Solusi Penuhi Kebutuhan Pangan pada 2050

Food healthy vegetables potatoes -  Ed Gregory - PexelsKesenjangan produksi pangan dunia, yang dihitung dari jumlah kalori, diperkirakan akan terus meningkat mencapai 70% pada 2050. Dunia dituntut untuk meningkatkan produksi pangan guna memersempit kesenjangan kebutuhan kalori ini.

Solusi tersedia. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru berjudul World Resources Report: Creating a Sustainable Food Future yang dirilis baru-baru ini.

Laporan ini disusun oleh World Resources Institute (WRI), Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Program Pembangunan PBB (UNDP), dan Bank Dunia.

Analisis dalam laporan ini menyebutkan, dunia memerlukan 70% kalori lebih banyak untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan penduduk dunia yang diperkirakan akan mencapai 9,6 miliar pada 2050.

Menurut keempat lembaga, upaya untuk menutup kesenjangan ini bisa dilakukan dengan tetap menjaga produktivitas dan kelestarian lingkungan dengan memerbaiki cara masyarakat memroduksi dan mengonsumsi pangan.

Salah satu solusinya adalah potensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan ternak dengan menggunakan tanah yang telah tersedia. Aksi ini penting untuk menyelamatkan hutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dunia perlu meningkatkan produktivitas tanaman hingga 32% dalam empat puluh tahun ke depan guna menghindari pembukaan lahan.

Solusi selanjutnya adalah mengurangi limbah pangan yang jumlahnya mencapai 1,3 miliat ton per tahun, dengan kerugian ekonomi yang bernilai sekitar $1 triliun.

Sebanyak 25% kalori yang diproduksi untuk konsumsi manusia hilang atau terbuang. Dengan mengurangi limbah pangan hingga separuhnya pada 2050, dunia bisa mengurangi kesenjangan pangan sebesar 20%.

Solusi ketiga adalah peralihan pola makan. Dengan mengurangi konsumsi daging, dunia bisa mengurangi kebutuhan atas lahan pertanian dan sumber daya alam. Peningkatan kebutuhan lahan untuk penggembalaan ternak bertanggung jawab atas separuh ekspansi lahan pertanian sejak 1960-an.

Solusi dan laporan lengkap aksi peningkatan produksi pangan, bisa diunduh pada tautan berikut: Sustainable Food Production.

Redaksi Hijauku.com

By | 2016-09-26T06:23:11+00:00 7 December 2013|Berita, Ekonomi, Iklim, Lingkungan, Produk|0 Comments

About the Author:

Hijauku.com adalah portal hijau pertama di Indonesia. Sejak Maret 2011 kami terus berkomitmen berbagi inspirasi dan solusi ramah lingkungan. Kami merayakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

CAPTCHA *