Rakyat Miskin Selalu Menjadi Korban

Masyarakat miskin selalu menjadi pihak yang paling menderita akibat korupsi, krisis ekonomi hingga perubahan iklim. Mereka juga menjadi kelompok yang harus menanggung kerugian terbesar saat terjadi gangguan keamanan, ekonomi, lingkungan dan politik.

Namun tekad politis untuk menciptakan solusi atas semua krisis yang merugikan rakyat miskin ini dinilai sangat kurang. Hal ini disampaikan oleh utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang hak atas pembangunan, Saad Alfarargi, di Jenewa, Kamis 14 September.

“30 tahun setelah diakuinya hak atas pembangunan, jutaan penduduk di seluruh dunia masih menjadi korban atas kegagalan pembangunan itu sendiri,” ujarnya.

“Rakyat miskin terus menderita akibat krisis finansial dan ekonomi dunia, juga akibat krisis energi, perubahan iklim, bencana alam, korupsi, privatisasi aset publik, dsb. Tanpa komitmen untuk mewujudkan perubahan, masyarakat di negara berkembang menjadi pihak yang paling menderita, atas aksi yang di luar kendali mereka,” tambah Saad.

“Masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa hak atas pembangunan itu ada. Kita perlu terus meningkatkan kesadaran mereka, mulai dari organisasi akar rumput hingga pemerintah, dan memastikan mereka menerapkannya.”

Redaksi Hijauku.com

By | 2017-09-17T21:41:27+00:00 15 September 2017|Berita, Komunitas|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *