China Beralih ke Pertumbuhan Rendah Karbon

China mengambil langkah penting beralih ke strategi pertumbuhan ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan.

Dalam rencana pembangunan lima tahunnya (2006-2010) pemerintah China berinvestasi secara signifikan di sektor-sektor hijau, dengan berfokus pada efisiensi energi dan energi terbarukan.

Rencana pembangunan tersebut memroyeksikan konsumsi energi per unit PDB pada 2010 sudah akan turun sebesar 20% dibanding tahun 2005. Pemerintah China juga berkomitmen untuk menghasilkan 16% sumber energi utamanya dari energi terbarukan sebelum 2020.

Kebijakan Energi Terbarukan China yang dikeluarkan pada 2005 ini menjadi kerangka pengembangan energi terbarukan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kebijakan itu memberikan berbagai insentif finansial, seperti penyediaan dana nasional untuk pengembangan energi terbarukan, pinjaman lunak dan keringanan pajak bagi proyek-proyek energi hijau, serta kebijakan yang mengharuskan operator listrik membeli energi terbarukan dari produsen energi yang telah terdaftar.

Kombinasi dukungan investasi dan kebijakan dari pemerintah ini berhasil mempercepat pertumbuhan pembangkit listrik tenaga surya dan angin di China.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga angin China menyumbang pertumbuhan tahunan sebesar lebih dari 100% dari 2005 ke 2009. Dan China memimpin penambahan kapasitas baru dengan dibangunnya instalasi pembangkit listrik tenaga angin sebesar 13.8 GW pada 2009. China saat ini menjadi negara yang memiliki kapasitas energi angin terpasang terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Ambisi China tidak berhenti di sini saja. Pemerintah China sudah bertekad untuk mencapai target kapasitas energi angin terpasang dari 30 GW menjadi 100 GW sebelum 2020.

Guna memacu produksi turbin angin lokal, pemerintah China mendorong kerja sama investasi dan transfer teknologi serta mendorong penggunaan turbin angin buatan lokal.

Kementrian Teknologi dan Ilmu Pengetahuan China memberikan berbagai macam subsidi bagi riset dan pengembangan teknologi ini, dimulai dengan memberikan dana pengembangan energi terbarukan pada 1996.

Produsen turbin angin lokal seperti Sinovel Wind, Goldwind Science and Technology, dan Dongfang Electric, juga berperan penting memperbanyak instalasi pembangkit listrik tenaga angin baru. Bersama-sama mereka menguasai 50% pasar lokal yang hingga 2008 masih didominasi oleh perusahaan asing.

Pemerintah China juga menciptakan regulasi guna menekan harga energi angin dengan menciptakan sistem tender yang kompetitif dalam setiap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga angin di China .

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari

China saat ini adalah produsen panel surya terbesar dengan memroduksi 45% panel surya dunia pada 2009. Pasar tenaga matahari juga terus tumbuh dengan didirikannya pembangkit listrik tenaga matahari yang terhubung dengan jaringan listrik nasional berkapasitas 160 MW pada 2009.

China sebentar lagi akan menjadi produsen tenaga surya terbesar di Asia dan dunia dengan dicanangkannya proyek-proyek instalasi baru berkapasitas lebih dari 12 GW. Pemerintah juga menambah target kapasitas panel surya terpasang dari 1.8 GW ke 20 GW sebelum 2020.

China saat ini menjadi menjadi pasar terbesar pemanas air tenaga surya dunia dengan menguasai tiga perempat kapasitas global. Lebih dari 10% rumah tangga di China bergantung pada pemanas air tenaga surya dengan luas wilayah total mencapai 160 juta meter persegi.

Perkembangan pesat industri pemanas air tenaga surya China ini didorong oleh keuntungan besar dari bisnis ini baik bagi produsen maupun rumah tangga yang memasangnya.

Pemanas air tenaga surya yang mudah didapat dan murah juga terbukti mampu meningkatkan kebersihan dan kesehatan masyarakat. Sesuai dengan kebijakan nasional, prioritas instalasi pemanas air diberikan kepada konsumen-konsumen yang paling membutuhkan seperti rumah sakit, sekolah, restoran dan kolam renang.

Penciptaan lapangan kerja

Sektor energi China secara keseluruhan bernilai US$17 milliar dan pada akhir 2009 telah memperkerjakan 1,5 juta penduduk, dengan 600.000 lapangan kerja berasal dari industri pemanas air, 266.000 lapangan kerja berasal dari industri bahan bakar (biomass), 55.000 dari produksi panel tenaga surya dan 22.200 dari industri listrik tenaga angin. Pada 2009 saja, 300,000 lapangan kerja baru tercipta.

Pengalaman China ini bisa menjadi contoh sempurna bagaimana pertumbuhan energi terbarukan yang didukung oleh kebijakan yang tepat bisa menciptakan ribuan lapangan kerja baru, menghasilkan pendapatan dan laba bagi industri ramah lingkungan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini adalah hasil kerjasama Hijauku.com dan Program Lingkungan PBB untuk menyosialisasikan konsep ekonomi hijau, ekonomi yang ramah lingkungan dalam situs  UNEP Green Economy.

Redaksi Hijauku.com

Bookmark and Share

Tags: , , , , , , , , , ,



Related Posts

Fukushima disaster - Daveeza @ Flickr
Mengungkap Dampak Bencana Nuklir Fukushima
Hong Kong - Benson Kua @ Flickr
Urbanisasi: Peluang atau Ancaman?
Detecting mercury with mobile phone - J. M. García et al.
Mendeteksi Merkuri Melalui Ponsel
annia316 @ Flickr
Bisnis Lebah Atasi Perubahan Iklim
Petrol gas pump - Geralt - Pixabay (500x350)
Konsumsi Bensin Dunia Turun pada 2021
Bornean OU in Sebangau NP Central Kalimantan - WWF Indonesia
Dukung Konservasi Orangutan di Borneo


timquijano @ Flickr
China Beralih ke Pertumbuhan Rendah Karbon