 80.000 tumbuhan dan satwa di 35 wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi. Tim peneliti memilih berdasarkan keunikan dan keragaman tumbuhan dan satwa yang ada di wilayah tersebut.

Dari penelitian ini terungkap pentingnya dunia untuk cepat beraksi atasi perubahan iklim. Sebanyak 50% spesies akan punah jika suhu bumi meningkat hingga 4.5°C. Jika suhu bumi naik hingga 2°C, tingkat kepunahan spesies turun hingga 25%.

“Hari yang makin panas, kemarau yang makin panjang, dan badai yang makin sering terjadi menjadi kebiasaan baru. Spesies di seluruh dunia sudah mulai merasakan dampaknya,” ujar Nikhil Advani, spesialis utama iklim, komunitas dan hidupan liar WWF. “Selain mengurangi emisi, penting bagi dunia untuk meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana spesies merespon perubahan iklim, sehingga kita bisa menyusun strategi untuk membantu mereka beradaptasi.”

Jika tumbuhan dan satwa liar bisa berpindah secara bebas ke lokasi yang baru maka risiko kepunahan bisa dikurangi hingga dari 25% ke 20%. Namun skenario ini hanya berlaku jika kenaikan rata-rata suhu bumi tidak melampaui 2°C. Jika spesies tidak bisa pindah ke lokaso yang baru kemungkinan mereka tidak akan bisa selamat.

Cara terbaik melindungi tumbuhan dans atwa liar ini menurut tim peneliti adalah dengan membatasi kenaikan suhu bumi serendah mungkin. Semakin rendah kenaikan rata-rata suhu bumi semakin banyak jenis tumbuhan dan satwa liar yang akan berhasil diselamatkan. Hasil penelitian lengkap bisa diunduh dalam tautan berikut: “Wildlife in a Warming World

Redaksi Hijauku.com

By |2018-03-20T15:18:24+00:0014 March 2018|Berita, Fauna, Flora, Iklim, Lingkungan|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011, kami terus berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *