Bumi Perlu Bersihkan Polusi Lebih Banyak

Niat kontribusi nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) dari negara-negara di bawah Perjanjian Paris – baik yang wajib maupun yang sukarela – hanya mampu memangkas sepertiga polusi iklim pada 2030.

Hal ini terungkap dalam laporan Emission Gap Report 2017 yang diterbitkan Selasa, 31 Oktober 2017. Perjanjian Paris berupaya mencegah kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat Celcius, seiring – jika memungkinkan – target yang lebih ambisius yaitu 1,5 derajat C.

Pencapaian target ini berkontribusi penting untuk menghindari dampak berbahaya perubahan iklim dan pemanasan global bagi kesehatan, ekonomi dan mata pencaharian penduduk dunia.

Jika hanya mengandalkan Perjanjian Paris, suhu bumi akan tetap naik setidaknya 3 derajat Celcius pada 2100 – sehingga pemerintah perlu memasang target yang lebih ambisius saat revisi target yang dijadwalkan pada 2020. Jika Amerika Serikat meneruskan niatnya melarikan diri dari Perjanjian Paris di 2020, prospek pengurangan emisi akan semakin suram.

Polusi CO2 tercatat stabil sejak 2014, akibat – salah satunya – peralihan ke energi terbarukan, terutama di China dan India. Namun polusi iklim lain, seperti metana, terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi juga dengan mudah akan melonjakkan polusi CO2.

Untuk itu diperlukan pemangkasan emisi setara CO2 sebesar 11-13,5 GT (gigaton) lebih banyak agar bisa mencapai target pembatasan kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat Celcius. Satu gigaton (GT) emisi setara CO2 setara dengan polusi di sektor transportasi (termasuk penerbangan) di Uni Eropa dalam satu tahun.

Untuk mencapai target kenaikan di bawah 1,5 derajat Celcius diperlukan pengurangan emisi sebesar 16-19 gigaton emisi setara CO2 (GtCO2e). Angka ini lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya.

Laporan ini menyatakan, dunia masih memiliki peluang untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi, pertanian, bangunan, energi, kehutanan dan industri.

Jika dunia berinvestasi di teknologi ramah lingkungan di sektor-sektor di atas dengan nilai kurang dari $100 per ton emisi setara CO2 yang harus dipangkas, dunia akan bisa mengurangi 36 gigaton (GT) emisi setara CO2 pada 2030.

Sektor yang paling potensial adalah sektor energi surya dan angin, peralatan hemat energi, mobil hemat energi, penanaman kembali hutan yang gundul dan aksi menghentikan deforestasi.

Jika hanya berkonsentrasi di sektor-sektor di atas, dunia akan bisa mengurangi polusi setara CO2 sebesar 22 gigaton (GT) pada 2030. Pengurangan ini cukup untuk membatasi kenaikan suhu bumi sebesar 2 derajat Celcius.

Redaksi Hijauku.com

By | 2017-11-02T05:19:08+00:00 1 November 2017|Berita, Iklim|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *