PBB Adopsi 3 Resolusi Lingkungan Baru

Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 20 Mei sebagai Hari Lebah Dunia. Penetapan ini adalah salah satu dari tiga resolusi yang dihasilkan Sidang Umum PBB yang berlangsung hari Rabu, 20 Desember 2017 di New York. Hal ini terungkap dari berita Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Resolusi lainnya adalah penetapan 2019 sebagai awal dari dekade pertanian keluarga atau UN Decade of Family Farming. Pertanian milik keluarga menyumbang lebih dari 80% pangan dunia, namun para petaninya justru rentan kelaparan.

Resolusi ketiga adalah ditetapkannya tahun 2024, sebagai Tahun Internasional Hewan Berkuku Belah atau International Year of Camelids.

Lebah dan hewan penyerbuk lain – termasuk kupu-kupu, kelelawar dan burung kolibri – berperan penting membantu produksi berbagai jenis tanaman pangan. Tanggal 20 Mei dipilih guna memperingati hari lahir Anton Janša, yang menemukan teknik peternakan lebah modern pada abak ke-18 di Slovenia. Anton mengusulkan pertama kali peringatan ini untuk menghargai jasa-jasa lebah yang luar biasa.

Lebah, terutama lebah madu merupakan hewan pekerja keras yang tidak hanya berperan sebagai penyerbuk – lebah bisa mengunjungi 7.000 bunga dalam sehari – namun juga sebagai penyedia madu – yang selama berabad-abad dikonsumsi sebagai bahan pangan dan obat. Budidaya lebah madu – tanpa modal yang besar dan lahan yang luas – juga mampu menjadi sumber pemasukan bagi jutaan penduduk dunia.

Saat ini hewan-hewan penyerbuk tidak hanya membantu mewujudkan keamanan pangan namun juga bisa menjadi penanda kesehatan ekosistem. Serangga invasif, penggunaan pestisida, alih guna lahan land-use change and monocropping practices that may reduce available nutrients all pose threats to bee colonies.

Pertanian Keluarga

Lebih dari 90% dari 570 juta lahan pertanian di seluruh dunia dikelola oleh perseorangan atau keluarga. Lahan-lahan pertanian ini menghasilkan lebih dari 80% pangan dunia sehingga sangat penting untuk menjamin keamanan pangan bagi generasi mendatang. Masih banyak petani di pedesaan yang mengelola lahan ini berada di bawah garis kemiskinan.

Target Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals berupaya melipatgandakan pendapatan petani, terutama kaum perempuan dan produktivitas pertanian pada 2030, termasuk masyarakat adat, peternak dan nelayan.

Sementara itu, hewan berkuku belah yaitu unta dan llama banyak membantu jutaan keluarga miskin di 90 negara. Unta dan llama membantu penduduk yang tinggal di wilayah dengan kondisi lingkungan yang ekstrem, di gurun dan pegunungan, sehingga berperan besar dalam perang melawan kelaparan.

Sebelumnya pada 5 Desember, Sidang Umum PBB juga menyetujui dua resolusi yang menetapkan 5 Juni sebagai “International Day for the Fight Against Illegal, Unreported and Unregulated Fishing” dan 2022 sebagai “International Year of Artisanal Fisheries and Aquaculture” yang diharapkan membantu memberikan perhatian terhadap kondisi nelayan kecil dan kaum perempuan yang menyumbang 90% tenaga kerja di industri perikanan.

Redaksi Hijauku.com

By | 2017-12-24T08:20:18+00:00 21 December 2017|Berita, Fauna, Lingkungan|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *