Peringatan 10 Tahun Inisiatif Heart of Borneo

10 Oktober 2017, Tarakan, Kalimantan Utara – Heart of Borneo (HoB) Week secara resmi diawali dengan Dialog Pakar untuk merayakan satu dekade Inisiatif HoB. Acara tersebut berlangsung di Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia.

Tahun ini menandai perayaan 10 tahun Inisiatif HoB – sebuah kolaborasi lintas batas dari tiga Negara, Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia – untuk melestarikan dan mengelola secara berkelanjutan keanekaragaman hayati, ekosistem dan sumber daya alam di kawasan Heart of Borneo. Sejak dideklarasikan pada tahun 2007, berbagai program dan kegiatan telah dilakukan baik secara individual dan kolektif oleh Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam guna mencapai visi bersama dari HoB. Kemajuan yang signifikan tersebut dimungkinkan dengan dukungan dan partisipasi yang kuat dari Masyarakat Adat, masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya, serta mitra lokal dan internasional.

Saat ini, kolaborasi lintas batas dari tiga negara yang berbagi kawasan Pulau Borneo tersebut terus menjadi cara yang efektif dan inovatif menuju pembangunan hijau dan inklusif di Heart of Borneo. Seiring tantangan dan perubahan terkini, penting bagi HoB untuk secara teratur bercermin, mendapatkan masukan dan strategi mengenai bagaimana menjaga inisiatif ini tetap relevan dan efektif dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat di Heart of Borneo.

Dengan tema “Melestarikan Sumber Daya Alam Bagi Keberlanjutan dan Kesejahteraan Kawasan Jantung Borneo”, dialog hari ini mempertemukan beberapa pemikiran terbaik dari ketiga negara, dengan menampilkan para ahli dari Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian untuk berbagi pengetahuan, pengalaman serta pencapaian dan tantangan selama dekade terakhir dalam mengimplementasikan Inisiatif HoB.

Dalam dialog tersebut, CEO WWF-Indonesia dan WWF-Malaysia bersama-sama meluncurkan laporan terbaru yang berjudul “The Environmental Status of Borneo 2016”. Laporan ini merupakan edisi yang ketiga dari serangkaian laporan dua tahunan yang merinci perubahan status ekosistem utama dan spesies kunci, perkembangan penggunaan lahan, dan isu pengelolaan konservasi saat ini di Borneo. “Temuan ini akan membantu kita merencanakan pembangunan masa depan yang lebih berkelanjutan di pulau ini” ujar Rizal Malik, CEO WWF-Indonesia. “Saya yakin bahwa publikasi ini akan menjadi referensi berharga bagi semua pelaku pembangunan di Borneo dan mitra lainnya untuk membantu menjaga keberlanjutan kekayaan alam Borneo sebagai salah satu dari kawasan hutan primer terakhir di dunia,” tambahnya.

Setelah memperluas analisisnya dari wilayah HoB ke seluruh pulau Borneo, laporan tersebut menunjukkan bahwa area HoB memang telah jauh lebih baik dibandingkan dengan daerah-daerah di luar batas HoB.

Sementara sebagian besar dataran rendah Borneo telah dikonversi dari hutan ke penggunaan lahan lainnya, sebagian besar wilayah HoB tetap relatif utuh. “Kami yakin bahwa ini terutama disebabkan oleh keberhasilan visioner tiga negara untuk melestarikan HoB yang terus dilakukan oleh Pemerintah kita sejak deklarasi bersama bersejarah di tahun 2007,” terang Dato ‘Dr Dionysius Sharma, Direktur Eksekutif /CEO WWF-Malaysia.

Namun, dalam laporan tersebut ditemukan bahwa kesehatan lingkungan di seluruh Borneo terus menurun. Tidak dapat dipungkiri bahwa Borneo berisiko kehilangan ekosistem utamanya dan jasa lingkungan berharga yang sangat penting untuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat lokal dan pertumbuhan ekonomi – baik nasional maupun regional – dari ketiga negara. “Inisiatif HoB dapat memainkan peran lebih besar sebagai contoh terkemuka untuk menciptakan dampak yang lebih besar lagi bagi seluruh Borneo. Kita perlu memastikan bahwa semua usaha kita juga akan berkontribusi terhadap keseluruhan kesehatan lingkungan seluruh pulau Borneo”, tambah Dato ‘Dionysius.

Kedua CEO tersebut menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus mendukung ketiga pemerintah dalam mengimplementasikan Inisiatif HoB serta mendesak semua pemangku kepentingan dan mitra untuk mengambil bagian dalam usaha untuk mewujudkan masa depan HoB dan seluruh pulau Borneo yang lebih baik, untuk kepentingan manusia maupun lingkungan hidup.

Dialog pakar ini juga mengeksplorasi berbagai topik lainnya, termasuk diantaranya: 1. Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan di Konservasi HoB – Badak dan Gajah; 2. Perubahan Iklim, Pengelolaan Lintas Batas DAS dan Energi: Tantangan dan Peluang; 3. Kehutanan Sosial; 4. Pertanian: Tradisi dan Inovasi untuk melindungi keanekaragaman hayati HoB; dan 5. Pendidikan dan Kebudayaan: Tradisi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.

Diselenggarakan secara bersama oleh Kelompok Kerja Nasional (POKJANAS) HoB Indonesia, Universitas Borneo Tarakan dan WWF, dialog tersebut merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Heart of Borneo Week dalam rangka memperingati HUT ke-10 Inisiatif HoB.

Selama penyelenggaraan Heart of Borneo Week, WWF-Indonesia dan WWF-Malaysia juga mengadakan pameran bersama dengan menampilkan foto karya WWF HoB di Sabah, Sarawak dan Kalimantan yang mewakili lima rencana aksi strategis trilateral HoB tentang kerjasama lintas batas, kawasan lindung, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, ekowisata dan pengembangan kapasitas. Tur foto dan kelas fotografi juga diadakan untuk siswa sekolah menengah dan universitas serta komunitas fotografi lokal disana.

Pertemuan Trilateral ke-11 dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 11-12 Oktober di Universitas Borneo Tarakan. Pertemuan dua hari ini akan mempertemukan perwakilan dari ketiga Pemerintah untuk membahas dan meninjau perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai di wilayah masing-masing HoB sejak penandatanganan Deklarasi HoB pada tahun 2007. Ketiga Pemerintah akan secara resmi meluncurkan “Visit The Heart of Borneo”- sebuah kampanye jangka panjang untuk mempromosikan HoB sebagai destinasi ekowisata lintas-batas.

Catatan Editor:

Laporan The Environmental Status of Borneo 2016 bisa diunduh pada tautan berikut: http://www.wwf.or.id/?61162/HoB-Week-Resmi-Dibuka-Dengan-Dialog-Pakar-dalam-Perayaan-Peringatan-10-Tahun-Inisiatif-Heart-of-Borneo-HoB

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Nuraini Soulisa, Heart of Borneo Programme Communication Manager, WWF-Malaysia, Email: [email protected], Hp: +6281290090253/+60374503773

Irwan Gunawan, Kalimantan Program Director, WWF-Indonesia, Email: [email protected], Hp: +628128748535

Stephan Wulffraat, Heart of Borneo Thematic Leader for Species and Places, WWF-Indonesia, Email: [email protected], Hp: +6281319995562

By | 2017-10-13T22:41:15+00:00 10 October 2017|Lingkungan, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *