Siaran Pers Greenpeace Indonesia (2/4/2012)

Lagi, Merek Besar Mengatakan Tidak pada APP Setelah Skandal Kayu Ramin di Indonesia

Jakarta, 2 April 2012 – Satu bulan lalu Greenpeace merilis hasil investigasi selama satu tahun terhadap produsen kertas dan pulp terbesar ketiga dunia, Asia Pulp and Paper (APP) yang mengungkapkan bagaimana perusahaan secara sistematis melanggar hukum Indonesia yang melindungi spesies Ramin yang juga dilindungi secara internasional. Ramin ditemukan beberapa kali di tumpukan kayu milik milik APP di pabrik Indah Kiat Perawang yang siap untuk diproses.

Sejumlah perusahaan global terlibat karena produknya bersumber dari APP yang mengandung serat hutan hujan. Delapan dari sebelas perusahaan yang disebut kini telah mengambil tindakan untuk menghapus APP dari rantai suplai mereka. (1)

Kini Danone telah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak lagi menggunakan produk dari APP dan mengumumkan kebijakan nol deforestasi.(2) Xerox juga telah mengambil tindakan lebih lanjut untuk melarang pembelian produk APP secara global.(3) Perusahaan lain yang telah bertindak termasuk Collins Debden, bagian dari kelompok Nippecraft yang mayoritas dimiliki APP. Collins Debden membuat pengumuman di Australia dan Inggris bahwa mereka tidak lagi menggunakan sumber bahan baku dari APP. (4)

Kepala Jurukampanye hutan Greenpeace Indonesia, Zulfahmi mengatakan “Dalam beberapa bulan terakhir ini APP terus menerus kehilangan pelanggan. Kini sudah ada sebuah koalisi global perusahan-perusahaan yang belum pernah ada sebelumnya mengatakan tidak pada penghancuran hutan untuk produk kertas APP. Merek APP telah menjadi racun yang bahkan anak perusahaannya sendiri tidak ingin dikaitkan.

Sementara sejumlah perusahaan di seluruh dunia telah mengambil tindakan menghapus APP dari rantai suplai, sementara itu penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Indonesia terhadap pabrik APP berjalan sangat lambat. Bukti dari investigasi Greenpeace telah diserahkan kepada Kementerian Kehutanan dan Kepolisian RI yang meminta penyelidikan secepatnya atas kasus tersebut.

Zulfahmi melanjutkan “Kami telah membuktikan bahwa APP melanggar hukum Indonesia yang melindungi Ramin, namun akibat lambatnya tindakan yang diambil oleh Kemenhut memberikan waktu pada APP untuk menghilangkan bukti di pabrik mereka. Kami meminta Kementrian Kehutanan harus tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kehutanan dan pemerintah harus memastikan perlindungan menyeluruh terhadap hutan alam yang tersisa.

Greenpeace meminta APP untuk segera menerapkan kebijakan nol deforestasi mengikuti langkah perusahaan saudaranya di sektor kelapa sawit, GAR (Golden Agri Resources).

Catatan untuk Editor:

1. Perusahaan-perusahaan yang baik telah mengumumkan kebijakan baru untuk menghapus APP atau yang mengkonfirmasi tindakan lebih lanjut dari kebijakan yang ada yakni Danone, Xerox, Mondi, National Geographic, Parragon, Constable and Robinson and Collins Debden, bagian dari Kelompok Nippecraft. Tambahannya Walmart China juga telah memastikan berhenti menjual produk yang disorot Greenpeace, namun belum setuju menghentikan penyediaan seluruh produk APP. Barnes and Noble, Countdown/Progressive Enterprises belum memberikan tanggapan.

2. Pernyataan Danone.

3. Pernyataan Xerox.

4. Pernyataan Collins Debden Australia.

Kontak:

Zulfahmi, Manager Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, +62 8126821214

Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia +62 8111 805 394

Bookmark and Share

Tags: , , , , , , ,



Related Posts

D'Arcy Norman @ Flickr
Sampah Padat di Kota-Kota Dunia Naik 70%
New crops - Linda - Wikimedia Commons
Mari Berkebun, Mari Menciptakan Kota Hijau
Logo Kabupaten Cirebon
Peta Hijauku – Kabupaten Cirebon
Database - Creative Commons
Menghijaukan Dunia dengan Teknologi Komunikasi
Turn off engine - Josh Smith
90 Perusahaan Produksi 63% Emisi GRK Global
Sea horse - Dr Chris Woods - Wikimedia Commons
Fluktuasi Suhu Bumi Rusak Keanekaragaman Hayati


Greenpeace logo
Siaran Pers Greenpeace Indonesia (2/4/2012)