Kerugian Ekonomi Akibat Bencana Naik 86%

Nilai kerugian yang ditanggung asuransi akibat bencana mencapai US$56 miliar pada 2016. Nilai kerugian ini naik 42% dibanding nilai kerugian pada 2015 yang mencapai US$38 miliar. Data ini terungkap dalam laporan Swiss Re Institute terbaru yang dirilis Selasa, 28 Maret 2017.

Nilai kerugian yang ditanggung asuransi ini tentu lebih kecil dibanding nilai kerugian sebenarnya yang ditanggung oleh ekonomi dunia. Nilai kerugian total yang diderita ekonomi dunia akibat bencana, menurut Swiss Re Institute mencapai US$175 miliar pada 2016, naik 86% dari US$94 miliar pada 2015.

Gempa bumi, topan badai, banjir dan kebakaran adalah bencana yang menimbulkan kerusakan di seluruh penjuru dunia. Korban akibat bencana-bencana ini mencapai 11.000 jiwa pada 2016.

Nilai kerugian akibat bencana alam dan bencana hasil ulah manusia pada 2016 – baik kerugian ekonomi maupun kerugian yang ditanggung asuransi – adalah yang tertinggi sejak tahun 2012, membalikkan tren penurunan pada empat tahun sebelumnya.

Hal ini karena dunia banyak mengalami bencana skala besar termasuk diantaranya adalah bencana gempa bumi, topan badai, banjir dan kebakaran pada 2016. Bencana-bencana ini banyak terjadi di wilayah yang dilindungi asuransi sehingga kerugian asuransi meningkat 42%.

Di seluruh dunia terjadi 327 bencana pada 2016, dimana 191 adalah bencana alam sementara sisanya 136 adalah hasil ulah manusia. Asia, menjadi negara yang paling banyak mengalami bencana (128 bencana) dengan kerugian ekonomi mencapai US$60 miliar.

Gempa bumi yang terjadi di Pulau Kyushu, Jepang pada April 2016 adalah bencana dengan nilai kerugian ekonomi terbesar, diperkirakan mencapai US$25-30 miliar.

Redaksi Hijauku.com

By | 2017-04-19T15:29:36+00:00 29 March 2017|Berita, Ekonomi, Iklim|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *