Inilah Juara Lingkungan Hidup Indonesia 2012

Dua belas individu dan kelompok pelestari lingkungan memeroleh penghargaan dalam acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia hari ini (5/6) di Jakarta.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengangkat tema “Green Economy : Does It Include You?” yang disesuaikan dengan konteks Indonesia, menjadi “Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan”.

Dalam acara yang berlangsung di Istana Negara ini, presiden memberikan penghargaan Kalpataru kepada 12 individu dan kelompok atas jasanya melestarikan alam.

Penghargaan Kalpataru tahun ini dipilih oleh Dewan Pertimbangan Kalpataru dan diberikan kepada individu maupun kelompok masyarakat atas perannya sebagai pejuang pelestarian lingkungan. Berikut daftar lengkap penerima penghargaan Kalpataru 2012:

Kategori Perintis Lingkungan, kepada:

Galuh Saly beralamat di Desa Batumandi, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan berhasil melakukan pembibitan gaharu lebih dari 1,6 jutapohon yang disertai sosialisasi, pembinaan dan pelatihannya;

Ishak Idris beralamat di Kelurahan Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh secara gigih melalukan penanaman mangrove di kawasan Iboih seluas 32 hektar dan melakukan patroli rutin untuk pengamanan Kawasan Laut di Lhok Iboih dan sekitarnya;

Ali Mansyur beralamat diDesa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur secara konsisten menanam sekitar 1,5 juta dan mangrove dan tanaman lain di pesisir pantai Tuban seluas 134,8 hektar.

Kategori Pengabdi Lingkungan, kepada:

Siti Badriyah beralamat di Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimplementasikan Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan mencetak 400 Tutor Keaksaraan dan 4.000 warga Keaksaraan seprovinsi;

Ali Muryati beralamat di Kelurahan Beragam, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, mengajarkan pendidikan karakter bagi guru dan siswa TK/PAUD dan ibu-ibu PKK Kota Binjai serta mengajak masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang untuk menanam Mangrove;

Rahmat Arifin beralamat di Kelurahan Aur Duri, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi melakukan pengamanan terhadap habitat harimau sumatera di dalam kawasan TNKS dan memitigasi konflik manusia dengan harimau sumatera melalui pendekatan kearifan lokal.

Kategori Penyelamat Lingkungan, kepada:

Koperasi Peternakan Sapi Perah Setia Kawan beralamat di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; Selama 22 tahun membangun 883 unit instalasi biogas sebagai energi alternatif untuk masak, penerangan dan pemanas air pada 1.215 KK di 12 desa;

Kelompok Masyarakat Penyelamat Hutan Suci Wenara Wana beralamat di Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali melakukan konservasi populasi monyet ekor panjang sejak tahun 1999 dan pada tahun 2011 berjumlah 605 ekor;

Kelompok Pemberdaya dan Pengguna Air Oi Seli beralamat di Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat berhasil menyelamatkan 12 sumber mata air di Maria Utara; merehabilitasi 435 hektar lahan kritis kebun dan hutan lindung; merevitalisasi 500 hektar sawah menjadi berpengairan.

Kategori Pembina Lingkungan, kepada:

Samuel Oton Sidin beralamat di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat melakukan penanaman pada lahan kritis, melestarikan binatang asli Kalimantan dan berbagai jenis tumbuhan yang disertai pembibitannya serta melakukan penyuluhan lingkungan;

Josrizal Zain beralamat di Kelurahan Balai Nan Tuo, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat memperbaiki bantaran sungai, penanaman pohon dan pembinaan penambang liar, menciptakan kondisi Pasar Tradisional “Ibuh”, membina 2500 pedagang kaki lima dan mengelola sampah pasar menjadi kompos;

R. Haryo Ambar Suwardi beralamat di Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan Hutan Rakyat, Hutan Desa, Gerakan Sekolah Hijau dan Program Konservasi Hutan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan Tahun Badak Internasional.

Pencanangan Tahun 2012 sebagai Tahun Badak Internasional merupakan gagasan yang disampaikan oleh Presiden International Union for Conservation of Nature (IUCN) yang juga didukung oleh sebelas negara sebaran badak dunia (Rhino Range State), yaitu : Mozambique, Kenya, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Afrika Selatan, Bhutan, Nepal, India, Malaysia dan Indonesia.

Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup

Bookmark and Share

Tags: , , , , , , , , , ,



Related Posts

RBG LED - Piccolo Namek
Menerangi Bumi dengan Lampu LED
Boeing 757 in Pegasus Field Antarctica - New Zealand Defence Force
Laut Menghangat Lapisan Es Menipis
Tourist enjoying sunrise at Conrad, Bali - Hijauku File
Menikmati Alam Tanpa Merusak Lingkungan
Greenpeace logo
Presiden Baru, Harapan Baru untuk Lingkungan
Fruit market - lin padgham @ Flickr
Dunia Kekurangan Buah dan Sayuran
Wind power in Taiwan - Maggie Chou
Beralih ke EBT Hemat Air Hingga 97%


Logo Hari Lingkungan Hidup 2012 - KLH
Inilah Juara Lingkungan Hidup Indonesia 2012