Semua Energi Terbarukan Akan Kompetitif di 2020

Kabar baik muncul dari dunia energi terbarukan di Indonesia dan dunia tahun baru ini. Dari Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap I di Desa Mattirotasi dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap, dipastikan bakal segera beroperasi setelah dilakukannya uji coba interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero) pada 7 Januari lalu.

Sebanyak 20 turbin dari 30 turbin tenaga angin yang direncanakan dan Gardu Induk (GI) telah siap untuk koneksi dengan jaringan PLN seminggu sebelumnya. Masing-masing turbin yang telah terbangun dan siap terkoneksi berkapasitas 2,5 Mega Watt (MW) atau 50 MW secara total.

Dari dunia, laporan terbaru dari IRENA yang dirilis 13 Januari menyebutkan, semua energi terbarukan akan semakin kompetitif pada 2020. Biaya untuk menghasilkan energi bayu di darat (onshore wind power) misalnya sama murahnya dengan jenis energi apapun di dunia. Sementara biaya untuk menghasilkan energi surya akan berkurang separuhnya pada 2020.

Biaya untuk menghasilkan energi bayu di darat telah turun seperempatnya dari sejak 2010 hingga 2017. Sementara biaya untuk menghasilkan listrik dari energi surya (solar PV) turun 73% pada periode yang sama.

Analisis biaya yang dilakukan International Renewable Energy Agency (IRENA) menemukan, biaya untuk menghasilkan energi dari matahari (solar PV) akan turun lagi separuhnya pada 2020.

Dalam dua tahun ke depan, proyek energi bayu dan energi surya terbaik akan bisa menghasilkan energi dengan biaya setara US$ 3 sen per kilowatt hour (kWh), atau bahkan lebih murah lagi.

Biaya rata-rata produksi energi bayu di darat dan energi surya dunia dalam 12 bulan terakhir adalah USD 6 sen per kWh (energi angin) dan USD 10 sen per kWh (energi surya) dengan harga lelang yang terus menurun.

Laporan ini juga menggarisbawahi bahwa biaya energi bayu di darat semakin sering ditawarkan dengan harga hanya US$ 4 sen per kWh. Sementara biaya produksi energi dari bahan bakar fosil masih berkisar antara US$ 5-17 sen per kWh.

“Dinamisme ini menunjukkan adanya perubahan paradigma energi yang signifikan,” ujar Adnan Z. Amin, Direktur Jenderal IRENA. “Turunnya biaya di semua jenis energi (terbarukan) ini di luar dugaan banyak pihak. Energi terbarukan saat ini telah (berhasil) mengguncang sistem energi dunia.”

IRENA memperkirakan biaya untuk menghasilkan energi bayu di darat dan energi surya (solar PV) akan turun menjadi hanya US$3 sen per kWh pada 2019, jauh di bawah biaya energi dari bahan bakar fosil saat ini. Rekor biaya terendah untuk solar PV ini dinikmati kota dan negara bergurun di Abu Dhabi, Chili, Dubai, Meksiko, Peru dan Saudi Arabia.

Biaya produksi bioenergi dan energi panas bumi yang dilelang pada 2017 rata-rata mencapai US$ 7 sen per kWh. IRENA memperkirakan, biaya produksi semua jenis energi terbarukan akan berkisar antara US$ 3-10 sen per kWh pada 2020, jauh di bawah rata-rata biaya produksi energi fosil.

Redaksi Hijauku.com

By |2018-01-14T06:57:52+00:0014 January 2018|Berita, Energi|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *