Energi Terbarukan Dominasi Investasi Energi Baru Dunia

Energi terbarukan akan menyumbang 72% nilai investasi di teknologi energi baru pada 2040. Hal ini terungkap dari laporan Bloomberg New Energy Finance (BNEF) yang dirilis Kamis, 15 Juni 2017. Nilai investasi di teknologi energi baru diperkirakan mencapai $10,2 triliun.

Energi surya dan angin akan mendominasi investasi di energi baru. BNEF memerkirakan, biaya instalasi energi surya akan turun 66% pada 2040, sementara biaya instalasi energi angin di daratan turun 47%. Maraknya investasi di teknologi energi baru ini memicu pemuncakan emisi global pada 2026 dan akan turun 4% pada 2040 dibanding level tahun 2016.

“Laporan tahun ini menunjukkan bahwa aksi menghijaukan sistem energi dunia tak terhentikan,” ujar Seb Henbest, penulis utama laporan New Energy Outlook 2017 di BNEF.

Nilai investasi di pembangkit listrik energi terbarukan akan mencapai $7,4 triliun pada 2040 – atau 72% dari $10,2 triliun investasi di teknologi energi baru di seluruh dunia. Nilai investasi di energi surya akan mencapai $2,8 triliun memicu kenaikan kapasitas 14 kali lipat. Sementara investasi energi angin akan mencapai $3,3 triliun pada 2040 dengan kenaikan kapasitas mencapai 400%.

Energi angin dan surya akan menyumbang 48% kapasitas energi terpasang dan 34% produksi listrik dunia pada 2040, naik dari hanya 12% dan 5% saat ini.

Akibatnya, pembangkit listrik tenaga batu bara akan kolaps di Amerika Serikat dan Eropa. Kapasitas pembangkit listrik tenaga uap batu bara yang pembangunannya dibatalkan di seluruh dunia akan mencapai 369 GW, sepertiga pembangkit yang dibatalkan ada di India.

Redaksi Hijauku.com

By | 2017-07-12T19:39:59+00:00 15 June 2017|Berita, Energi|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *