Status Perlindungan Baru untuk Kayu, Pari dan Hiu

Lima spesies ikan hiu yaitu hiu koboi (oceanic whitetips), hiu rajawali (porbeagle sharks) dan tiga spesies hiu kepala martil (hammerheads) serta spesies pari manta (manta ray), secara resmi mendapat status perlindungan baru: dilarang diperdagangkan di pasar internasional tanpa dokumen penangkapan yang sah.

Keputusan ini diambil dalam pertemuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) yang berakhir Kamis (14/3) di Bangkok, Thailand. Keenam jenis spesies tersebut kini masuk dalam daftar Appendix II dari CITES.

Pengumuman ini bersamaan dengan diterbitkannya laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang menyatakan bahwa populasi hiu di laut Mediterania dan Laut Hitam menurun lebih dari 97% dalam dua abad terakhir. Jika tren perburuan ikan hiu ini berlanjut, populasi hiu di wilayah tersebut terancam punah.

Selain perlindungan untuk dua jenis ikan yang terancam kelestariannya, CITES sepakat untuk menciptakan regulasi bagi perdagangan kayu eboni dan kayu sonokeling (nama lain dari kayu rosewood di Indonesia) yang berasal dari Asia, Amerika Tengah dan Madagaskar di pasar internasional.

Peraturan-peraturan ini akan berlaku dalam 18 bulan untuk memberikan kesempatan bagi semua negara anggota CITES mengatasi masalah teknis dan administratif dalam penerapannya. Anggota CITES juga menetapkan tanggal 3 Maret sebagai Hari Tanaman dan Satwa Liar Dunia atau World Wildlife Day.

Redaksi Hijauku.com

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,



Related Posts

Ajay Tallam @ Flickr
Pertanian Cerdas dan Hemat Energi
Gbaku @ Flickr
Kekeringan di Musim Hujan Landa Tanduk Afrika
Slider - Paul Nick
Kesehatan Lautan Terus Menurun
Lambang Kab Tangerang
Peta Hijauku – Kabupaten Tangerang
Green cycle ©erikogan
8 Inisiatif Bisnis ‘Hijau’ untuk 2011
Dry earth - Andrew Mobbs
Desertifikasi Picu Krisis Kemanusiaan