Peran Aktif Perempuan Sangat Penting Atasi Perubahan Iklim

Talk show Perempuan dan Perubahan IklimJakarta, 16 September 2016 – Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, The Climate Reality Project Indonesia dan Citra Kartini Indonesia mengadakan Talkshow berjudul Perempuan dan Perubahan Iklim. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 15 September 2016 di Jakarta Convention Center dan merupakan bagian dari Women Expo. Tujuan acara ini adalah untuk mengajak dan mendorong komunitas perempuan untuk dapat melakukan aksi nyata perubahan iklim di tingkat individu, masyarakat atau di tempat kerja.

Dalam sambutan pembukaanya, Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, menyatakan bahwa Indonesia harus segera mengubah paradigma pembangunan menuju pembangunan yang rendah karbon. “Dampak perubahan iklim bagi Indonesia makin nyata. Bencana terkait perubahan iklim sekarang makin sering terjadi seperti banjir, kekeringan, gagal panen, hasil laut menurun, dan lain-lain. Perubahan iklim ini disebabkan oleh aktivitas manusia, namun kabar baiknya adalah, ada solusinya. Jika semuanya mau mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan, maka emisi karbon bisa ditekan. Kaum perempuan sebagai agen utama perubahan memiliki peran yang besar, terutama dalam mengedukasi keluarga dan komunitasnya untuk melakukan aksi nyata”.

Amanda Katili Niode, Manager The Climate Reality Project Indonesia, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk melibatkan perempuan Indonesia dalam isu perubahan iklim. Mereka merupakan target audiens yang sangat strategis untuk menyampaikan pesan perubahan iklim, supaya ada perubahan mental di keluarga dan masyarakat.

Pernyataan ini didukung oleh Suzy Hutomo, Chairwomen The Body Shop yang telah menerapkan gaya hidup yang rendah karbon baik di lingkungan keluarga dan perusahaan. Hal ini misalnya dilakukan dengan disiplin memilah sampah. “Sampah kalau tidak diolah dengan baik akan mengeluarkan emisi yang tinggi. Di rumah dan di perusahaan saya ada kompos, kemudian saya belajar bahwa sampah dengan protein tinggi seperti tulang ikan dan ayam itu tidak terlalu baik untuk dimasukkan ke komposter, namun lebih baik untuk makanan ikan lele. Jadi saya buat kolam lele deh, lumayan kan bisa panen lele”, ujar Suzy seraya tertawa.

Kemudian, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Anggota Komisi 8 DPR RI menyatakan bahwa perempuan Indonesia harus terlibat penuh dalam mendukung pembangunan ekonomi kreatif yang melahirkan inovasi sehingga kegiatannya menjadi rendah karbon dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Lia Zakiyyah
Deputy to Assistant – UKP-PPI
E-mail: [email protected]
Mobile: +6281-3333-62-700

Amanda Katili Niode PhD
Head of Expert Team – UKP-PPI
E-mail: [email protected]

 

By | 2017-01-03T06:48:48+00:00 16 September 2016|Gaya Hidup, Iklim, Komunitas, Lingkungan, Siaran Pers|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *