Indonesia, Denmark Berbagi Pembelajaran Energi Terbarukan 

Jakarta, 13 Desember 2017 – Pemerintah Denmark dan Indonesia telah melaksanakan kerja sama pembangunan di bidang pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi melalui Environmental Support Programme (ESP) sejak tahun 2009. Lebih dari 25 proyek telah direalisasikan selama tahun 2013 – 2017 di bawah tahap terakhir ESP (ESP3). Proyek kegiatan tersebut meliputi pengembangan kapasitas dan tur studi, studi kebijakan dan kelayakan serta dukungan teknis.

Program-program kegiatan bertujuan untuk memperkuat kebijakan dan kapasitas pemerintah Indonesia di tingkat nasional maupun di tingkat daerah dengan memilih Jawa Tengah sebagai provinsi percontohan. Beberapa contoh kegiatan tersebut adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di tiga daerah di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, untuk memenuhi kebutuhan listrik selama 24 jam, dan pemetaan potensi tenaga angin di Indonesia, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hemat energi dengan memasukkan materi ini ke dalam kurikulum SMA dan Pramuka.

Pada hari Rabu (13/12), di sebuah seminar di Jakarta sebagai tanda berakhirnya program, Kepala Bagian Kejasama Pembangunan Kedutaan Besar Denmark, Kurt Moerck Jensen, menyerahkan hasil laporan studi pembelajaran (lessons learned report) kerjasama energi terbarukan dan konservasi energi pada Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (DJ EBTKE), Rida Mulyana.

“Indonesia berkomitmen untuk mencapai 23% energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional tahun 2025 dan 31% tahun 2050. Hingga saat ini, hanya sebagian kecil dari potensi energi terbarukan dan konservasi energi Indonesia yang sudah dimanfaatkan. Pemerintah Indonesia berterima kasih pada bantuan dari pemerintah Denmark karena dukungan tersebut telah membantu Indonesia dalam mengatasi beberapa kendala yang dihadapi dalam mencapai target-target penting ini,” ujar Rida Mulyana.

Kurt Moerck Jensen, Kepala Bagian Kejasama Pembagunan Kedutaan Besar Denmark menyatakan bahwa “Dalam lima tahun terakhir, Program ESP3 telah banyak membantu pengembangan energi bersih di Indonesia. Dukungan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Denmark dalam membantu Indonesia untuk mencapai target-target nasional di sektor energi baru dan terbarukan dan konservasi energi. Dari laporan pembelajaran ESP3 Komponen 2 ini, kita dapat mengetahui manfaat apa saja yang di dapat, tantangan yang dihadapi dan informasi penting lainnya yang dapat membantu EBTKE dan masyarakat luas pada umumnya. Hasil pembelajaran ini juga memberikan masukan penting untuk Strategic Sector Cooperation antara Indonesia-Denmark di bidang energi yang masih berlangsung. Walaupun ESP3 akan berakhir tahun ini, bantuan Pemerintah Denmark akan terus berlanjut melalui program Strategic Sector Cooperation.

Hasil pembelajaran menunjukkan pentingnya prosedur persiapan proyek yang tepat, perlunya keterlibatan sejak awal dan kontinyu dari seluruh pemangku kepentingan terkait, pentingnya kepemilikan dan komitmen pemangku kepentingan dalam replikasi dan peningkatan hasil pembelajaran, perlunya data yang lebih baik dan peningkatan koordinasi, serta pentingnya pusat layanan satu atap untuk energi terbarukan dan konservasi energi yang dapat diakses oleh pengembang proyek  dan masyarakat umum untuk mendapatkan informasi terbaru dan relevan.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Yudha Siregar

National Programme Officer – Component 2 ESP3

E-mail: [email protected]

Mobile: +62811611269

 

By |2017-12-13T20:03:52+00:0013 December 2017|Energi, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *