PepsiCo Diminta Hentikan Eksploitasi

San Francisco, California – Serikat pekerja besar dunia Teamsters dan Asosiasi Pekerja Pangan, Pertanian, Hotel, Restoran, Katering, Tembakau Internasional (IUF) telah memberikan surat dukungan terhadap kampanye publik yang menyerukan lambatnya aksi PepsiCo menangani isu pelanggaran hak tenaga kerja yang terjadi selama bertahun-tahun dalam rantai pasok minyak kelapa sawitnya. Surat-surat dukungan tersebut muncul tepat pada saat PepsiCo melakukan Rapat Umum Pemegang Saham tahunan, dan seminggu setelah Rainforest Action Network (RAN) merilis laporan berjudul, “Profits over People and the Planet, Not ‘Performance with Purpose’; Exposing PepsiCo’s Real Agenda (Keuntungan atas Manusia dan Planet, Bukan ‘Kinerja dengan Tujuan’; Mengungkap Agenda PepsiCo yang Sebenarnya),” yang mengungkap adanya hubungan baru antara raksasa makanan ringan PepsiCo dengan enam importir terbesar kelapa sawit ke AS––dimana masing-masing importir tersebut memiliki catatan terkait skandal lingkungan dan sosial, meski para importir tersebut telah membuat komitmen yang ditujukan untuk mengatasi konflik dalam rantai pasok mereka.

Sekertaris Jendral IUF, Ron Oswald berkomentar bahwa, “Laporan tersebut menguatkan temuan mereka akan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang luar biasa terjadi dalam rantai pasok minyak kelapa sawit PepsiCo, khususnya dalam usaha gabungan PepsiCo dengan Indofood. PepsiCo harus memenuhi kewajiban internasional untuk memastikan bahwa Indofood menyelesaikan tindakannya.”

Laporan RAN menegaskan bahwa PepsiCo secara sadar terus mengambil sumber minyak kelapa sawit dari pemasok yang tercatat melakukan eksplotasi pekerja dan pelanggaran atas hak tanah. Laporan tersebut juga menyajikan data baru ekspor bea cukai Indonesia pada November 2016, yang menunjukkan bahwa salah satu pemasok minyak kelapa sawit PepsiCo mengirimkan minyak kelapa sawit ke AS dari kilang dan pelabuhan yang diketahui memasok minyak kelapa sawit milik perusahaan perkebunan yang menghancurkan Ekosistem Leuser–yang penting bagi dunia.

“Teamsters dan IUF menyatakan dalam surat mereka, bahwa PepsiCo bertanggung jawab terhadap pekerjanya––baik yang berada di Amerika Serikat maupun pekerja pada rantai pasok perkebunan kelapa sawit. Para pekerja kelapa sawit tersebut membuat produksi produk PepsiCo menjadi mungkin,” ungkap Robin Averbeck, Juru Kampanye Senior Rainforest Action Network (RAN). “PepsiCo memiliki kewajiban moral untuk mengatasi kenyataan bahwa saat ini terdapat Kelapa Sawit Bermasalah pada rantai pasoknya, dan mungkin terkandung pada ratusan produknya di seluruh dunia, ini sebenarnya bisa mematikan bagi manusia dan planet ini.”

Laporan tersebut mengungkap tren yang muncul akibat peningkatan impor minyak kelapa sawit ke AS dari Indonesia pada umumnya, khususnya beberapa fakta mengejutkan tentang penggunaan minyak kelapa PepsiCo, termasuk kenyataan bahwa perusahaan terus mengabaikan celah mitra usaha gabungannya Indofood dari kebijakan kelapa sawit PepsiCo. PepsiCo masih terus bermitra dengan Indofood tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, mengabaikan catatan penting keterlibatan Indofood dalam pelanggaran hak asasi manusia dan deforestasi, termasuk menggunakan pekerja anak dan menimbulkan konflik atas tanah. Institusi lain yang terkait dengan Indofood, termasuk Dana Pensiun Norwegia––salah satu dana kesejahteraan terbesar dunia––mulai menarik pembiayaan mereka dari perusahaan tersebut karena risiko ini.

Laporan tersebut juga menyebutkan individu dan institusi keuangan teratas, termasuk institusi besar seperti Vanguard, BlackRock, Bank of America, JP Morgan Chase dan TIAA yang mendukung dan mengambil keuntungan dari penggunaan Kelapa Sawit Bermasalah PepsiCo, mengungkap investor yang berisiko terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola yang memperlambat reformasi pada rantai pasok kelapa sawit.

####

Unduh laporan lengkap  di sini: “Profits over People and the Planet, Not ‘Performance with Purpose”

KONTAK:

RAN: Emma Rae Lierley, [email protected], +1 425.281.1989
IUF: Sue Longley, [email protected], +41 22.879.0517
Teamsters: Galen Munroe, [email protected], +1 202.624.6911

By | 2017-05-10T13:27:05+00:00 10 May 2017|Bisnis, Ekonomi, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment