7 BUMN Dukung Pengembangan Ekowisata di Jayapura

Jayapura – Tujuh BUMN yang terdiri dari PT. Telkom Indonesia, PT. Garuda Indonesia, PT. Bank BNI Tbk. PT. Pembangunan Perumahan, PT. Wijaya Karya, PT. Bank Mandiri Tbk., dan PT PLN, sepakat memberikan dukungan untuk pengembangan Ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s” yang bertempat di kawasan Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Kawasan ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s” merupakan bentuk pengelolaan ekowisata oleh masyarakat adat secara lestari. Sebagai lokasi Birdwatching atau pemantauan burung, kawasan ini memenuhi dua kriteria penting sebagai syarat Daerah Penting Burung (DPB) yakni terdapat jenis-jenis burung terancam punah seperti jenis Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Rajawali Papua (Harpyopsis novaeguineae), Mambruk Victoria (Goura victoria), selain itu terdapat jenis Cenderawasih Paruh Sabit Paruh Putih (Epimachus bruijnii) yang mendekati terancam (near threatened). Juga terdapat jenis-jenis burung sebaran terbatas yang merupakan karakteristik dari suatu bioma tertentu/kawasan Daerah Burung Endemic (DBE), seperti jenis burung Nuriara Pipi-kuning (Psittaculirostris salvadorii) dengan sebaran terbatas di kawasan hutan dataran rendah bagian utara Papua sehingga jenis ini dimasukkan sebagai jenis endemik.

Saat ini, kunjungan wisatawan untuk pemantauan burung baik lokal, nasional maupun manca negara dari waktu ke waktu mengalami peningkatan yang signifikan. Para wisatawan yang berkunjung dapat memantau langsung empat jenis Burung Cenderawasih di lokasi Isio Hiils yaitu Cenderawasih Raja (Cincinnurus regius), Cenderawasih Kecil (Paradisea minor), Cenderawasih Mati Kawat (Celecoudis melanoleuca) dan Cenderawasih Paru Sabit Paruh Putih (Epimachus bruijnii).

Pengembangan ekowisata saat ini diharapkan mampu membangun infrastruktur pendukung kegiatan ekowisata dan pengembangan kapasitas masyarakat adat sebagai pengelola.

Dukungan ini merupakan bentuk komitmen BUMN pada pengembangan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas pendorong ekonomi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah. Perwakilan BUMN yang hadir memberikan dukungan pengembangan ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s” kepada kelompok masyarakat Isio Hill yang diwakili oleh Pak Alex Waisimon sebagai inisiator ekowisata pemantauan burung di Rhepang Muaif. Melalui dukungan ini, diharapkan mampu mendorong pengelolaan kampung ekowisata dan pemberdayaan masyarakat adat di Rhepang Muaif menuju kampung wisata percontohan dalam kawasan hutan adat yang pertama di Jayapura dan di Papua.

Menurut Rizal Malik, CEO WWF Indonesia yang turut hadir pada acara tersebut, pengembangan ekowisata diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat adat di Rhepang Muaif. “WWF Indonesia mengapresiasi dukungan BUMN, karena melalui inisiatif ekowisata, masyarakat dan pemerintah setempat berkomitmen untuk melindungi sumber daya alam khususnya satwa burung, agar terus lestari karena burung-burung tersebut adalah aset daerah yang akan bernilai jangka panjang bila dilestarikan” Kata Rizal Malik
memaparkan lebih jauh.

Dinas Kehutanan Provinsi Papua, bersama pemilik hak ulayat dan WWF Indonesia Program Papua, telah melakukan pemancangan 8 Pal batas permanen untuk lokasi yang akan di usulkan menjadi wilayah kelola hutan adat Yawadatum wilayah Grime Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, seluas 19.000 ha untuk pengelolaan ekowisata pemantauan burung Rhepang Muaif. Bagi pemerintah Kabupaten Jayapura, kegiatan ekowisata memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk mengelola hutannya dan memberikan kesejahteraan serta manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Guna mendukung upaya tersebut, WWF Indonesia melalui Program Community Forestry bekerja sama dengan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura telah melakukan pendampingan bagi kelompok Isio dalam pengelolaan ekowisata pemantauan burung. Pengelolaan kawasan ini menjadi penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan oleh masyarakat adat secara berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

– Ade Erawati Sangadji – Learning Center, Marketing and Communication Coordinator – HP: 0813-3833-2440, E-mail: [email protected]

– Benja V. Mambai – Papua Program Director, WWF Indonesia – HP: 0812-4809-407, E-mail: [email protected]

Tentang WWF-Indonesia

WWF Indonesia merupakan organisasi konservasi alam terbesar di Indonesia dan telah memulai kegiatannya sejak tahun 1962. Telah berbadan hukum Yayasan sejak tahun 1998, saat ini, WWF-Indonesia bekerja di 34 Kantor wilayah dari Aceh hingga Papua dan didukung oleh lebih dari 400 karyawan. Sejak tahun 2006, WWF Indonesia mendapatkan dukungan lebih dari 54.000 suporter yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Silahkan kunjungi www.wwf.or.id

By | 2017-11-16T19:37:22+00:00 16 November 2017|Lingkungan, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *