Bauran EBT Terus Meningkat

Solar panels on a roof - Wikimedia CommonsEnergi baru dan terbarukan (EBT) menyumbang 43,6% kapasitas energi terpasang baru pada 2013. Dengan pertumbuhan energi baru dan terbarukan ini, dunia berhasil mencegah peningkatan gap emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 12% (1,2 Gigaton lebih tinggi pada 2013).

Gap ini harus dipangkas untuk mencegah kenaikan suhu bumi di atas 2 derajat Celcius dan kenaikan gap ini harus terus dicegah. Kesimpulan ini terungkap dari laporan Program Lingkungan PBB (UNEP), Senin (7/4).

Laporan yang berjudul Global Trends in Renewable Energy Investment 2014 ini menyebutkan, peningkatan kapasitas EBT ini terjadi walau investasi di EBT turun. Menurut UNEP, investasi di energi terbarukan turun $US35,1 miliar (14%) menjadi US$214,4 miliar pada tahun 2013. Hal ini terjadi karena harga dan biaya peralihan ke energi baru dan terbarukan juga terus turun.

“Peralihan ke energi yang lebih bersih dalam jangka panjang diperlukan guna mencegah dampak berbahaya perubahan iklim, karena sektor energi menyumbang dua per tiga dari total produksi emisi gas rumah kaca,” ujar Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP.

China untuk pertama kalinya menggelontorkan investasi di EBT lebih besar dari Eropa. Total investasi China turun 6% menjadi US$56 miliar sementara investasi Eropa turun 44% menjadi US$48 miliar. Investasi EBT Amerika Serikat turun 10% menjadi US$36 miliar, sementara India turun 15% menjadi US$6 miliar dan Brasil turun 54% menjadi US$3 miliar, terendah sejak 2005.

Investasi EBT negara-negara di benua Amerika selain AS dan Brasil naik 26% (menjadi US$12 miliar) di 2013. Energi surya menjadi tren di Jepang membantu peningkatan investasi EBT di Negara Matahari Terbit ini sebesar 80% menjadi US$29 miliar pada 2013.

Unduh laporan lengkap UNEP di sini: Global Trends in Renewable Energy Investment.

Redaksi Hijauku.com

By | 2014-08-27T05:52:45+00:00 8 April 2014|Berita, Ekonomi, Energi, Iklim, Investasi, Terbaru|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *